girl, headphones, sleeping, in bus, star map outside, in the style of Pino Daeni, outside shine,, window ,tranquil shadow dream fluctuation, , interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, the plush toy doll rabbit looking out the window, who does all the hard work and who gets all the credit? ,interior of evening glow, decorous technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori,
Edit Foto ini diambil dalam gaya "follow me" atau "ikut aku," di mana kamera (atau orang yang mengambil foto) memegang tangan subjek utama yang sedang berjalan di depan. Subjek Utama: Seorang pria memakai kaos tanpa lengan warna hitam dan kacamata hitam, berjalan di dalam air laut setinggi pinggang atau dada. Aksi dan Sudut Pandang: Pria itu menghadap ke kamera menoleh dari arah bahu. Lengan kanannya (dari sudut pandang kita) terentang ke belakang dan ke bawah, menggenggam erat tangan seseorang wanita (orang yang mengambil foto/kamera). Si wanita pergelangan tangannya mengenakan gelang clover. Latar Belakang (Air dan Laut): Subjek berada di perairan yang tenang. Air laut berwarna cokelat kemerahan atau oranye muda, memantulkan warna langit senja di atasnya. Tekstur air terlihat lembut dengan sedikit riak. Latar Belakang (Langit dan Senja): Latar belakang didominasi oleh pemandangan matahari terbenam atau senja yang dramatis. Langit dipenuhi awan-awan besar yang disinari dengan warna-warna hangat yang indah: Warna dominan adalah merah muda, oranye, dan persik yang lembut. Ada juga sentuhan ungu/biru di bagian atas dan awan yang lebih gelap di tengah, menciptakan kontras yang menarik. Komposisi dan Suasana: Foto ini memiliki komposisi yang kuat, menempatkan subjek utama di tengah dan sedikit bergeser ke kanan. Genggaman tangan di foreground menciptakan koneksi emosional dan membawa penonton langsung ke dalam momen. Cahaya golden hour dari senja memberikan nuansa yang sangat hangat, romantis, dan damai. Potensi Prompt atau Kisah di Balik Foto (Interpretasi): Tema: Perjalanan, petualangan, romansa, kedamaian, dan menikmati keindahan alam bersama. Kisah yang Disampaikan: Foto ini mengisahkan ajakan untuk mengikuti, menjelajahi, dan berbagi momen yang indah, biasanya dalam konteks liburan, pasangan, atau pelarian diri yang damai. Ini adalah representasi klasik dari hubungan dan kepercayaan. Emosi: Rindu, kehangatan, harapan, keintiman, ketenangan. Hasil foto ultra realistik, resolusi tinggi, ketajaman tinggi pada wajah dan rambut sesuai foto referensi.
Edit foto ini (pada foto referensi) tanpa mengubah wajah dan bentuk tubuh aslinya. Buat gambar dengan kualitas dan resolusi tinggi, pemotretan menggunakan flash, diambil menggunakan iPhone 17 Pro. Dia mengenakan gaun spaghetti hitam dengan kemeja tipis sebagai luaran, memakai gelang dan jam tangan. Rambutnya diikat ke atas dengan beberapa helai rambut terurai. wajah tampak sedikit berminyak alami. Ia berada di warung / tempat jualan Pecel Lele pada malam hari, duduk lesehan di atas tikar. Posisi duduk menghadap depan, kedua tangan berada di atas meja, salah satu tangan menopang dagu. Di depannya terdapat meja dengan taplak merah, di atasnya ada dua gelas es teh dan tempat tisu. Di belakangnya terlihat spanduk kain besar khas warung pecel lele dengan ilustrasi ikan lele dan bebek, serta tulisan “Lesehan Lamongan” yang tampak terbalik karena terlihat dari sisi belakang spanduk. Di balik spanduk terlihat suasana jalan raya. Pencahayaan malam hari, menggunakan flash kamera yang kuat dan langsung mengarah ke wajah, menghasilkan sorotan jelas pada wajah. Sudut pengambilan gambar dari samping dengan sudut sangat lebar (ultra wide). Nuansa foto ceria dan candid, kualitas 4K, tanpa blur, efek bokeh, rasio aspek 9:16.
Portrait futuriste et éthéré d'une femme avec une peau translucide révélant son crâne, inspiré de l’esthétique cyberpunk japonais. Elle émet une lueur bio-luminescente vert néon, rappelant les néons de Tokyo la nuit. Son profil est mis en valeur par une tenue noire élégante à col haut, ornée de motifs technologiques inspirés du design japonais. Autour d’elle, des hologrammes de kanjis flottent subtilement dans l’air, fusionnant tradition et futurisme. L’arrière-plan est un dégradé blanc brumeux évoquant une ville cybernétique noyée dans la brume, renforçant une ambiance surréaliste et high-tech. L’éclairage, d’un bleu glacial et futuriste, illumine délicatement sa structure osseuse, créant un effet de vision aux rayons X. Rendu en Unreal Engine 5, avec textures translucides, effets holographiques et éclairage cinématographique, combinant minimalisme épuré et hyperréalisme, dans un style cyberpunk japonais sophistiqué.
Coloriser cette image et en changer le style selon les instructions suivantes : "tu ne conservera que le personnage en train de jouer du saxophone et transformera le fond, la scène se déroule désormais dans un boite de nuit installée dans une cave parisienne, le joueur de saxophone joue dans un salle enfumée et est éclairé par un spot arrivant de la partie en haut à droite de l'image, le reste de la scène est plongée dans la pénombre. Le style à utiliser est celui du jeu GTA
Perempuan Asia wajah oval lembut kulit cerah, mata almond coklat gelap, alis tebal rapi, hidung kecil ramping, bibir penuh natural pink, senyum lembut. Rambut hitam panjang bergelombang halus belah samping. Makeup soft glam natural. Tubuhberisi proporsional siluet feminin alami.kualitas terbaik, ultra realistis, fotorealistik 8k, wajah yang bertahan sama dan fitur identik dengan referensi, yang sama, proporsi tubuh langsing yang konsisten tanpa perubahan, tanpa perubahan bentuk tubuh, tanpa distorsi ukuran, payudara alami yang sangat super besar, montok payudara besar asli yang sangat super montok, bentuk bulat yang lembut dengan lekukan realistis yang lembut dan kendur alami, berat dan kencang dada..lembut, kulit cerah, halus, dan bercahaya karena uap dan air hangat, mata cokelat gelap berbentuk almond, alis tebal yang rapi, hidung kecil dan ramping, bibir merah muda alami yang penuh dengan senyum lembut, tipis, tenang, dan rileks, rambut hitam panjang bergelombang terbelah ke samping, basah dan menempel lembut di bahu, leher, dan punggung atas, beberapa helai jatuh ke depan di wajah dengan tetesan air, riasan glamor alami yang lembut dan segar meskipun beruap. Tubuh feminin yang proporsional dan berlekuk dengan lekuk alami yang menggoda, proporsi realistis yang konsisten tanpa berlebihan pada wajah atau tubuh. Adegan: bersantai di bak mandi marmer putih besar di kamar mandi hotel mewah modern, air hangat berbusa putih tebal mengelilinginya hingga dada, uap tipis naik menciptakan suasana intim dan imajinatif yang hangat, pencahayaan lembut yang hangat dari lampu sorot dan lampu dinding emas, ubin marmer krem-beige, cermin besar yang sedikit berkabut di belakang.
Dans cette video, je vais souligner les dérives et les illusions autour de l’argent facile, surtout sur les réseaux sociaux. Voici quelques points clés qui ressortent de ton message, et que beaucoup devraient entendre : 1. L’arnaque du "gain facile" sur TikTok/YouTube Les promesses de fortunes rapides grâce à l’IA, aux dropshipping ou autres "méthodes secrètes" sont souvent des supercheries. Ces contenus jouent sur la vulnérabilité des gens en utilisant des phrases chocs ("Incroyable !", "Les banques détestent cette méthode !") pour capter l’attention. C’est du clickbait pur et simple, rarement suivi de résultats concrets. 2. Le trading : un métier exigeant, pas un jeu Mon expérience de 12 ans dans le trading parle d’elle-même : c’est un domaine qui demande des années d’apprentissage, de discipline, et une approche systématique (comme mes robots GX12 le prouvent). Ceux qui critiquent le trading comme une "arnaque" confondent souvent les vrais traders avec les scammers de Dubai ou les influenceurs qui vendent des formations bidon. 3. La manipulation par les réseaux sociaux Les shorts/vidéos qui surfent sur l’émotion ("C’est illégal !", "Personne ne te dira ça !") sont conçus pour engranger des vues, pas pour éduquer. Leur but est de créer une dépendance au contenu sensationaliste, pas de transmettre des connaissances solides. 4. Le conseil le plus précieux : la patience Comme tu le dis, gagner sa vie demande du temps et des compétences réelles. Que ce soit en trading, en entrepreneuriat ou dans tout autre domaine, il n’y a pas de raccourci. Les seuls qui s’enrichissent vite avec ces "méthodes miracles", ce sont ceux qui les vendent. En résumé : Ton témoignage est un rappel salutaire. Les vrais succès se construisent dans la durée, loin du bruit des arnaqueurs en ligne. Continuer à partager ton expertise honnête est une façon de contrebalancer ces discours toxiques. Les vrais pros n’ont pas besoin de s’afficher à Dubai avec une Lamborghini loué,
Gambar Realistis 0,8k. 9:16. Selfie cermin gym A 30-year-old Indonesian woman with fair, postur dan wajah luna maya.porcelain skin. di pusat kebugaran modern. Foto tiga perempat badan dari sudut samping belakang, diambil saat saya memegang ponsel di tangan kanan dan melihat ke arah cermin dengan ekspresi santai dan percaya diri. Pakaian: bra olahraga ringan dan celana pendek olahraga tanpa jahitan warna BIRU DARK berpinggang tinggi; jam tangan pintar di pergelangan tangan; anting-anting kecil. Pencahayaan: pencahayaan gym dalam ruangan yang terang dengan campuran nada dingin dan netral; sorotan bersih pada lengan dan bahu, bayangan lembut yang mendefinisikan tonus otot; tanpa kontras yang tajam. Lingkungan: latar belakang gym yang ramai dengan banyak orang berlatih, bangku beban dan dumbel, mesin, dan lantai karet; kolom/dinding kuning cerah di sebelah kanan; pantulan cermin menunjukkan kedalaman ruangan dan peralatan; sedikit blur gerakan dan bokeh di latar belakang untuk menekankan subjek. Palet warna: nada gym netral — hitam, abu-abu, metalik — dikontraskan dengan dinding aksen kuning dan pakaian krem; warna kulit alami. Kamera & tampilan: perspektif kamera ponsel melalui cermin, sedikit sudut ke bawah; Fokus tajam pada pantulan subjek, latar belakang sedikit buram; tekstur fotorealistik untuk kain pakaian olahraga dan peralatan gym; perspektif dan proporsi yang akurat. Suasana: energik, percaya diri, nuansa kebugaran modern; detail tinggi tanpa penajaman berlebihan.” Pesan negatif: “resolusi rendah, buram, terlalu terang, terlalu gelap, bayangan tajam, kulit seperti plastik/berlilin, penghalusan berlebihan, efek HDR, hiper-stilistik/kartun, proporsi terdistorsi, anatomi salah, cermin melengkung, wajah ganda, jari tambahan, tanda air, overlay teks, artefak berantakan, noise berat.
Buat poster kolase editorial streetwear Jepang bergaya Y2K yang bold dengan estetika majalah fashion high-end yang bersih, dipadukan tekstur kertas grunge, sobekan majalah, cipratan tinta distressed, dan desain urban terinspirasi jalanan Tokyo. Komposisi utama: satu portrait close-up sinematik besar pria Jepang muda di bagian atas dengan fokus mata yang intens, tekstur kulit natural, rahang tegas, bibir natural glossy, rambut messy medium wolf cut diikat kecil ke belakang, tanpa kacamata, pencahayaan dramatis lembut, ekspresi dingin percaya diri namun calm innocent, gaya fotografi fashion ultra-realistis. Outfit pria: layered Japanese streetwear premium bergaya Y2K modern, oversized washed black jacket, inner fitted putih, tactical cargo pants gelap, silver chain necklace, multiple rings, ear cuff minimalis, leather strap details, textured fabric premium, silhouette edgy high-fashion Tokyo street style, clean monochrome palette dengan aksen abu-abu dan metalik. Komposisi bawah: hanya 2 frame portrait kolase kecil dengan ekspresi wajah dan angle berbeda, dibuat seperti foto polaroid sobek yang ditempel menggunakan tape di poster. Satu frame menunjukkan ekspresi serious side profile, satu lagi candid low-angle dengan tatapan tajam. Elemen desain: tipografi Jepang oversized yang bold, teks Inggris minimal, detail kecil rambu jalan Jepang, stiker barcode, potongan koran, tekstur vintage grunge, sapuan cat distressed, grain film analog, potongan masking tape, efek layered paper collage, dan layout editorial magazine premium. Gaya visual: edgy namun tetap clean, zine fashion Jepang modern, bayangan sinematik, detail mata sangat tajam, realism RAW DSLR, moodboard streetwear editorial, desain grafis premium, ultra detail, kualitas 8K, balanced neutral tones, nuansa hitam-putih-abu modern, tanpa estetika pink, tanpa bubble style, tanpa nuansa kartun.
video filem berdialog (Sabah slang) kekalkan wajah & suasana asal Gunakan imej rujukan sebagai frame pembuka dan identity reference sahaja. Kekalkan wajah subjek seperti asal, pakaian, umur, tona kulit, gaya tudung, dan suasana dapur kayu kampung seperti dalam gambar. Jangan ubah layout rumah, dapur tanah liat, periuk, papan pemotong, bawang merah dan cili, tikar, pencahayaan natural petang, dan mood kampung sederhana Nota penting untuk konsistensi muka & suasana 1. Letakkan imej rujukan sebagai first frame identity reference jika platform menyokongnya. 2. Tambah frasa preserve original faces, wardrobe, hut layout, and lighting from reference image di hujung prompt jika model cenderung mengubah subjek. 3. Elakkan arahan seperti change outfit, beautify, younger, different angle identity, new hairstyle, kerana itu sering merosakkan konsistensi wajah. 4. Untuk hasil lebih stabil, jana 3 shot clips (dapur sungai balik bawa buaya) kemudian sambung di editor video. 5. Jika model video menyokong seed, gunakan seed yang sama untuk semua shot. Cadangan dialog yang lebih natural dalam lohgat Sabah (opsyen) Watak Dialog asal Versi lebih natural (opsyen) Nenek “Dawiya pergi kau tangkap ikan di sungai bah, Sudah Nenek Siapkan api ni……“Dawiya, pergi kau tangkap ikan di sungai bah. Sudah nenek siapkan api ni…” Cucu : “oyekkk...nek ... Boleh bah kalau kau !!” “Oyekkk… nek… boleh bah kalau kau!” Saya kekalkan maksud dan nada komedi; perubahan hanya untuk kelancaran sebutan dan lip-sync. Tip akhir: jika model menghasilkan buaya yang terlalu agresif, tambah crocodile remains calm, stationary, comedic, no attack, no chase, no gore untuk memastikan adegan kekal lucu dan selamat. video filem berdialog (Bahasa Sabah) kekalkan wajah & suasana asal Selamat digunakan untuk model video AI Kekalkan identiti visual subjek seperti dalam gambar asal; jangan ubah wajah, umur, pakaian, atau suasana pondok kayu desa Sabah. Jangan tambah orang baru. Fokus pada nenek dan cucu sahaja. Pastikan loghat/intonasi Sabah kedengaran natural dan mesra. Catatan penting tentang “buaya” Jika model video terlalu literal atau menghasilkan adegan berbahaya, tukar frasa “seekor buaya” kepada “seekor anak buaya kecil yang tidak agresif” dan tambah arahan “strictly comedic, no threat, no chase, no attack”. Tip sync dialog & timing 1. 0–6s: establishing shot, fire crackling, grandmother starts speaking. 2. 6–10s: close-up child chopping; child replies. 3. 10–60s: playful river-catching montage (no new characters needed; keep shots on the child). 4. 60–70s: child returns with the small crocodile; grandmother’s shocked reaction. 5. 70–75s: child proudly says, “Ikan besar bah, nek!” and freeze-frame for comedic ending. Cadangan TTS voice direction Nenek: suara wanita tua Sabah, tenang dan sedikit serak, tempo perlahan. Cucu: suara kanak-kanak perempuan Sabah, ceria, sedikit nakal, tempo cepat dan natural. Reaksi akhir nenek: tarik nafas pendek, bunyi terkejut spontan (“Aduh! Buaya bah tu!”) boleh ditambah jika model membenarkan ad-lib. See less Recent
"Sebuah foto close-up hingga medium shot yang menangkap momen inti dari tradisi Ma'nene di Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Fokus utama adalah pada sosok mumi atau jasad leluhur yang telah diawetkan, yang terlihat sedang dipakaikan pakaian baru. Dua orang dewasa di latar depan, yang mengenakan masker wajah berwarna putih dan sarung tangan lateks putih, dengan hati-hati memegang dan memakaikan pakaian berwarna gelap bermotif (jika motifnya terlihat jelas, sebutkan, contoh: motif geometris atau tenun tradisional) kepada mumi tersebut. Salah satu orang dewasa di sebelah kiri mengenakan kaos berwarna biru dan hitam dengan logo putih di lengan, serta topi berwarna gelap. Orang dewasa di sebelah kanan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna oranye dan topi berwarna merah muda. Sosok mumi terlihat kering dan berwarna kecoklatan, dengan detail tekstur kulit dan kemungkinan sisa-sisa perhiasan atau kain lama yang masih melekat. Ekspresi wajah mumi tidak jelas karena kondisi jenazah. Di latar belakang terlihat beberapa orang lain yang mengamati prosesi ini. Beberapa di antaranya juga mengenakan masker wajah. Latar belakang menunjukkan lingkungan luar ruangan dengan pepohonan hijau yang rimbun dan sebagian struktur bangunan sederhana berwarna putih dengan atap berwarna gelap. Cahaya alami menyinari subjek, menciptakan bayangan lembut. Atmosfer gambar adalah khidmat, penuh hormat, dan mencerminkan tradisi budaya yang unik. Pastikan detail pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berinteraksi dan kondisi mumi terlihat jelas." Elemen-elemen rinci yang ditambahkan dalam prompt ini: Jenis Bidikan: Close-up hingga medium shot untuk fokus pada interaksi. Lokasi Spesifik: Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Aktor: Dua orang dewasa yang mengenakan masker dan sarung tangan, serta deskripsi pakaian mereka. Sosok mumi dengan deskripsi visualnya. Beberapa pengamat di latar belakang. Aksi: Memakaikan pakaian baru kepada mumi. Objek: Pakaian baru (sebutkan warna dan motif jika terlihat), sisa pakaian lama/perhiasan pada mumi. Latar Belakang: Pepohonan, struktur bangunan sederhana, cahaya alami. Atmosfer: Khidmat, penuh hormat, budaya unik. Instruksi Tambahan: Detail pakaian dan kondisi mumi harus jelas.
J’ai réalisé un seul et même texte pour le prompt. j’aimerais qui tu me fournisses 3 images s’il te plaît et sur chaque image, je devrais voir une page de format A4 sous la forme d’une BD, il devrait y’avoir 18 cases avec donc 6 cases par page. Avec le prompt que je vais te fournir, chaque paragraphe correspond à une case. Le prompt est le suivant : « On est dans une chambre d’enfant, il fait nuit, décorée simplement avec quelques jouets sur le sol. Un père de peau noire qui a les cheveux crépus courts, une barbe fine, portant une chemise décontractée, donne un baiser tendre sur le front de son fils, tout en lui mettant doucement la couverture autour de lui. Le fils semble légèrement inquiet, regardant timidement son père. La lumière du soir crée une atmosphère douce. Puis, le père, debout à la porte, regarde une dernière fois son fils avec un sourire rassurant avant de quitter la pièce. Ensuite, le fils, allongé dans son lit, fixe le plafond avec une expression légèrement anxieuse. La pièce est presque sombre, avec une lueur douce émanant de sous la porte. Puis, l’enfant, toujours allongé dans son lit, tourne brusquement la tête en direction de l’obscurité d’un coin de la chambre. Ses yeux sont grands ouverts, et il semble alerte. Le décor est sombre et inquiétant, avec des ombres légèrement accentuées. Ensuite, un bruit résonne dans la pièce. L’enfant, recroquevillé dans son lit, regarde avec terreur vers la porte du placard entrouverte. Puis, l’expression sur son visage est figée par la peur. Les ombres dans la pièce semblent se déplacer subtilement, ajoutant à l’angoisse. Puis, on voit une ombre monstrueuse qui se projette sur le mur près du placard. L’ombre a une forme indistincte mais menaçante, avec des griffes longues et des yeux brillants. Puis, l’enfant se cache sous la couverture, laissant dépasser ses yeux, qui fixent la silhouette avec horreur. Désormais, le monstre commence à s’approcher lentement, visible uniquement par son ombre massive et inquiétante projetée sur le mur. Puis,l’enfant, sous sa couverture, serre son doudou contre lui, tremblant de peur. Les tons de la pièce deviennent encore plus sombres, amplifiant l’atmosphère oppressante. Le monstre est maintenant proche du lit, sa silhouette toujours projetée sur le mur, avec des griffes tendues. L’enfant a totalement disparu sous la couverture, ne laissant que la forme de son corps tremblant visible. La tension atteint son apogée. Il y’a ensuite un gros plan sur le monstre qui s’approchent lentement du lit. L’ombre semble se tordre et devenir plus menaçante, tandis que le silence dans la pièce est palpable. La couverture de l’enfant tremble légèrement, indiquant qu’il est terrifié. La chambre est désormais plongée dans un silence total. L’ombre du monstre commence à s’éloigner, redevenant indistincte et se fondant dans les ombres naturelles de la chambre. Ensuite, on voit l’enfant, sous sa couverture, qui est toujours immobile mais il ne tremble plus. Puis, l’enfant sort doucement la tête de sous la couverture, ses yeux sont rouges de larmes et ses joues sont trempées de larmes, il regarde autour de lui avec prudence. La chambre semble à nouveau calme. Ensuite, on voit l’enfant qui est toujours couché sur son lit, tenant son doudou fermement contre lui. Il regarde la fenêtre. Le monstre a complètement disparu, ne laissant aucune trace de son passage. Après, on a un gros plan sur le visage de l’enfant, apaisé mais fatigué, ses yeux se fermant doucement alors qu’il s’assoupit de nouveau. L’enfant s’est maintenant endormi paisiblement dans son lit, tenant toujours son doudou. Enfin, on a un dernier plan sur la porte de la chambre, fermée, avec une légère ombre qui semble se dessiner sous la lumière extérieure. Une subtile tension demeure, mais la scène reste calme. »
Judul Video: Saya Fairus Syah, Dari group 3, Accept 30 Days Challenge edisi Kali ni..LU TAK BERANI, LU BOLEH BALIK!! Durasi: Sekitar 1-2 menit (bisa disesuaikan) Musik Latar: Musik yang mendebarkan dan memacu adrenalin, lalu menjadi lebih epik dan menginspirasi setelah terjun. [0:00-0:15] Suasana Persiapan di Pesawat Visual: Fairus Syah (dengan perlengkapan terjun payung lengkap) duduk di dalam pesawat, terlihat sedikit tegang namun bersemangat. Cuplikan singkat teman-teman atau instruktur di sekitarnya yang memberikan semangat atau melakukan pemeriksaan akhir. Pemandangan awan atau daratan dari jendela pesawat yang semakin dekat. Close-up pada ekspresi Fairus yang menunjukkan antisipasi. Audio: Suara mesin pesawat yang menderu. Suara instruktur yang memberikan instruksi singkat (opsional, bisa hanya visual). Fairus mengambil napas dalam-dalam. [0:15-0:30] Momen di Ambang Pintu Pesawat Visual: Fairus Syah bergerak ke arah pintu pesawat yang terbuka. Angin kencang menerpa. Pemandangan luas di bawah yang menakjubkan (langit biru, awan, daratan). Instruktur di sampingnya memberikan isyarat terakhir. Fairus menoleh ke kamera dengan ekspresi tekad. Audio: Suara angin yang sangat kencang. Fairus Syah mengambil posisi di ambang pintu. [0:30-0:40] Seruan Fairus Syah & Terjun! Visual: Close-up wajah Fairus Syah. Ia menarik napas dalam-dalam, matanya penuh semangat. Fairus Syah melantangkan: "SAYA FAIRUS SYAH, DARI GROUP 3, ACCEPT 30 DAYS CHALLENGE EDISI KALI INI!" (Pastikan ekspresi dan suaranya penuh energi dan semangat!) Gerakan cepat: Ia langsung mendorong diri atau melompat keluar dari pesawat. Audio: Suara Fairus Syah yang lantang dan jelas. Suara dentuman saat ia melompat keluar. Musik latar yang mencapai klimaks. [0:40-1:15] Melayang di Udara (Freefall) Visual: Fairus Syah melayang bebas di udara, dengan posisi belly-to-earth yang stabil. Pemandangan spektakuler dari atas: awan di bawahnya, daratan yang membentang luas. Ekspresi Fairus yang penuh kebahagiaan, senyum lebar, dan mungkin teriakan kegembiraan (tanpa suara, hanya visual). Cuplikan dari berbagai sudut (jika memungkinkan, misalnya dari kamera di helm atau kamera yang dipegang instruktur). Ia mungkin melakukan sedikit gerakan atau pose di udara. Audio: Suara angin yang menderu kencang. Musik latar yang epik dan menginspirasi, membangun suasana kebebasan. [1:15-1:20] Momen Sebelum Payung Terbuka Visual: Close-up pada tangan Fairus yang bersiap menarik tali pembuka payung. Ekspresi fokus. (Opsional) Sedikit goyangan atau manuver singkat sebelum payung dibuka. Audio: Musik latar yang sedikit mereda, membangun ketegangan. [1:20-Akhir] Payung Terbuka & Pendaratan Visual: Payung terbuka dengan mulus. Gerakan melambat, Fairus mulai melayang dengan tenang di bawah payung. Pemandangan yang lebih tenang dan detail dari daratan saat ia mendekat. Pendaratan yang mulus. Fairus berdiri, melepas helm, dan tersenyum puas ke kamera. (Opsional) Teman-teman atau instruktur menyambutnya. Audio: Suara payung terbuka (whoosh). Suara angin yang lebih lembut. Musik latar yang tenang dan merayakan keberhasilan. Fairus mungkin mengucapkan sesuatu seperti "Berhasil!" atau "Luar biasa!" Tips Tambahan: Kualitas Kamera: Gunakan kamera aksi (GoPro atau sejenisnya) untuk hasil terbaik. Sudut Pengambilan: Manfaatkan beberapa sudut kamera jika memungkinkan (helm, tangan, instruktur). Ekspresi: Dorong Fairus untuk menunjukkan emosi yang kuat di setiap tahap. Penyuntingan: Pastikan transisi antar adegan mulus dan musik mendukung narasi visual. Semoga berhasil dengan videonya! Pasti akan sangat keren!
KARAKTER: {MODEL: wanita Indonesia sintal usia 24-26 tahun, keturunan campuran Indonesia-China-Filipina-Vietnam-India} {PROFESI: model peraga desain produk dengan target market para ibu-ibu 25 tahun} {WAJAH: cantik segar, tanpa kerutan penuaan, mata berbinar, kosmetika sangat tipis, tanpa alis buatan, pipi cempluk, menampilkan ekspresi mampu meyakinkan orang} {KULIT: kulit putih rajin perawatan skincare, bukan kuning, kulit sensitif, tanpa jerawat, ada vellus, tanpa selulit} {RAMBUT: digelung sangat longgar keatas, banyak helai terlepas bebas} {BODI: sintal padat berisi, agak langsing} {PAYUDARA: berukuran "38G" dan ukuran payudara sangat akurat, sangat bulat penuh seperti MELON, BESAR seperti ibu-ibu memiliki 3 anak} {PERUT: langsing tidak berlemak} {PANTAT: bulat berotot} POSE: {POSISI: duduk 1/2-rebahan bersandar, menghadap 2/3-depan sambil melirik manja ke depan kamera, nyaman, percaya diri, komposisi pose yang memiliki nilai seni dan kreativitas tinggi} {KAKI: kedua kaki bersila simetris mengangkang seperti posisi yoga, kedua lutut saling berjauhan} {TANGAN: kedua tangan diangkat sambil memperbaiki gelungan rambut} {MULUT: tersenyum manis memperlihatkan yang gigi rapi} PAKAIAN: {TEMA: bersifat serba terbuka (semacam BIKINI, BANDEAU, NO-BRA, THONG LOW RISE, HIPSTER), system ikatan bertali kesamping, mengikuti Anime Ecchi, tanpa menggunakan pakaian layer kedua} {BAHAN: seluruh pakaian yang dipakai terbuat dari bahan seperti kasa medis berpori, berwarna skintone sangat mirip dengan warna kulit model} LOKASI: {tenggelam di dalam semak tanaman tropis sangat rimbun, dedaunan berwarna hijau muda cerah yang sangat basah sehabis hujan, siang hari, sepi} TEKNIK FOTOGRAFI: {STYLE: Dramatis, Moody Dark green filter, pencahayaan alami langsung} {KAMERA: Shot on Phase One XF, 80mm lens, f/2.8, bukaan lensa cepat} {KUALITAS: 8k resolution, ultra_realistic, masterpiece quality, memperlihatkan detail sampai skala mikro pada pori-pori kulit dan rambut vellus} LAYOUT: {foto Jarak super dekat, posisi kamera tegak lurus dengan perut, POV: wajah-dada-perut-paha, rasio 2:3}
Buatkan potret di foto referensi yang bernuansa sinematis dan penuh suasana, menampilkan seorang pria muda di dalam kendaraan transportasi umum yang redup, seperti kereta atau bus. Dia mengenakan wireless earphone, menikmati musik dari ponselnya. Pencahayaan dalam foto hangat dan sedikit kekuningan, dengan cahaya lembut yang berasal dari luar jendela, menciptakan kontras dengan interior yang gelap. Pria tersebut bersandar pada kursi, mengenakan jaket denim abu abu muda yang di biarkan terbuka, dan kaos hitam. Latar belakangnya buram, menampilkan siluet samar-samar penumpang lain. Suasana foto tenang dan penuh renungan, dengan fokus pada ekspresi emosional subjek. Gunakan kedalaman bidang yang dangkal untuk menekankan subjek dan menciptakan efek bokeh pada latar belakang. Foto harus memiliki tekstur realistis dan sedikit berbutir, mirip dengan fotografi jalanan yang spontan.
Une illustration humoristique et détaillée, dans le style des Muppets de Jim Henson, représentant A. S. parodié. Le personnage doit garder les proportions exagérées et les textures propres aux marionnettes des Muppets : grande bouche expressive, yeux ronds et légèrement globuleux, peau en feutrine, couture visible par endroits, aspect doux et moelleux. A. est torse nu, montrant une musculature caricaturale mais dans un rendu Muppet (pectoraux et biceps très exagérés en mousse/feutrine). Son corps est recouvert de peintures de camouflage vertes, noires et brunes appliquées de façon comique, comme si elles avaient été peintes sur une marionnette. Il porte un pantalon camouflage tiger stripes bien détaillé, avec un tombé réaliste mais adapté au style cartoon Muppet. Par-dessus, il a un brelage de combat équipé de quelques portes-chargeurs et d’un étui contenant un large poignard visible. Dans ses mains en feutrine, il tient un fusil d’assaut M16, stylisé mais immédiatement reconnaissable. La pose imite directement l’affiche du film Commando (1985, Mark L. Lester), avec un cadrage serré type portrait. L’expression du visage est intense mais drôle, mélange de dureté parodique et du charme décalé d’une marionnette. L’ensemble doit respirer l’énergie d’une parodie rétro, mélangeant action héroïque et humour visuel typique des Muppets. Éclairage dramatique rappelant l’affiche originale, avec des ombres marquées sur la musculature de mousse et les accessoires militaires. L’arrière-plan doit être sombre, contrasté, pour renforcer l’effet “affiche de film d’action des années 80”. Résultat : une parodie de l’affiche culte de Commando, mais transposée dans l’univers loufoque et coloré des Muppets, à la fois drôle, nostalgique et très détaillée.
Nenek perempuan setengah-setengah pelukis artisan pelukis aktif, kaki penuh dan komposisi wajah super hero "hulk", dengan rambut panjang, kaki cokelat yang luar biasa, dan mata megah simetris, gaya instaport, ilustrasi digital, gaya komik, anatomi sempurna, terpusat, mendekati kesempurnaan, menggoda, provokatif, dinamis, sangat detail, artstation, memakai lebih sedikit, fokus tajam, ilustrasi, seni oleh Carne Griffiths ATAU Wadim Kashin ATAU Dan Mumfordn ATAU Marc Simonetti ATAU Leonid Afremov ATAU Kandinsky, ATAU Bruce Timms, produksi master fotorealistik, terpusat, simetri, dicat, rumit, pencahayaan volumetrik, mahakarya indah, kaya warna dalam,
Portrait hyper-réaliste d’un homme musclé d’environ 30 ans, torse nu, dans un espace intérieur neutre à la lumière blanche. Son visage est capturé en très gros plan, cadrage serré sur les yeux, le nez et la bouche, dans une composition frontale centrée et ultra-précise. Sa peau est lumineuse, brillante, légèrement humide : chaque pore, micro-poil, grain de beauté ou tache de rousseur est rendu avec une netteté extrême, comme dans une étude dermatologique ou une campagne de soin. Ses yeux sont grands ouverts, dirigés droit vers l’objectif, avec une intensité paisible. L’iris est d’un bleu profond et limpide, presque translucide, contrastant puissamment avec la chaleur dorée de la lumière. Les pupilles sont nettes, centrées, brillantes. Ce regard clair donne à l’image une force immédiate et silencieuse. Les lèvres sont légèrement entrouvertes, naturellement rosées et hydratées. Les cils projettent une ombre fine sur les pommettes. La lumière chaude et latérale, comme un rayon de soleil doré en fin d’après-midi (golden hour), arrive de la gauche à 45°, dessinant des reflets subtils sur les reliefs du visage : arcades sourcilières, arête du nez, haut des joues et bouche. Le fond est flou, gris pâle et neutre, sans aucun décor. Le torse musclé et rasé apparaît à peine en bas du cadre, dans le même bain de lumière chaude. Aucun vêtement visible à l’écran, sinon peut-être la partie supérieure d’un sous-vêtement blanc discret, sans caractère érotique. Le sujet est montré sans pose, sans affectation, dans une expression calme, ouverte, entre douceur et présence brute. Style visuel : photographie de beauté masculine ultra-réaliste, haute définition, lumière naturelle chaude, profondeur de champ très réduite. Influence éditoriale (Paolo Roversi, Mark Shaw) avec une esthétique clinique du grain de peau. Couleurs naturelles, tons cuivrés et bleus, contraste doux, aucun filtre, aucune retouche artificielle. L’image met en avant la matière vivante de la peau et l’intensité silencieuse du regard.
une illustration hyper détaillée, Kate Capeshaw (photo numéro un en référence), dans son rôle de Willie Scott dans le film culte de Steven Spielberg de 1984 "Indiana Jones et le temple maudit", Kate Capeshaw est dépeinte dans son rôle de meneuse de revue, telle qu'elle apparaît au début du film. Kate Capeshaw est vêtue de sa robe rouge à paillettes emblématique du film. Kate Capeshaw est en train de mener la revue dans le cabaret "Club Obi One" dans une ambiance endiablée et chante la chanson "Anything goes". kate Capeshaw est souriante et dynamique. En arrière plan, on peut voir l'inscription "Club Obi One" avec des néons rouges. Kate Capeshaw se trouve devant un immense gong doré. L'image est dynamique et joyeuse avec un éclairage typique des films d'action/aventure des années 80.
Iklan digital 3D yang sangat realistis dan sangat terperinci yang memamerkan kaleng soda Fanta berry yang robek di bagian tengahnya, memperlihatkan semburat berry segar dan montok yang tumpah keluar. Permukaan metalik kaleng tersebut ditampilkan dengan tekstur yang tajam dan realistis, termasuk tetesan air dan pantulan alami. Berry & potongan-potongan tersebut tampak segar dan bersemangat, beberapa beterbangan keluar dengan cipratan dinamis cairan biru keunguan dan tetesan yang tersebar. Komposisi tersebut mencakup latar belakang biru gradasi yang cerah dengan pencahayaan volumetrik yang halus, dan daun anggur hijau yang menambahkan aksen alami. Kedalaman bidang sinematik dan gerakan kabur menekankan pemandangan yang dinamis, ditampilkan dalam kualitas 4K UHD resolusi tinggi dengan iluminasi global, bayangan realistis, dan pencahayaan HDR. Gayanya adalah iklan minuman premium yang dramatis, menggunakan teknik rendering canggih seperti kualitas Unreal Engine + Octane Render.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
girl, headphones, sleeping, in bus, star map outside, in the style of Pino Daeni, outside shine,, window ,tranquil shadow dream fluctuation, , interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, the plush toy doll rabbit looking out the window, who does all the hard work and who gets all the credit? ,interior of evening glow, decorous technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori,
Edit foto ini (pada foto referensi) tanpa mengubah wajah dan bentuk tubuh aslinya. Buat gambar dengan kualitas dan resolusi tinggi, pemotretan menggunakan flash, diambil menggunakan iPhone 17 Pro. Dia mengenakan gaun spaghetti hitam dengan kemeja tipis sebagai luaran, memakai gelang dan jam tangan. Rambutnya diikat ke atas dengan beberapa helai rambut terurai. wajah tampak sedikit berminyak alami. Ia berada di warung / tempat jualan Pecel Lele pada malam hari, duduk lesehan di atas tikar. Posisi duduk menghadap depan, kedua tangan berada di atas meja, salah satu tangan menopang dagu. Di depannya terdapat meja dengan taplak merah, di atasnya ada dua gelas es teh dan tempat tisu. Di belakangnya terlihat spanduk kain besar khas warung pecel lele dengan ilustrasi ikan lele dan bebek, serta tulisan “Lesehan Lamongan” yang tampak terbalik karena terlihat dari sisi belakang spanduk. Di balik spanduk terlihat suasana jalan raya. Pencahayaan malam hari, menggunakan flash kamera yang kuat dan langsung mengarah ke wajah, menghasilkan sorotan jelas pada wajah. Sudut pengambilan gambar dari samping dengan sudut sangat lebar (ultra wide). Nuansa foto ceria dan candid, kualitas 4K, tanpa blur, efek bokeh, rasio aspek 9:16.
Coloriser cette image et en changer le style selon les instructions suivantes : "tu ne conservera que le personnage en train de jouer du saxophone et transformera le fond, la scène se déroule désormais dans un boite de nuit installée dans une cave parisienne, le joueur de saxophone joue dans un salle enfumée et est éclairé par un spot arrivant de la partie en haut à droite de l'image, le reste de la scène est plongée dans la pénombre. Le style à utiliser est celui du jeu GTA
Dans cette video, je vais souligner les dérives et les illusions autour de l’argent facile, surtout sur les réseaux sociaux. Voici quelques points clés qui ressortent de ton message, et que beaucoup devraient entendre : 1. L’arnaque du "gain facile" sur TikTok/YouTube Les promesses de fortunes rapides grâce à l’IA, aux dropshipping ou autres "méthodes secrètes" sont souvent des supercheries. Ces contenus jouent sur la vulnérabilité des gens en utilisant des phrases chocs ("Incroyable !", "Les banques détestent cette méthode !") pour capter l’attention. C’est du clickbait pur et simple, rarement suivi de résultats concrets. 2. Le trading : un métier exigeant, pas un jeu Mon expérience de 12 ans dans le trading parle d’elle-même : c’est un domaine qui demande des années d’apprentissage, de discipline, et une approche systématique (comme mes robots GX12 le prouvent). Ceux qui critiquent le trading comme une "arnaque" confondent souvent les vrais traders avec les scammers de Dubai ou les influenceurs qui vendent des formations bidon. 3. La manipulation par les réseaux sociaux Les shorts/vidéos qui surfent sur l’émotion ("C’est illégal !", "Personne ne te dira ça !") sont conçus pour engranger des vues, pas pour éduquer. Leur but est de créer une dépendance au contenu sensationaliste, pas de transmettre des connaissances solides. 4. Le conseil le plus précieux : la patience Comme tu le dis, gagner sa vie demande du temps et des compétences réelles. Que ce soit en trading, en entrepreneuriat ou dans tout autre domaine, il n’y a pas de raccourci. Les seuls qui s’enrichissent vite avec ces "méthodes miracles", ce sont ceux qui les vendent. En résumé : Ton témoignage est un rappel salutaire. Les vrais succès se construisent dans la durée, loin du bruit des arnaqueurs en ligne. Continuer à partager ton expertise honnête est une façon de contrebalancer ces discours toxiques. Les vrais pros n’ont pas besoin de s’afficher à Dubai avec une Lamborghini loué,
Gambar Realistis 0,8k. 9:16. Selfie cermin gym A 30-year-old Indonesian woman with fair, postur dan wajah luna maya.porcelain skin. di pusat kebugaran modern. Foto tiga perempat badan dari sudut samping belakang, diambil saat saya memegang ponsel di tangan kanan dan melihat ke arah cermin dengan ekspresi santai dan percaya diri. Pakaian: bra olahraga ringan dan celana pendek olahraga tanpa jahitan warna BIRU DARK berpinggang tinggi; jam tangan pintar di pergelangan tangan; anting-anting kecil. Pencahayaan: pencahayaan gym dalam ruangan yang terang dengan campuran nada dingin dan netral; sorotan bersih pada lengan dan bahu, bayangan lembut yang mendefinisikan tonus otot; tanpa kontras yang tajam. Lingkungan: latar belakang gym yang ramai dengan banyak orang berlatih, bangku beban dan dumbel, mesin, dan lantai karet; kolom/dinding kuning cerah di sebelah kanan; pantulan cermin menunjukkan kedalaman ruangan dan peralatan; sedikit blur gerakan dan bokeh di latar belakang untuk menekankan subjek. Palet warna: nada gym netral — hitam, abu-abu, metalik — dikontraskan dengan dinding aksen kuning dan pakaian krem; warna kulit alami. Kamera & tampilan: perspektif kamera ponsel melalui cermin, sedikit sudut ke bawah; Fokus tajam pada pantulan subjek, latar belakang sedikit buram; tekstur fotorealistik untuk kain pakaian olahraga dan peralatan gym; perspektif dan proporsi yang akurat. Suasana: energik, percaya diri, nuansa kebugaran modern; detail tinggi tanpa penajaman berlebihan.” Pesan negatif: “resolusi rendah, buram, terlalu terang, terlalu gelap, bayangan tajam, kulit seperti plastik/berlilin, penghalusan berlebihan, efek HDR, hiper-stilistik/kartun, proporsi terdistorsi, anatomi salah, cermin melengkung, wajah ganda, jari tambahan, tanda air, overlay teks, artefak berantakan, noise berat.
video filem berdialog (Sabah slang) kekalkan wajah & suasana asal Gunakan imej rujukan sebagai frame pembuka dan identity reference sahaja. Kekalkan wajah subjek seperti asal, pakaian, umur, tona kulit, gaya tudung, dan suasana dapur kayu kampung seperti dalam gambar. Jangan ubah layout rumah, dapur tanah liat, periuk, papan pemotong, bawang merah dan cili, tikar, pencahayaan natural petang, dan mood kampung sederhana Nota penting untuk konsistensi muka & suasana 1. Letakkan imej rujukan sebagai first frame identity reference jika platform menyokongnya. 2. Tambah frasa preserve original faces, wardrobe, hut layout, and lighting from reference image di hujung prompt jika model cenderung mengubah subjek. 3. Elakkan arahan seperti change outfit, beautify, younger, different angle identity, new hairstyle, kerana itu sering merosakkan konsistensi wajah. 4. Untuk hasil lebih stabil, jana 3 shot clips (dapur sungai balik bawa buaya) kemudian sambung di editor video. 5. Jika model video menyokong seed, gunakan seed yang sama untuk semua shot. Cadangan dialog yang lebih natural dalam lohgat Sabah (opsyen) Watak Dialog asal Versi lebih natural (opsyen) Nenek “Dawiya pergi kau tangkap ikan di sungai bah, Sudah Nenek Siapkan api ni……“Dawiya, pergi kau tangkap ikan di sungai bah. Sudah nenek siapkan api ni…” Cucu : “oyekkk...nek ... Boleh bah kalau kau !!” “Oyekkk… nek… boleh bah kalau kau!” Saya kekalkan maksud dan nada komedi; perubahan hanya untuk kelancaran sebutan dan lip-sync. Tip akhir: jika model menghasilkan buaya yang terlalu agresif, tambah crocodile remains calm, stationary, comedic, no attack, no chase, no gore untuk memastikan adegan kekal lucu dan selamat. video filem berdialog (Bahasa Sabah) kekalkan wajah & suasana asal Selamat digunakan untuk model video AI Kekalkan identiti visual subjek seperti dalam gambar asal; jangan ubah wajah, umur, pakaian, atau suasana pondok kayu desa Sabah. Jangan tambah orang baru. Fokus pada nenek dan cucu sahaja. Pastikan loghat/intonasi Sabah kedengaran natural dan mesra. Catatan penting tentang “buaya” Jika model video terlalu literal atau menghasilkan adegan berbahaya, tukar frasa “seekor buaya” kepada “seekor anak buaya kecil yang tidak agresif” dan tambah arahan “strictly comedic, no threat, no chase, no attack”. Tip sync dialog & timing 1. 0–6s: establishing shot, fire crackling, grandmother starts speaking. 2. 6–10s: close-up child chopping; child replies. 3. 10–60s: playful river-catching montage (no new characters needed; keep shots on the child). 4. 60–70s: child returns with the small crocodile; grandmother’s shocked reaction. 5. 70–75s: child proudly says, “Ikan besar bah, nek!” and freeze-frame for comedic ending. Cadangan TTS voice direction Nenek: suara wanita tua Sabah, tenang dan sedikit serak, tempo perlahan. Cucu: suara kanak-kanak perempuan Sabah, ceria, sedikit nakal, tempo cepat dan natural. Reaksi akhir nenek: tarik nafas pendek, bunyi terkejut spontan (“Aduh! Buaya bah tu!”) boleh ditambah jika model membenarkan ad-lib. See less Recent
J’ai réalisé un seul et même texte pour le prompt. j’aimerais qui tu me fournisses 3 images s’il te plaît et sur chaque image, je devrais voir une page de format A4 sous la forme d’une BD, il devrait y’avoir 18 cases avec donc 6 cases par page. Avec le prompt que je vais te fournir, chaque paragraphe correspond à une case. Le prompt est le suivant : « On est dans une chambre d’enfant, il fait nuit, décorée simplement avec quelques jouets sur le sol. Un père de peau noire qui a les cheveux crépus courts, une barbe fine, portant une chemise décontractée, donne un baiser tendre sur le front de son fils, tout en lui mettant doucement la couverture autour de lui. Le fils semble légèrement inquiet, regardant timidement son père. La lumière du soir crée une atmosphère douce. Puis, le père, debout à la porte, regarde une dernière fois son fils avec un sourire rassurant avant de quitter la pièce. Ensuite, le fils, allongé dans son lit, fixe le plafond avec une expression légèrement anxieuse. La pièce est presque sombre, avec une lueur douce émanant de sous la porte. Puis, l’enfant, toujours allongé dans son lit, tourne brusquement la tête en direction de l’obscurité d’un coin de la chambre. Ses yeux sont grands ouverts, et il semble alerte. Le décor est sombre et inquiétant, avec des ombres légèrement accentuées. Ensuite, un bruit résonne dans la pièce. L’enfant, recroquevillé dans son lit, regarde avec terreur vers la porte du placard entrouverte. Puis, l’expression sur son visage est figée par la peur. Les ombres dans la pièce semblent se déplacer subtilement, ajoutant à l’angoisse. Puis, on voit une ombre monstrueuse qui se projette sur le mur près du placard. L’ombre a une forme indistincte mais menaçante, avec des griffes longues et des yeux brillants. Puis, l’enfant se cache sous la couverture, laissant dépasser ses yeux, qui fixent la silhouette avec horreur. Désormais, le monstre commence à s’approcher lentement, visible uniquement par son ombre massive et inquiétante projetée sur le mur. Puis,l’enfant, sous sa couverture, serre son doudou contre lui, tremblant de peur. Les tons de la pièce deviennent encore plus sombres, amplifiant l’atmosphère oppressante. Le monstre est maintenant proche du lit, sa silhouette toujours projetée sur le mur, avec des griffes tendues. L’enfant a totalement disparu sous la couverture, ne laissant que la forme de son corps tremblant visible. La tension atteint son apogée. Il y’a ensuite un gros plan sur le monstre qui s’approchent lentement du lit. L’ombre semble se tordre et devenir plus menaçante, tandis que le silence dans la pièce est palpable. La couverture de l’enfant tremble légèrement, indiquant qu’il est terrifié. La chambre est désormais plongée dans un silence total. L’ombre du monstre commence à s’éloigner, redevenant indistincte et se fondant dans les ombres naturelles de la chambre. Ensuite, on voit l’enfant, sous sa couverture, qui est toujours immobile mais il ne tremble plus. Puis, l’enfant sort doucement la tête de sous la couverture, ses yeux sont rouges de larmes et ses joues sont trempées de larmes, il regarde autour de lui avec prudence. La chambre semble à nouveau calme. Ensuite, on voit l’enfant qui est toujours couché sur son lit, tenant son doudou fermement contre lui. Il regarde la fenêtre. Le monstre a complètement disparu, ne laissant aucune trace de son passage. Après, on a un gros plan sur le visage de l’enfant, apaisé mais fatigué, ses yeux se fermant doucement alors qu’il s’assoupit de nouveau. L’enfant s’est maintenant endormi paisiblement dans son lit, tenant toujours son doudou. Enfin, on a un dernier plan sur la porte de la chambre, fermée, avec une légère ombre qui semble se dessiner sous la lumière extérieure. Une subtile tension demeure, mais la scène reste calme. »
Judul Video: Saya Fairus Syah, Dari group 3, Accept 30 Days Challenge edisi Kali ni..LU TAK BERANI, LU BOLEH BALIK!! Durasi: Sekitar 1-2 menit (bisa disesuaikan) Musik Latar: Musik yang mendebarkan dan memacu adrenalin, lalu menjadi lebih epik dan menginspirasi setelah terjun. [0:00-0:15] Suasana Persiapan di Pesawat Visual: Fairus Syah (dengan perlengkapan terjun payung lengkap) duduk di dalam pesawat, terlihat sedikit tegang namun bersemangat. Cuplikan singkat teman-teman atau instruktur di sekitarnya yang memberikan semangat atau melakukan pemeriksaan akhir. Pemandangan awan atau daratan dari jendela pesawat yang semakin dekat. Close-up pada ekspresi Fairus yang menunjukkan antisipasi. Audio: Suara mesin pesawat yang menderu. Suara instruktur yang memberikan instruksi singkat (opsional, bisa hanya visual). Fairus mengambil napas dalam-dalam. [0:15-0:30] Momen di Ambang Pintu Pesawat Visual: Fairus Syah bergerak ke arah pintu pesawat yang terbuka. Angin kencang menerpa. Pemandangan luas di bawah yang menakjubkan (langit biru, awan, daratan). Instruktur di sampingnya memberikan isyarat terakhir. Fairus menoleh ke kamera dengan ekspresi tekad. Audio: Suara angin yang sangat kencang. Fairus Syah mengambil posisi di ambang pintu. [0:30-0:40] Seruan Fairus Syah & Terjun! Visual: Close-up wajah Fairus Syah. Ia menarik napas dalam-dalam, matanya penuh semangat. Fairus Syah melantangkan: "SAYA FAIRUS SYAH, DARI GROUP 3, ACCEPT 30 DAYS CHALLENGE EDISI KALI INI!" (Pastikan ekspresi dan suaranya penuh energi dan semangat!) Gerakan cepat: Ia langsung mendorong diri atau melompat keluar dari pesawat. Audio: Suara Fairus Syah yang lantang dan jelas. Suara dentuman saat ia melompat keluar. Musik latar yang mencapai klimaks. [0:40-1:15] Melayang di Udara (Freefall) Visual: Fairus Syah melayang bebas di udara, dengan posisi belly-to-earth yang stabil. Pemandangan spektakuler dari atas: awan di bawahnya, daratan yang membentang luas. Ekspresi Fairus yang penuh kebahagiaan, senyum lebar, dan mungkin teriakan kegembiraan (tanpa suara, hanya visual). Cuplikan dari berbagai sudut (jika memungkinkan, misalnya dari kamera di helm atau kamera yang dipegang instruktur). Ia mungkin melakukan sedikit gerakan atau pose di udara. Audio: Suara angin yang menderu kencang. Musik latar yang epik dan menginspirasi, membangun suasana kebebasan. [1:15-1:20] Momen Sebelum Payung Terbuka Visual: Close-up pada tangan Fairus yang bersiap menarik tali pembuka payung. Ekspresi fokus. (Opsional) Sedikit goyangan atau manuver singkat sebelum payung dibuka. Audio: Musik latar yang sedikit mereda, membangun ketegangan. [1:20-Akhir] Payung Terbuka & Pendaratan Visual: Payung terbuka dengan mulus. Gerakan melambat, Fairus mulai melayang dengan tenang di bawah payung. Pemandangan yang lebih tenang dan detail dari daratan saat ia mendekat. Pendaratan yang mulus. Fairus berdiri, melepas helm, dan tersenyum puas ke kamera. (Opsional) Teman-teman atau instruktur menyambutnya. Audio: Suara payung terbuka (whoosh). Suara angin yang lebih lembut. Musik latar yang tenang dan merayakan keberhasilan. Fairus mungkin mengucapkan sesuatu seperti "Berhasil!" atau "Luar biasa!" Tips Tambahan: Kualitas Kamera: Gunakan kamera aksi (GoPro atau sejenisnya) untuk hasil terbaik. Sudut Pengambilan: Manfaatkan beberapa sudut kamera jika memungkinkan (helm, tangan, instruktur). Ekspresi: Dorong Fairus untuk menunjukkan emosi yang kuat di setiap tahap. Penyuntingan: Pastikan transisi antar adegan mulus dan musik mendukung narasi visual. Semoga berhasil dengan videonya! Pasti akan sangat keren!
Buatkan potret di foto referensi yang bernuansa sinematis dan penuh suasana, menampilkan seorang pria muda di dalam kendaraan transportasi umum yang redup, seperti kereta atau bus. Dia mengenakan wireless earphone, menikmati musik dari ponselnya. Pencahayaan dalam foto hangat dan sedikit kekuningan, dengan cahaya lembut yang berasal dari luar jendela, menciptakan kontras dengan interior yang gelap. Pria tersebut bersandar pada kursi, mengenakan jaket denim abu abu muda yang di biarkan terbuka, dan kaos hitam. Latar belakangnya buram, menampilkan siluet samar-samar penumpang lain. Suasana foto tenang dan penuh renungan, dengan fokus pada ekspresi emosional subjek. Gunakan kedalaman bidang yang dangkal untuk menekankan subjek dan menciptakan efek bokeh pada latar belakang. Foto harus memiliki tekstur realistis dan sedikit berbutir, mirip dengan fotografi jalanan yang spontan.
Nenek perempuan setengah-setengah pelukis artisan pelukis aktif, kaki penuh dan komposisi wajah super hero "hulk", dengan rambut panjang, kaki cokelat yang luar biasa, dan mata megah simetris, gaya instaport, ilustrasi digital, gaya komik, anatomi sempurna, terpusat, mendekati kesempurnaan, menggoda, provokatif, dinamis, sangat detail, artstation, memakai lebih sedikit, fokus tajam, ilustrasi, seni oleh Carne Griffiths ATAU Wadim Kashin ATAU Dan Mumfordn ATAU Marc Simonetti ATAU Leonid Afremov ATAU Kandinsky, ATAU Bruce Timms, produksi master fotorealistik, terpusat, simetri, dicat, rumit, pencahayaan volumetrik, mahakarya indah, kaya warna dalam,
Portrait hyper-réaliste d’un homme musclé d’environ 30 ans, torse nu, dans un espace intérieur neutre à la lumière blanche. Son visage est capturé en très gros plan, cadrage serré sur les yeux, le nez et la bouche, dans une composition frontale centrée et ultra-précise. Sa peau est lumineuse, brillante, légèrement humide : chaque pore, micro-poil, grain de beauté ou tache de rousseur est rendu avec une netteté extrême, comme dans une étude dermatologique ou une campagne de soin. Ses yeux sont grands ouverts, dirigés droit vers l’objectif, avec une intensité paisible. L’iris est d’un bleu profond et limpide, presque translucide, contrastant puissamment avec la chaleur dorée de la lumière. Les pupilles sont nettes, centrées, brillantes. Ce regard clair donne à l’image une force immédiate et silencieuse. Les lèvres sont légèrement entrouvertes, naturellement rosées et hydratées. Les cils projettent une ombre fine sur les pommettes. La lumière chaude et latérale, comme un rayon de soleil doré en fin d’après-midi (golden hour), arrive de la gauche à 45°, dessinant des reflets subtils sur les reliefs du visage : arcades sourcilières, arête du nez, haut des joues et bouche. Le fond est flou, gris pâle et neutre, sans aucun décor. Le torse musclé et rasé apparaît à peine en bas du cadre, dans le même bain de lumière chaude. Aucun vêtement visible à l’écran, sinon peut-être la partie supérieure d’un sous-vêtement blanc discret, sans caractère érotique. Le sujet est montré sans pose, sans affectation, dans une expression calme, ouverte, entre douceur et présence brute. Style visuel : photographie de beauté masculine ultra-réaliste, haute définition, lumière naturelle chaude, profondeur de champ très réduite. Influence éditoriale (Paolo Roversi, Mark Shaw) avec une esthétique clinique du grain de peau. Couleurs naturelles, tons cuivrés et bleus, contraste doux, aucun filtre, aucune retouche artificielle. L’image met en avant la matière vivante de la peau et l’intensité silencieuse du regard.
Iklan digital 3D yang sangat realistis dan sangat terperinci yang memamerkan kaleng soda Fanta berry yang robek di bagian tengahnya, memperlihatkan semburat berry segar dan montok yang tumpah keluar. Permukaan metalik kaleng tersebut ditampilkan dengan tekstur yang tajam dan realistis, termasuk tetesan air dan pantulan alami. Berry & potongan-potongan tersebut tampak segar dan bersemangat, beberapa beterbangan keluar dengan cipratan dinamis cairan biru keunguan dan tetesan yang tersebar. Komposisi tersebut mencakup latar belakang biru gradasi yang cerah dengan pencahayaan volumetrik yang halus, dan daun anggur hijau yang menambahkan aksen alami. Kedalaman bidang sinematik dan gerakan kabur menekankan pemandangan yang dinamis, ditampilkan dalam kualitas 4K UHD resolusi tinggi dengan iluminasi global, bayangan realistis, dan pencahayaan HDR. Gayanya adalah iklan minuman premium yang dramatis, menggunakan teknik rendering canggih seperti kualitas Unreal Engine + Octane Render.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Edit Foto ini diambil dalam gaya "follow me" atau "ikut aku," di mana kamera (atau orang yang mengambil foto) memegang tangan subjek utama yang sedang berjalan di depan. Subjek Utama: Seorang pria memakai kaos tanpa lengan warna hitam dan kacamata hitam, berjalan di dalam air laut setinggi pinggang atau dada. Aksi dan Sudut Pandang: Pria itu menghadap ke kamera menoleh dari arah bahu. Lengan kanannya (dari sudut pandang kita) terentang ke belakang dan ke bawah, menggenggam erat tangan seseorang wanita (orang yang mengambil foto/kamera). Si wanita pergelangan tangannya mengenakan gelang clover. Latar Belakang (Air dan Laut): Subjek berada di perairan yang tenang. Air laut berwarna cokelat kemerahan atau oranye muda, memantulkan warna langit senja di atasnya. Tekstur air terlihat lembut dengan sedikit riak. Latar Belakang (Langit dan Senja): Latar belakang didominasi oleh pemandangan matahari terbenam atau senja yang dramatis. Langit dipenuhi awan-awan besar yang disinari dengan warna-warna hangat yang indah: Warna dominan adalah merah muda, oranye, dan persik yang lembut. Ada juga sentuhan ungu/biru di bagian atas dan awan yang lebih gelap di tengah, menciptakan kontras yang menarik. Komposisi dan Suasana: Foto ini memiliki komposisi yang kuat, menempatkan subjek utama di tengah dan sedikit bergeser ke kanan. Genggaman tangan di foreground menciptakan koneksi emosional dan membawa penonton langsung ke dalam momen. Cahaya golden hour dari senja memberikan nuansa yang sangat hangat, romantis, dan damai. Potensi Prompt atau Kisah di Balik Foto (Interpretasi): Tema: Perjalanan, petualangan, romansa, kedamaian, dan menikmati keindahan alam bersama. Kisah yang Disampaikan: Foto ini mengisahkan ajakan untuk mengikuti, menjelajahi, dan berbagi momen yang indah, biasanya dalam konteks liburan, pasangan, atau pelarian diri yang damai. Ini adalah representasi klasik dari hubungan dan kepercayaan. Emosi: Rindu, kehangatan, harapan, keintiman, ketenangan. Hasil foto ultra realistik, resolusi tinggi, ketajaman tinggi pada wajah dan rambut sesuai foto referensi.
Portrait futuriste et éthéré d'une femme avec une peau translucide révélant son crâne, inspiré de l’esthétique cyberpunk japonais. Elle émet une lueur bio-luminescente vert néon, rappelant les néons de Tokyo la nuit. Son profil est mis en valeur par une tenue noire élégante à col haut, ornée de motifs technologiques inspirés du design japonais. Autour d’elle, des hologrammes de kanjis flottent subtilement dans l’air, fusionnant tradition et futurisme. L’arrière-plan est un dégradé blanc brumeux évoquant une ville cybernétique noyée dans la brume, renforçant une ambiance surréaliste et high-tech. L’éclairage, d’un bleu glacial et futuriste, illumine délicatement sa structure osseuse, créant un effet de vision aux rayons X. Rendu en Unreal Engine 5, avec textures translucides, effets holographiques et éclairage cinématographique, combinant minimalisme épuré et hyperréalisme, dans un style cyberpunk japonais sophistiqué.
Perempuan Asia wajah oval lembut kulit cerah, mata almond coklat gelap, alis tebal rapi, hidung kecil ramping, bibir penuh natural pink, senyum lembut. Rambut hitam panjang bergelombang halus belah samping. Makeup soft glam natural. Tubuhberisi proporsional siluet feminin alami.kualitas terbaik, ultra realistis, fotorealistik 8k, wajah yang bertahan sama dan fitur identik dengan referensi, yang sama, proporsi tubuh langsing yang konsisten tanpa perubahan, tanpa perubahan bentuk tubuh, tanpa distorsi ukuran, payudara alami yang sangat super besar, montok payudara besar asli yang sangat super montok, bentuk bulat yang lembut dengan lekukan realistis yang lembut dan kendur alami, berat dan kencang dada..lembut, kulit cerah, halus, dan bercahaya karena uap dan air hangat, mata cokelat gelap berbentuk almond, alis tebal yang rapi, hidung kecil dan ramping, bibir merah muda alami yang penuh dengan senyum lembut, tipis, tenang, dan rileks, rambut hitam panjang bergelombang terbelah ke samping, basah dan menempel lembut di bahu, leher, dan punggung atas, beberapa helai jatuh ke depan di wajah dengan tetesan air, riasan glamor alami yang lembut dan segar meskipun beruap. Tubuh feminin yang proporsional dan berlekuk dengan lekuk alami yang menggoda, proporsi realistis yang konsisten tanpa berlebihan pada wajah atau tubuh. Adegan: bersantai di bak mandi marmer putih besar di kamar mandi hotel mewah modern, air hangat berbusa putih tebal mengelilinginya hingga dada, uap tipis naik menciptakan suasana intim dan imajinatif yang hangat, pencahayaan lembut yang hangat dari lampu sorot dan lampu dinding emas, ubin marmer krem-beige, cermin besar yang sedikit berkabut di belakang.
Buat poster kolase editorial streetwear Jepang bergaya Y2K yang bold dengan estetika majalah fashion high-end yang bersih, dipadukan tekstur kertas grunge, sobekan majalah, cipratan tinta distressed, dan desain urban terinspirasi jalanan Tokyo. Komposisi utama: satu portrait close-up sinematik besar pria Jepang muda di bagian atas dengan fokus mata yang intens, tekstur kulit natural, rahang tegas, bibir natural glossy, rambut messy medium wolf cut diikat kecil ke belakang, tanpa kacamata, pencahayaan dramatis lembut, ekspresi dingin percaya diri namun calm innocent, gaya fotografi fashion ultra-realistis. Outfit pria: layered Japanese streetwear premium bergaya Y2K modern, oversized washed black jacket, inner fitted putih, tactical cargo pants gelap, silver chain necklace, multiple rings, ear cuff minimalis, leather strap details, textured fabric premium, silhouette edgy high-fashion Tokyo street style, clean monochrome palette dengan aksen abu-abu dan metalik. Komposisi bawah: hanya 2 frame portrait kolase kecil dengan ekspresi wajah dan angle berbeda, dibuat seperti foto polaroid sobek yang ditempel menggunakan tape di poster. Satu frame menunjukkan ekspresi serious side profile, satu lagi candid low-angle dengan tatapan tajam. Elemen desain: tipografi Jepang oversized yang bold, teks Inggris minimal, detail kecil rambu jalan Jepang, stiker barcode, potongan koran, tekstur vintage grunge, sapuan cat distressed, grain film analog, potongan masking tape, efek layered paper collage, dan layout editorial magazine premium. Gaya visual: edgy namun tetap clean, zine fashion Jepang modern, bayangan sinematik, detail mata sangat tajam, realism RAW DSLR, moodboard streetwear editorial, desain grafis premium, ultra detail, kualitas 8K, balanced neutral tones, nuansa hitam-putih-abu modern, tanpa estetika pink, tanpa bubble style, tanpa nuansa kartun.
"Sebuah foto close-up hingga medium shot yang menangkap momen inti dari tradisi Ma'nene di Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Fokus utama adalah pada sosok mumi atau jasad leluhur yang telah diawetkan, yang terlihat sedang dipakaikan pakaian baru. Dua orang dewasa di latar depan, yang mengenakan masker wajah berwarna putih dan sarung tangan lateks putih, dengan hati-hati memegang dan memakaikan pakaian berwarna gelap bermotif (jika motifnya terlihat jelas, sebutkan, contoh: motif geometris atau tenun tradisional) kepada mumi tersebut. Salah satu orang dewasa di sebelah kiri mengenakan kaos berwarna biru dan hitam dengan logo putih di lengan, serta topi berwarna gelap. Orang dewasa di sebelah kanan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna oranye dan topi berwarna merah muda. Sosok mumi terlihat kering dan berwarna kecoklatan, dengan detail tekstur kulit dan kemungkinan sisa-sisa perhiasan atau kain lama yang masih melekat. Ekspresi wajah mumi tidak jelas karena kondisi jenazah. Di latar belakang terlihat beberapa orang lain yang mengamati prosesi ini. Beberapa di antaranya juga mengenakan masker wajah. Latar belakang menunjukkan lingkungan luar ruangan dengan pepohonan hijau yang rimbun dan sebagian struktur bangunan sederhana berwarna putih dengan atap berwarna gelap. Cahaya alami menyinari subjek, menciptakan bayangan lembut. Atmosfer gambar adalah khidmat, penuh hormat, dan mencerminkan tradisi budaya yang unik. Pastikan detail pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berinteraksi dan kondisi mumi terlihat jelas." Elemen-elemen rinci yang ditambahkan dalam prompt ini: Jenis Bidikan: Close-up hingga medium shot untuk fokus pada interaksi. Lokasi Spesifik: Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Aktor: Dua orang dewasa yang mengenakan masker dan sarung tangan, serta deskripsi pakaian mereka. Sosok mumi dengan deskripsi visualnya. Beberapa pengamat di latar belakang. Aksi: Memakaikan pakaian baru kepada mumi. Objek: Pakaian baru (sebutkan warna dan motif jika terlihat), sisa pakaian lama/perhiasan pada mumi. Latar Belakang: Pepohonan, struktur bangunan sederhana, cahaya alami. Atmosfer: Khidmat, penuh hormat, budaya unik. Instruksi Tambahan: Detail pakaian dan kondisi mumi harus jelas.
KARAKTER: {MODEL: wanita Indonesia sintal usia 24-26 tahun, keturunan campuran Indonesia-China-Filipina-Vietnam-India} {PROFESI: model peraga desain produk dengan target market para ibu-ibu 25 tahun} {WAJAH: cantik segar, tanpa kerutan penuaan, mata berbinar, kosmetika sangat tipis, tanpa alis buatan, pipi cempluk, menampilkan ekspresi mampu meyakinkan orang} {KULIT: kulit putih rajin perawatan skincare, bukan kuning, kulit sensitif, tanpa jerawat, ada vellus, tanpa selulit} {RAMBUT: digelung sangat longgar keatas, banyak helai terlepas bebas} {BODI: sintal padat berisi, agak langsing} {PAYUDARA: berukuran "38G" dan ukuran payudara sangat akurat, sangat bulat penuh seperti MELON, BESAR seperti ibu-ibu memiliki 3 anak} {PERUT: langsing tidak berlemak} {PANTAT: bulat berotot} POSE: {POSISI: duduk 1/2-rebahan bersandar, menghadap 2/3-depan sambil melirik manja ke depan kamera, nyaman, percaya diri, komposisi pose yang memiliki nilai seni dan kreativitas tinggi} {KAKI: kedua kaki bersila simetris mengangkang seperti posisi yoga, kedua lutut saling berjauhan} {TANGAN: kedua tangan diangkat sambil memperbaiki gelungan rambut} {MULUT: tersenyum manis memperlihatkan yang gigi rapi} PAKAIAN: {TEMA: bersifat serba terbuka (semacam BIKINI, BANDEAU, NO-BRA, THONG LOW RISE, HIPSTER), system ikatan bertali kesamping, mengikuti Anime Ecchi, tanpa menggunakan pakaian layer kedua} {BAHAN: seluruh pakaian yang dipakai terbuat dari bahan seperti kasa medis berpori, berwarna skintone sangat mirip dengan warna kulit model} LOKASI: {tenggelam di dalam semak tanaman tropis sangat rimbun, dedaunan berwarna hijau muda cerah yang sangat basah sehabis hujan, siang hari, sepi} TEKNIK FOTOGRAFI: {STYLE: Dramatis, Moody Dark green filter, pencahayaan alami langsung} {KAMERA: Shot on Phase One XF, 80mm lens, f/2.8, bukaan lensa cepat} {KUALITAS: 8k resolution, ultra_realistic, masterpiece quality, memperlihatkan detail sampai skala mikro pada pori-pori kulit dan rambut vellus} LAYOUT: {foto Jarak super dekat, posisi kamera tegak lurus dengan perut, POV: wajah-dada-perut-paha, rasio 2:3}
Une illustration humoristique et détaillée, dans le style des Muppets de Jim Henson, représentant A. S. parodié. Le personnage doit garder les proportions exagérées et les textures propres aux marionnettes des Muppets : grande bouche expressive, yeux ronds et légèrement globuleux, peau en feutrine, couture visible par endroits, aspect doux et moelleux. A. est torse nu, montrant une musculature caricaturale mais dans un rendu Muppet (pectoraux et biceps très exagérés en mousse/feutrine). Son corps est recouvert de peintures de camouflage vertes, noires et brunes appliquées de façon comique, comme si elles avaient été peintes sur une marionnette. Il porte un pantalon camouflage tiger stripes bien détaillé, avec un tombé réaliste mais adapté au style cartoon Muppet. Par-dessus, il a un brelage de combat équipé de quelques portes-chargeurs et d’un étui contenant un large poignard visible. Dans ses mains en feutrine, il tient un fusil d’assaut M16, stylisé mais immédiatement reconnaissable. La pose imite directement l’affiche du film Commando (1985, Mark L. Lester), avec un cadrage serré type portrait. L’expression du visage est intense mais drôle, mélange de dureté parodique et du charme décalé d’une marionnette. L’ensemble doit respirer l’énergie d’une parodie rétro, mélangeant action héroïque et humour visuel typique des Muppets. Éclairage dramatique rappelant l’affiche originale, avec des ombres marquées sur la musculature de mousse et les accessoires militaires. L’arrière-plan doit être sombre, contrasté, pour renforcer l’effet “affiche de film d’action des années 80”. Résultat : une parodie de l’affiche culte de Commando, mais transposée dans l’univers loufoque et coloré des Muppets, à la fois drôle, nostalgique et très détaillée.
une illustration hyper détaillée, Kate Capeshaw (photo numéro un en référence), dans son rôle de Willie Scott dans le film culte de Steven Spielberg de 1984 "Indiana Jones et le temple maudit", Kate Capeshaw est dépeinte dans son rôle de meneuse de revue, telle qu'elle apparaît au début du film. Kate Capeshaw est vêtue de sa robe rouge à paillettes emblématique du film. Kate Capeshaw est en train de mener la revue dans le cabaret "Club Obi One" dans une ambiance endiablée et chante la chanson "Anything goes". kate Capeshaw est souriante et dynamique. En arrière plan, on peut voir l'inscription "Club Obi One" avec des néons rouges. Kate Capeshaw se trouve devant un immense gong doré. L'image est dynamique et joyeuse avec un éclairage typique des films d'action/aventure des années 80.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
girl, headphones, sleeping, in bus, star map outside, in the style of Pino Daeni, outside shine,, window ,tranquil shadow dream fluctuation, , interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, the plush toy doll rabbit looking out the window, who does all the hard work and who gets all the credit? ,interior of evening glow, decorous technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori,
Dans cette video, je vais souligner les dérives et les illusions autour de l’argent facile, surtout sur les réseaux sociaux. Voici quelques points clés qui ressortent de ton message, et que beaucoup devraient entendre : 1. L’arnaque du "gain facile" sur TikTok/YouTube Les promesses de fortunes rapides grâce à l’IA, aux dropshipping ou autres "méthodes secrètes" sont souvent des supercheries. Ces contenus jouent sur la vulnérabilité des gens en utilisant des phrases chocs ("Incroyable !", "Les banques détestent cette méthode !") pour capter l’attention. C’est du clickbait pur et simple, rarement suivi de résultats concrets. 2. Le trading : un métier exigeant, pas un jeu Mon expérience de 12 ans dans le trading parle d’elle-même : c’est un domaine qui demande des années d’apprentissage, de discipline, et une approche systématique (comme mes robots GX12 le prouvent). Ceux qui critiquent le trading comme une "arnaque" confondent souvent les vrais traders avec les scammers de Dubai ou les influenceurs qui vendent des formations bidon. 3. La manipulation par les réseaux sociaux Les shorts/vidéos qui surfent sur l’émotion ("C’est illégal !", "Personne ne te dira ça !") sont conçus pour engranger des vues, pas pour éduquer. Leur but est de créer une dépendance au contenu sensationaliste, pas de transmettre des connaissances solides. 4. Le conseil le plus précieux : la patience Comme tu le dis, gagner sa vie demande du temps et des compétences réelles. Que ce soit en trading, en entrepreneuriat ou dans tout autre domaine, il n’y a pas de raccourci. Les seuls qui s’enrichissent vite avec ces "méthodes miracles", ce sont ceux qui les vendent. En résumé : Ton témoignage est un rappel salutaire. Les vrais succès se construisent dans la durée, loin du bruit des arnaqueurs en ligne. Continuer à partager ton expertise honnête est une façon de contrebalancer ces discours toxiques. Les vrais pros n’ont pas besoin de s’afficher à Dubai avec une Lamborghini loué,
video filem berdialog (Sabah slang) kekalkan wajah & suasana asal Gunakan imej rujukan sebagai frame pembuka dan identity reference sahaja. Kekalkan wajah subjek seperti asal, pakaian, umur, tona kulit, gaya tudung, dan suasana dapur kayu kampung seperti dalam gambar. Jangan ubah layout rumah, dapur tanah liat, periuk, papan pemotong, bawang merah dan cili, tikar, pencahayaan natural petang, dan mood kampung sederhana Nota penting untuk konsistensi muka & suasana 1. Letakkan imej rujukan sebagai first frame identity reference jika platform menyokongnya. 2. Tambah frasa preserve original faces, wardrobe, hut layout, and lighting from reference image di hujung prompt jika model cenderung mengubah subjek. 3. Elakkan arahan seperti change outfit, beautify, younger, different angle identity, new hairstyle, kerana itu sering merosakkan konsistensi wajah. 4. Untuk hasil lebih stabil, jana 3 shot clips (dapur sungai balik bawa buaya) kemudian sambung di editor video. 5. Jika model video menyokong seed, gunakan seed yang sama untuk semua shot. Cadangan dialog yang lebih natural dalam lohgat Sabah (opsyen) Watak Dialog asal Versi lebih natural (opsyen) Nenek “Dawiya pergi kau tangkap ikan di sungai bah, Sudah Nenek Siapkan api ni……“Dawiya, pergi kau tangkap ikan di sungai bah. Sudah nenek siapkan api ni…” Cucu : “oyekkk...nek ... Boleh bah kalau kau !!” “Oyekkk… nek… boleh bah kalau kau!” Saya kekalkan maksud dan nada komedi; perubahan hanya untuk kelancaran sebutan dan lip-sync. Tip akhir: jika model menghasilkan buaya yang terlalu agresif, tambah crocodile remains calm, stationary, comedic, no attack, no chase, no gore untuk memastikan adegan kekal lucu dan selamat. video filem berdialog (Bahasa Sabah) kekalkan wajah & suasana asal Selamat digunakan untuk model video AI Kekalkan identiti visual subjek seperti dalam gambar asal; jangan ubah wajah, umur, pakaian, atau suasana pondok kayu desa Sabah. Jangan tambah orang baru. Fokus pada nenek dan cucu sahaja. Pastikan loghat/intonasi Sabah kedengaran natural dan mesra. Catatan penting tentang “buaya” Jika model video terlalu literal atau menghasilkan adegan berbahaya, tukar frasa “seekor buaya” kepada “seekor anak buaya kecil yang tidak agresif” dan tambah arahan “strictly comedic, no threat, no chase, no attack”. Tip sync dialog & timing 1. 0–6s: establishing shot, fire crackling, grandmother starts speaking. 2. 6–10s: close-up child chopping; child replies. 3. 10–60s: playful river-catching montage (no new characters needed; keep shots on the child). 4. 60–70s: child returns with the small crocodile; grandmother’s shocked reaction. 5. 70–75s: child proudly says, “Ikan besar bah, nek!” and freeze-frame for comedic ending. Cadangan TTS voice direction Nenek: suara wanita tua Sabah, tenang dan sedikit serak, tempo perlahan. Cucu: suara kanak-kanak perempuan Sabah, ceria, sedikit nakal, tempo cepat dan natural. Reaksi akhir nenek: tarik nafas pendek, bunyi terkejut spontan (“Aduh! Buaya bah tu!”) boleh ditambah jika model membenarkan ad-lib. See less Recent
Judul Video: Saya Fairus Syah, Dari group 3, Accept 30 Days Challenge edisi Kali ni..LU TAK BERANI, LU BOLEH BALIK!! Durasi: Sekitar 1-2 menit (bisa disesuaikan) Musik Latar: Musik yang mendebarkan dan memacu adrenalin, lalu menjadi lebih epik dan menginspirasi setelah terjun. [0:00-0:15] Suasana Persiapan di Pesawat Visual: Fairus Syah (dengan perlengkapan terjun payung lengkap) duduk di dalam pesawat, terlihat sedikit tegang namun bersemangat. Cuplikan singkat teman-teman atau instruktur di sekitarnya yang memberikan semangat atau melakukan pemeriksaan akhir. Pemandangan awan atau daratan dari jendela pesawat yang semakin dekat. Close-up pada ekspresi Fairus yang menunjukkan antisipasi. Audio: Suara mesin pesawat yang menderu. Suara instruktur yang memberikan instruksi singkat (opsional, bisa hanya visual). Fairus mengambil napas dalam-dalam. [0:15-0:30] Momen di Ambang Pintu Pesawat Visual: Fairus Syah bergerak ke arah pintu pesawat yang terbuka. Angin kencang menerpa. Pemandangan luas di bawah yang menakjubkan (langit biru, awan, daratan). Instruktur di sampingnya memberikan isyarat terakhir. Fairus menoleh ke kamera dengan ekspresi tekad. Audio: Suara angin yang sangat kencang. Fairus Syah mengambil posisi di ambang pintu. [0:30-0:40] Seruan Fairus Syah & Terjun! Visual: Close-up wajah Fairus Syah. Ia menarik napas dalam-dalam, matanya penuh semangat. Fairus Syah melantangkan: "SAYA FAIRUS SYAH, DARI GROUP 3, ACCEPT 30 DAYS CHALLENGE EDISI KALI INI!" (Pastikan ekspresi dan suaranya penuh energi dan semangat!) Gerakan cepat: Ia langsung mendorong diri atau melompat keluar dari pesawat. Audio: Suara Fairus Syah yang lantang dan jelas. Suara dentuman saat ia melompat keluar. Musik latar yang mencapai klimaks. [0:40-1:15] Melayang di Udara (Freefall) Visual: Fairus Syah melayang bebas di udara, dengan posisi belly-to-earth yang stabil. Pemandangan spektakuler dari atas: awan di bawahnya, daratan yang membentang luas. Ekspresi Fairus yang penuh kebahagiaan, senyum lebar, dan mungkin teriakan kegembiraan (tanpa suara, hanya visual). Cuplikan dari berbagai sudut (jika memungkinkan, misalnya dari kamera di helm atau kamera yang dipegang instruktur). Ia mungkin melakukan sedikit gerakan atau pose di udara. Audio: Suara angin yang menderu kencang. Musik latar yang epik dan menginspirasi, membangun suasana kebebasan. [1:15-1:20] Momen Sebelum Payung Terbuka Visual: Close-up pada tangan Fairus yang bersiap menarik tali pembuka payung. Ekspresi fokus. (Opsional) Sedikit goyangan atau manuver singkat sebelum payung dibuka. Audio: Musik latar yang sedikit mereda, membangun ketegangan. [1:20-Akhir] Payung Terbuka & Pendaratan Visual: Payung terbuka dengan mulus. Gerakan melambat, Fairus mulai melayang dengan tenang di bawah payung. Pemandangan yang lebih tenang dan detail dari daratan saat ia mendekat. Pendaratan yang mulus. Fairus berdiri, melepas helm, dan tersenyum puas ke kamera. (Opsional) Teman-teman atau instruktur menyambutnya. Audio: Suara payung terbuka (whoosh). Suara angin yang lebih lembut. Musik latar yang tenang dan merayakan keberhasilan. Fairus mungkin mengucapkan sesuatu seperti "Berhasil!" atau "Luar biasa!" Tips Tambahan: Kualitas Kamera: Gunakan kamera aksi (GoPro atau sejenisnya) untuk hasil terbaik. Sudut Pengambilan: Manfaatkan beberapa sudut kamera jika memungkinkan (helm, tangan, instruktur). Ekspresi: Dorong Fairus untuk menunjukkan emosi yang kuat di setiap tahap. Penyuntingan: Pastikan transisi antar adegan mulus dan musik mendukung narasi visual. Semoga berhasil dengan videonya! Pasti akan sangat keren!
Une illustration humoristique et détaillée, dans le style des Muppets de Jim Henson, représentant A. S. parodié. Le personnage doit garder les proportions exagérées et les textures propres aux marionnettes des Muppets : grande bouche expressive, yeux ronds et légèrement globuleux, peau en feutrine, couture visible par endroits, aspect doux et moelleux. A. est torse nu, montrant une musculature caricaturale mais dans un rendu Muppet (pectoraux et biceps très exagérés en mousse/feutrine). Son corps est recouvert de peintures de camouflage vertes, noires et brunes appliquées de façon comique, comme si elles avaient été peintes sur une marionnette. Il porte un pantalon camouflage tiger stripes bien détaillé, avec un tombé réaliste mais adapté au style cartoon Muppet. Par-dessus, il a un brelage de combat équipé de quelques portes-chargeurs et d’un étui contenant un large poignard visible. Dans ses mains en feutrine, il tient un fusil d’assaut M16, stylisé mais immédiatement reconnaissable. La pose imite directement l’affiche du film Commando (1985, Mark L. Lester), avec un cadrage serré type portrait. L’expression du visage est intense mais drôle, mélange de dureté parodique et du charme décalé d’une marionnette. L’ensemble doit respirer l’énergie d’une parodie rétro, mélangeant action héroïque et humour visuel typique des Muppets. Éclairage dramatique rappelant l’affiche originale, avec des ombres marquées sur la musculature de mousse et les accessoires militaires. L’arrière-plan doit être sombre, contrasté, pour renforcer l’effet “affiche de film d’action des années 80”. Résultat : une parodie de l’affiche culte de Commando, mais transposée dans l’univers loufoque et coloré des Muppets, à la fois drôle, nostalgique et très détaillée.
Portrait hyper-réaliste d’un homme musclé d’environ 30 ans, torse nu, dans un espace intérieur neutre à la lumière blanche. Son visage est capturé en très gros plan, cadrage serré sur les yeux, le nez et la bouche, dans une composition frontale centrée et ultra-précise. Sa peau est lumineuse, brillante, légèrement humide : chaque pore, micro-poil, grain de beauté ou tache de rousseur est rendu avec une netteté extrême, comme dans une étude dermatologique ou une campagne de soin. Ses yeux sont grands ouverts, dirigés droit vers l’objectif, avec une intensité paisible. L’iris est d’un bleu profond et limpide, presque translucide, contrastant puissamment avec la chaleur dorée de la lumière. Les pupilles sont nettes, centrées, brillantes. Ce regard clair donne à l’image une force immédiate et silencieuse. Les lèvres sont légèrement entrouvertes, naturellement rosées et hydratées. Les cils projettent une ombre fine sur les pommettes. La lumière chaude et latérale, comme un rayon de soleil doré en fin d’après-midi (golden hour), arrive de la gauche à 45°, dessinant des reflets subtils sur les reliefs du visage : arcades sourcilières, arête du nez, haut des joues et bouche. Le fond est flou, gris pâle et neutre, sans aucun décor. Le torse musclé et rasé apparaît à peine en bas du cadre, dans le même bain de lumière chaude. Aucun vêtement visible à l’écran, sinon peut-être la partie supérieure d’un sous-vêtement blanc discret, sans caractère érotique. Le sujet est montré sans pose, sans affectation, dans une expression calme, ouverte, entre douceur et présence brute. Style visuel : photographie de beauté masculine ultra-réaliste, haute définition, lumière naturelle chaude, profondeur de champ très réduite. Influence éditoriale (Paolo Roversi, Mark Shaw) avec une esthétique clinique du grain de peau. Couleurs naturelles, tons cuivrés et bleus, contraste doux, aucun filtre, aucune retouche artificielle. L’image met en avant la matière vivante de la peau et l’intensité silencieuse du regard.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Edit Foto ini diambil dalam gaya "follow me" atau "ikut aku," di mana kamera (atau orang yang mengambil foto) memegang tangan subjek utama yang sedang berjalan di depan. Subjek Utama: Seorang pria memakai kaos tanpa lengan warna hitam dan kacamata hitam, berjalan di dalam air laut setinggi pinggang atau dada. Aksi dan Sudut Pandang: Pria itu menghadap ke kamera menoleh dari arah bahu. Lengan kanannya (dari sudut pandang kita) terentang ke belakang dan ke bawah, menggenggam erat tangan seseorang wanita (orang yang mengambil foto/kamera). Si wanita pergelangan tangannya mengenakan gelang clover. Latar Belakang (Air dan Laut): Subjek berada di perairan yang tenang. Air laut berwarna cokelat kemerahan atau oranye muda, memantulkan warna langit senja di atasnya. Tekstur air terlihat lembut dengan sedikit riak. Latar Belakang (Langit dan Senja): Latar belakang didominasi oleh pemandangan matahari terbenam atau senja yang dramatis. Langit dipenuhi awan-awan besar yang disinari dengan warna-warna hangat yang indah: Warna dominan adalah merah muda, oranye, dan persik yang lembut. Ada juga sentuhan ungu/biru di bagian atas dan awan yang lebih gelap di tengah, menciptakan kontras yang menarik. Komposisi dan Suasana: Foto ini memiliki komposisi yang kuat, menempatkan subjek utama di tengah dan sedikit bergeser ke kanan. Genggaman tangan di foreground menciptakan koneksi emosional dan membawa penonton langsung ke dalam momen. Cahaya golden hour dari senja memberikan nuansa yang sangat hangat, romantis, dan damai. Potensi Prompt atau Kisah di Balik Foto (Interpretasi): Tema: Perjalanan, petualangan, romansa, kedamaian, dan menikmati keindahan alam bersama. Kisah yang Disampaikan: Foto ini mengisahkan ajakan untuk mengikuti, menjelajahi, dan berbagi momen yang indah, biasanya dalam konteks liburan, pasangan, atau pelarian diri yang damai. Ini adalah representasi klasik dari hubungan dan kepercayaan. Emosi: Rindu, kehangatan, harapan, keintiman, ketenangan. Hasil foto ultra realistik, resolusi tinggi, ketajaman tinggi pada wajah dan rambut sesuai foto referensi.
Coloriser cette image et en changer le style selon les instructions suivantes : "tu ne conservera que le personnage en train de jouer du saxophone et transformera le fond, la scène se déroule désormais dans un boite de nuit installée dans une cave parisienne, le joueur de saxophone joue dans un salle enfumée et est éclairé par un spot arrivant de la partie en haut à droite de l'image, le reste de la scène est plongée dans la pénombre. Le style à utiliser est celui du jeu GTA
Gambar Realistis 0,8k. 9:16. Selfie cermin gym A 30-year-old Indonesian woman with fair, postur dan wajah luna maya.porcelain skin. di pusat kebugaran modern. Foto tiga perempat badan dari sudut samping belakang, diambil saat saya memegang ponsel di tangan kanan dan melihat ke arah cermin dengan ekspresi santai dan percaya diri. Pakaian: bra olahraga ringan dan celana pendek olahraga tanpa jahitan warna BIRU DARK berpinggang tinggi; jam tangan pintar di pergelangan tangan; anting-anting kecil. Pencahayaan: pencahayaan gym dalam ruangan yang terang dengan campuran nada dingin dan netral; sorotan bersih pada lengan dan bahu, bayangan lembut yang mendefinisikan tonus otot; tanpa kontras yang tajam. Lingkungan: latar belakang gym yang ramai dengan banyak orang berlatih, bangku beban dan dumbel, mesin, dan lantai karet; kolom/dinding kuning cerah di sebelah kanan; pantulan cermin menunjukkan kedalaman ruangan dan peralatan; sedikit blur gerakan dan bokeh di latar belakang untuk menekankan subjek. Palet warna: nada gym netral — hitam, abu-abu, metalik — dikontraskan dengan dinding aksen kuning dan pakaian krem; warna kulit alami. Kamera & tampilan: perspektif kamera ponsel melalui cermin, sedikit sudut ke bawah; Fokus tajam pada pantulan subjek, latar belakang sedikit buram; tekstur fotorealistik untuk kain pakaian olahraga dan peralatan gym; perspektif dan proporsi yang akurat. Suasana: energik, percaya diri, nuansa kebugaran modern; detail tinggi tanpa penajaman berlebihan.” Pesan negatif: “resolusi rendah, buram, terlalu terang, terlalu gelap, bayangan tajam, kulit seperti plastik/berlilin, penghalusan berlebihan, efek HDR, hiper-stilistik/kartun, proporsi terdistorsi, anatomi salah, cermin melengkung, wajah ganda, jari tambahan, tanda air, overlay teks, artefak berantakan, noise berat.
"Sebuah foto close-up hingga medium shot yang menangkap momen inti dari tradisi Ma'nene di Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Fokus utama adalah pada sosok mumi atau jasad leluhur yang telah diawetkan, yang terlihat sedang dipakaikan pakaian baru. Dua orang dewasa di latar depan, yang mengenakan masker wajah berwarna putih dan sarung tangan lateks putih, dengan hati-hati memegang dan memakaikan pakaian berwarna gelap bermotif (jika motifnya terlihat jelas, sebutkan, contoh: motif geometris atau tenun tradisional) kepada mumi tersebut. Salah satu orang dewasa di sebelah kiri mengenakan kaos berwarna biru dan hitam dengan logo putih di lengan, serta topi berwarna gelap. Orang dewasa di sebelah kanan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna oranye dan topi berwarna merah muda. Sosok mumi terlihat kering dan berwarna kecoklatan, dengan detail tekstur kulit dan kemungkinan sisa-sisa perhiasan atau kain lama yang masih melekat. Ekspresi wajah mumi tidak jelas karena kondisi jenazah. Di latar belakang terlihat beberapa orang lain yang mengamati prosesi ini. Beberapa di antaranya juga mengenakan masker wajah. Latar belakang menunjukkan lingkungan luar ruangan dengan pepohonan hijau yang rimbun dan sebagian struktur bangunan sederhana berwarna putih dengan atap berwarna gelap. Cahaya alami menyinari subjek, menciptakan bayangan lembut. Atmosfer gambar adalah khidmat, penuh hormat, dan mencerminkan tradisi budaya yang unik. Pastikan detail pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berinteraksi dan kondisi mumi terlihat jelas." Elemen-elemen rinci yang ditambahkan dalam prompt ini: Jenis Bidikan: Close-up hingga medium shot untuk fokus pada interaksi. Lokasi Spesifik: Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Aktor: Dua orang dewasa yang mengenakan masker dan sarung tangan, serta deskripsi pakaian mereka. Sosok mumi dengan deskripsi visualnya. Beberapa pengamat di latar belakang. Aksi: Memakaikan pakaian baru kepada mumi. Objek: Pakaian baru (sebutkan warna dan motif jika terlihat), sisa pakaian lama/perhiasan pada mumi. Latar Belakang: Pepohonan, struktur bangunan sederhana, cahaya alami. Atmosfer: Khidmat, penuh hormat, budaya unik. Instruksi Tambahan: Detail pakaian dan kondisi mumi harus jelas.
Buatkan potret di foto referensi yang bernuansa sinematis dan penuh suasana, menampilkan seorang pria muda di dalam kendaraan transportasi umum yang redup, seperti kereta atau bus. Dia mengenakan wireless earphone, menikmati musik dari ponselnya. Pencahayaan dalam foto hangat dan sedikit kekuningan, dengan cahaya lembut yang berasal dari luar jendela, menciptakan kontras dengan interior yang gelap. Pria tersebut bersandar pada kursi, mengenakan jaket denim abu abu muda yang di biarkan terbuka, dan kaos hitam. Latar belakangnya buram, menampilkan siluet samar-samar penumpang lain. Suasana foto tenang dan penuh renungan, dengan fokus pada ekspresi emosional subjek. Gunakan kedalaman bidang yang dangkal untuk menekankan subjek dan menciptakan efek bokeh pada latar belakang. Foto harus memiliki tekstur realistis dan sedikit berbutir, mirip dengan fotografi jalanan yang spontan.
une illustration hyper détaillée, Kate Capeshaw (photo numéro un en référence), dans son rôle de Willie Scott dans le film culte de Steven Spielberg de 1984 "Indiana Jones et le temple maudit", Kate Capeshaw est dépeinte dans son rôle de meneuse de revue, telle qu'elle apparaît au début du film. Kate Capeshaw est vêtue de sa robe rouge à paillettes emblématique du film. Kate Capeshaw est en train de mener la revue dans le cabaret "Club Obi One" dans une ambiance endiablée et chante la chanson "Anything goes". kate Capeshaw est souriante et dynamique. En arrière plan, on peut voir l'inscription "Club Obi One" avec des néons rouges. Kate Capeshaw se trouve devant un immense gong doré. L'image est dynamique et joyeuse avec un éclairage typique des films d'action/aventure des années 80.
Edit foto ini (pada foto referensi) tanpa mengubah wajah dan bentuk tubuh aslinya. Buat gambar dengan kualitas dan resolusi tinggi, pemotretan menggunakan flash, diambil menggunakan iPhone 17 Pro. Dia mengenakan gaun spaghetti hitam dengan kemeja tipis sebagai luaran, memakai gelang dan jam tangan. Rambutnya diikat ke atas dengan beberapa helai rambut terurai. wajah tampak sedikit berminyak alami. Ia berada di warung / tempat jualan Pecel Lele pada malam hari, duduk lesehan di atas tikar. Posisi duduk menghadap depan, kedua tangan berada di atas meja, salah satu tangan menopang dagu. Di depannya terdapat meja dengan taplak merah, di atasnya ada dua gelas es teh dan tempat tisu. Di belakangnya terlihat spanduk kain besar khas warung pecel lele dengan ilustrasi ikan lele dan bebek, serta tulisan “Lesehan Lamongan” yang tampak terbalik karena terlihat dari sisi belakang spanduk. Di balik spanduk terlihat suasana jalan raya. Pencahayaan malam hari, menggunakan flash kamera yang kuat dan langsung mengarah ke wajah, menghasilkan sorotan jelas pada wajah. Sudut pengambilan gambar dari samping dengan sudut sangat lebar (ultra wide). Nuansa foto ceria dan candid, kualitas 4K, tanpa blur, efek bokeh, rasio aspek 9:16.
Portrait futuriste et éthéré d'une femme avec une peau translucide révélant son crâne, inspiré de l’esthétique cyberpunk japonais. Elle émet une lueur bio-luminescente vert néon, rappelant les néons de Tokyo la nuit. Son profil est mis en valeur par une tenue noire élégante à col haut, ornée de motifs technologiques inspirés du design japonais. Autour d’elle, des hologrammes de kanjis flottent subtilement dans l’air, fusionnant tradition et futurisme. L’arrière-plan est un dégradé blanc brumeux évoquant une ville cybernétique noyée dans la brume, renforçant une ambiance surréaliste et high-tech. L’éclairage, d’un bleu glacial et futuriste, illumine délicatement sa structure osseuse, créant un effet de vision aux rayons X. Rendu en Unreal Engine 5, avec textures translucides, effets holographiques et éclairage cinématographique, combinant minimalisme épuré et hyperréalisme, dans un style cyberpunk japonais sophistiqué.
Perempuan Asia wajah oval lembut kulit cerah, mata almond coklat gelap, alis tebal rapi, hidung kecil ramping, bibir penuh natural pink, senyum lembut. Rambut hitam panjang bergelombang halus belah samping. Makeup soft glam natural. Tubuhberisi proporsional siluet feminin alami.kualitas terbaik, ultra realistis, fotorealistik 8k, wajah yang bertahan sama dan fitur identik dengan referensi, yang sama, proporsi tubuh langsing yang konsisten tanpa perubahan, tanpa perubahan bentuk tubuh, tanpa distorsi ukuran, payudara alami yang sangat super besar, montok payudara besar asli yang sangat super montok, bentuk bulat yang lembut dengan lekukan realistis yang lembut dan kendur alami, berat dan kencang dada..lembut, kulit cerah, halus, dan bercahaya karena uap dan air hangat, mata cokelat gelap berbentuk almond, alis tebal yang rapi, hidung kecil dan ramping, bibir merah muda alami yang penuh dengan senyum lembut, tipis, tenang, dan rileks, rambut hitam panjang bergelombang terbelah ke samping, basah dan menempel lembut di bahu, leher, dan punggung atas, beberapa helai jatuh ke depan di wajah dengan tetesan air, riasan glamor alami yang lembut dan segar meskipun beruap. Tubuh feminin yang proporsional dan berlekuk dengan lekuk alami yang menggoda, proporsi realistis yang konsisten tanpa berlebihan pada wajah atau tubuh. Adegan: bersantai di bak mandi marmer putih besar di kamar mandi hotel mewah modern, air hangat berbusa putih tebal mengelilinginya hingga dada, uap tipis naik menciptakan suasana intim dan imajinatif yang hangat, pencahayaan lembut yang hangat dari lampu sorot dan lampu dinding emas, ubin marmer krem-beige, cermin besar yang sedikit berkabut di belakang.
Buat poster kolase editorial streetwear Jepang bergaya Y2K yang bold dengan estetika majalah fashion high-end yang bersih, dipadukan tekstur kertas grunge, sobekan majalah, cipratan tinta distressed, dan desain urban terinspirasi jalanan Tokyo. Komposisi utama: satu portrait close-up sinematik besar pria Jepang muda di bagian atas dengan fokus mata yang intens, tekstur kulit natural, rahang tegas, bibir natural glossy, rambut messy medium wolf cut diikat kecil ke belakang, tanpa kacamata, pencahayaan dramatis lembut, ekspresi dingin percaya diri namun calm innocent, gaya fotografi fashion ultra-realistis. Outfit pria: layered Japanese streetwear premium bergaya Y2K modern, oversized washed black jacket, inner fitted putih, tactical cargo pants gelap, silver chain necklace, multiple rings, ear cuff minimalis, leather strap details, textured fabric premium, silhouette edgy high-fashion Tokyo street style, clean monochrome palette dengan aksen abu-abu dan metalik. Komposisi bawah: hanya 2 frame portrait kolase kecil dengan ekspresi wajah dan angle berbeda, dibuat seperti foto polaroid sobek yang ditempel menggunakan tape di poster. Satu frame menunjukkan ekspresi serious side profile, satu lagi candid low-angle dengan tatapan tajam. Elemen desain: tipografi Jepang oversized yang bold, teks Inggris minimal, detail kecil rambu jalan Jepang, stiker barcode, potongan koran, tekstur vintage grunge, sapuan cat distressed, grain film analog, potongan masking tape, efek layered paper collage, dan layout editorial magazine premium. Gaya visual: edgy namun tetap clean, zine fashion Jepang modern, bayangan sinematik, detail mata sangat tajam, realism RAW DSLR, moodboard streetwear editorial, desain grafis premium, ultra detail, kualitas 8K, balanced neutral tones, nuansa hitam-putih-abu modern, tanpa estetika pink, tanpa bubble style, tanpa nuansa kartun.
J’ai réalisé un seul et même texte pour le prompt. j’aimerais qui tu me fournisses 3 images s’il te plaît et sur chaque image, je devrais voir une page de format A4 sous la forme d’une BD, il devrait y’avoir 18 cases avec donc 6 cases par page. Avec le prompt que je vais te fournir, chaque paragraphe correspond à une case. Le prompt est le suivant : « On est dans une chambre d’enfant, il fait nuit, décorée simplement avec quelques jouets sur le sol. Un père de peau noire qui a les cheveux crépus courts, une barbe fine, portant une chemise décontractée, donne un baiser tendre sur le front de son fils, tout en lui mettant doucement la couverture autour de lui. Le fils semble légèrement inquiet, regardant timidement son père. La lumière du soir crée une atmosphère douce. Puis, le père, debout à la porte, regarde une dernière fois son fils avec un sourire rassurant avant de quitter la pièce. Ensuite, le fils, allongé dans son lit, fixe le plafond avec une expression légèrement anxieuse. La pièce est presque sombre, avec une lueur douce émanant de sous la porte. Puis, l’enfant, toujours allongé dans son lit, tourne brusquement la tête en direction de l’obscurité d’un coin de la chambre. Ses yeux sont grands ouverts, et il semble alerte. Le décor est sombre et inquiétant, avec des ombres légèrement accentuées. Ensuite, un bruit résonne dans la pièce. L’enfant, recroquevillé dans son lit, regarde avec terreur vers la porte du placard entrouverte. Puis, l’expression sur son visage est figée par la peur. Les ombres dans la pièce semblent se déplacer subtilement, ajoutant à l’angoisse. Puis, on voit une ombre monstrueuse qui se projette sur le mur près du placard. L’ombre a une forme indistincte mais menaçante, avec des griffes longues et des yeux brillants. Puis, l’enfant se cache sous la couverture, laissant dépasser ses yeux, qui fixent la silhouette avec horreur. Désormais, le monstre commence à s’approcher lentement, visible uniquement par son ombre massive et inquiétante projetée sur le mur. Puis,l’enfant, sous sa couverture, serre son doudou contre lui, tremblant de peur. Les tons de la pièce deviennent encore plus sombres, amplifiant l’atmosphère oppressante. Le monstre est maintenant proche du lit, sa silhouette toujours projetée sur le mur, avec des griffes tendues. L’enfant a totalement disparu sous la couverture, ne laissant que la forme de son corps tremblant visible. La tension atteint son apogée. Il y’a ensuite un gros plan sur le monstre qui s’approchent lentement du lit. L’ombre semble se tordre et devenir plus menaçante, tandis que le silence dans la pièce est palpable. La couverture de l’enfant tremble légèrement, indiquant qu’il est terrifié. La chambre est désormais plongée dans un silence total. L’ombre du monstre commence à s’éloigner, redevenant indistincte et se fondant dans les ombres naturelles de la chambre. Ensuite, on voit l’enfant, sous sa couverture, qui est toujours immobile mais il ne tremble plus. Puis, l’enfant sort doucement la tête de sous la couverture, ses yeux sont rouges de larmes et ses joues sont trempées de larmes, il regarde autour de lui avec prudence. La chambre semble à nouveau calme. Ensuite, on voit l’enfant qui est toujours couché sur son lit, tenant son doudou fermement contre lui. Il regarde la fenêtre. Le monstre a complètement disparu, ne laissant aucune trace de son passage. Après, on a un gros plan sur le visage de l’enfant, apaisé mais fatigué, ses yeux se fermant doucement alors qu’il s’assoupit de nouveau. L’enfant s’est maintenant endormi paisiblement dans son lit, tenant toujours son doudou. Enfin, on a un dernier plan sur la porte de la chambre, fermée, avec une légère ombre qui semble se dessiner sous la lumière extérieure. Une subtile tension demeure, mais la scène reste calme. »
KARAKTER: {MODEL: wanita Indonesia sintal usia 24-26 tahun, keturunan campuran Indonesia-China-Filipina-Vietnam-India} {PROFESI: model peraga desain produk dengan target market para ibu-ibu 25 tahun} {WAJAH: cantik segar, tanpa kerutan penuaan, mata berbinar, kosmetika sangat tipis, tanpa alis buatan, pipi cempluk, menampilkan ekspresi mampu meyakinkan orang} {KULIT: kulit putih rajin perawatan skincare, bukan kuning, kulit sensitif, tanpa jerawat, ada vellus, tanpa selulit} {RAMBUT: digelung sangat longgar keatas, banyak helai terlepas bebas} {BODI: sintal padat berisi, agak langsing} {PAYUDARA: berukuran "38G" dan ukuran payudara sangat akurat, sangat bulat penuh seperti MELON, BESAR seperti ibu-ibu memiliki 3 anak} {PERUT: langsing tidak berlemak} {PANTAT: bulat berotot} POSE: {POSISI: duduk 1/2-rebahan bersandar, menghadap 2/3-depan sambil melirik manja ke depan kamera, nyaman, percaya diri, komposisi pose yang memiliki nilai seni dan kreativitas tinggi} {KAKI: kedua kaki bersila simetris mengangkang seperti posisi yoga, kedua lutut saling berjauhan} {TANGAN: kedua tangan diangkat sambil memperbaiki gelungan rambut} {MULUT: tersenyum manis memperlihatkan yang gigi rapi} PAKAIAN: {TEMA: bersifat serba terbuka (semacam BIKINI, BANDEAU, NO-BRA, THONG LOW RISE, HIPSTER), system ikatan bertali kesamping, mengikuti Anime Ecchi, tanpa menggunakan pakaian layer kedua} {BAHAN: seluruh pakaian yang dipakai terbuat dari bahan seperti kasa medis berpori, berwarna skintone sangat mirip dengan warna kulit model} LOKASI: {tenggelam di dalam semak tanaman tropis sangat rimbun, dedaunan berwarna hijau muda cerah yang sangat basah sehabis hujan, siang hari, sepi} TEKNIK FOTOGRAFI: {STYLE: Dramatis, Moody Dark green filter, pencahayaan alami langsung} {KAMERA: Shot on Phase One XF, 80mm lens, f/2.8, bukaan lensa cepat} {KUALITAS: 8k resolution, ultra_realistic, masterpiece quality, memperlihatkan detail sampai skala mikro pada pori-pori kulit dan rambut vellus} LAYOUT: {foto Jarak super dekat, posisi kamera tegak lurus dengan perut, POV: wajah-dada-perut-paha, rasio 2:3}
Nenek perempuan setengah-setengah pelukis artisan pelukis aktif, kaki penuh dan komposisi wajah super hero "hulk", dengan rambut panjang, kaki cokelat yang luar biasa, dan mata megah simetris, gaya instaport, ilustrasi digital, gaya komik, anatomi sempurna, terpusat, mendekati kesempurnaan, menggoda, provokatif, dinamis, sangat detail, artstation, memakai lebih sedikit, fokus tajam, ilustrasi, seni oleh Carne Griffiths ATAU Wadim Kashin ATAU Dan Mumfordn ATAU Marc Simonetti ATAU Leonid Afremov ATAU Kandinsky, ATAU Bruce Timms, produksi master fotorealistik, terpusat, simetri, dicat, rumit, pencahayaan volumetrik, mahakarya indah, kaya warna dalam,
Iklan digital 3D yang sangat realistis dan sangat terperinci yang memamerkan kaleng soda Fanta berry yang robek di bagian tengahnya, memperlihatkan semburat berry segar dan montok yang tumpah keluar. Permukaan metalik kaleng tersebut ditampilkan dengan tekstur yang tajam dan realistis, termasuk tetesan air dan pantulan alami. Berry & potongan-potongan tersebut tampak segar dan bersemangat, beberapa beterbangan keluar dengan cipratan dinamis cairan biru keunguan dan tetesan yang tersebar. Komposisi tersebut mencakup latar belakang biru gradasi yang cerah dengan pencahayaan volumetrik yang halus, dan daun anggur hijau yang menambahkan aksen alami. Kedalaman bidang sinematik dan gerakan kabur menekankan pemandangan yang dinamis, ditampilkan dalam kualitas 4K UHD resolusi tinggi dengan iluminasi global, bayangan realistis, dan pencahayaan HDR. Gayanya adalah iklan minuman premium yang dramatis, menggunakan teknik rendering canggih seperti kualitas Unreal Engine + Octane Render.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
girl, headphones, sleeping, in bus, star map outside, in the style of Pino Daeni, outside shine,, window ,tranquil shadow dream fluctuation, , interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, the plush toy doll rabbit looking out the window, who does all the hard work and who gets all the credit? ,interior of evening glow, decorous technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori,
Perempuan Asia wajah oval lembut kulit cerah, mata almond coklat gelap, alis tebal rapi, hidung kecil ramping, bibir penuh natural pink, senyum lembut. Rambut hitam panjang bergelombang halus belah samping. Makeup soft glam natural. Tubuhberisi proporsional siluet feminin alami.kualitas terbaik, ultra realistis, fotorealistik 8k, wajah yang bertahan sama dan fitur identik dengan referensi, yang sama, proporsi tubuh langsing yang konsisten tanpa perubahan, tanpa perubahan bentuk tubuh, tanpa distorsi ukuran, payudara alami yang sangat super besar, montok payudara besar asli yang sangat super montok, bentuk bulat yang lembut dengan lekukan realistis yang lembut dan kendur alami, berat dan kencang dada..lembut, kulit cerah, halus, dan bercahaya karena uap dan air hangat, mata cokelat gelap berbentuk almond, alis tebal yang rapi, hidung kecil dan ramping, bibir merah muda alami yang penuh dengan senyum lembut, tipis, tenang, dan rileks, rambut hitam panjang bergelombang terbelah ke samping, basah dan menempel lembut di bahu, leher, dan punggung atas, beberapa helai jatuh ke depan di wajah dengan tetesan air, riasan glamor alami yang lembut dan segar meskipun beruap. Tubuh feminin yang proporsional dan berlekuk dengan lekuk alami yang menggoda, proporsi realistis yang konsisten tanpa berlebihan pada wajah atau tubuh. Adegan: bersantai di bak mandi marmer putih besar di kamar mandi hotel mewah modern, air hangat berbusa putih tebal mengelilinginya hingga dada, uap tipis naik menciptakan suasana intim dan imajinatif yang hangat, pencahayaan lembut yang hangat dari lampu sorot dan lampu dinding emas, ubin marmer krem-beige, cermin besar yang sedikit berkabut di belakang.
Buat poster kolase editorial streetwear Jepang bergaya Y2K yang bold dengan estetika majalah fashion high-end yang bersih, dipadukan tekstur kertas grunge, sobekan majalah, cipratan tinta distressed, dan desain urban terinspirasi jalanan Tokyo. Komposisi utama: satu portrait close-up sinematik besar pria Jepang muda di bagian atas dengan fokus mata yang intens, tekstur kulit natural, rahang tegas, bibir natural glossy, rambut messy medium wolf cut diikat kecil ke belakang, tanpa kacamata, pencahayaan dramatis lembut, ekspresi dingin percaya diri namun calm innocent, gaya fotografi fashion ultra-realistis. Outfit pria: layered Japanese streetwear premium bergaya Y2K modern, oversized washed black jacket, inner fitted putih, tactical cargo pants gelap, silver chain necklace, multiple rings, ear cuff minimalis, leather strap details, textured fabric premium, silhouette edgy high-fashion Tokyo street style, clean monochrome palette dengan aksen abu-abu dan metalik. Komposisi bawah: hanya 2 frame portrait kolase kecil dengan ekspresi wajah dan angle berbeda, dibuat seperti foto polaroid sobek yang ditempel menggunakan tape di poster. Satu frame menunjukkan ekspresi serious side profile, satu lagi candid low-angle dengan tatapan tajam. Elemen desain: tipografi Jepang oversized yang bold, teks Inggris minimal, detail kecil rambu jalan Jepang, stiker barcode, potongan koran, tekstur vintage grunge, sapuan cat distressed, grain film analog, potongan masking tape, efek layered paper collage, dan layout editorial magazine premium. Gaya visual: edgy namun tetap clean, zine fashion Jepang modern, bayangan sinematik, detail mata sangat tajam, realism RAW DSLR, moodboard streetwear editorial, desain grafis premium, ultra detail, kualitas 8K, balanced neutral tones, nuansa hitam-putih-abu modern, tanpa estetika pink, tanpa bubble style, tanpa nuansa kartun.
Judul Video: Saya Fairus Syah, Dari group 3, Accept 30 Days Challenge edisi Kali ni..LU TAK BERANI, LU BOLEH BALIK!! Durasi: Sekitar 1-2 menit (bisa disesuaikan) Musik Latar: Musik yang mendebarkan dan memacu adrenalin, lalu menjadi lebih epik dan menginspirasi setelah terjun. [0:00-0:15] Suasana Persiapan di Pesawat Visual: Fairus Syah (dengan perlengkapan terjun payung lengkap) duduk di dalam pesawat, terlihat sedikit tegang namun bersemangat. Cuplikan singkat teman-teman atau instruktur di sekitarnya yang memberikan semangat atau melakukan pemeriksaan akhir. Pemandangan awan atau daratan dari jendela pesawat yang semakin dekat. Close-up pada ekspresi Fairus yang menunjukkan antisipasi. Audio: Suara mesin pesawat yang menderu. Suara instruktur yang memberikan instruksi singkat (opsional, bisa hanya visual). Fairus mengambil napas dalam-dalam. [0:15-0:30] Momen di Ambang Pintu Pesawat Visual: Fairus Syah bergerak ke arah pintu pesawat yang terbuka. Angin kencang menerpa. Pemandangan luas di bawah yang menakjubkan (langit biru, awan, daratan). Instruktur di sampingnya memberikan isyarat terakhir. Fairus menoleh ke kamera dengan ekspresi tekad. Audio: Suara angin yang sangat kencang. Fairus Syah mengambil posisi di ambang pintu. [0:30-0:40] Seruan Fairus Syah & Terjun! Visual: Close-up wajah Fairus Syah. Ia menarik napas dalam-dalam, matanya penuh semangat. Fairus Syah melantangkan: "SAYA FAIRUS SYAH, DARI GROUP 3, ACCEPT 30 DAYS CHALLENGE EDISI KALI INI!" (Pastikan ekspresi dan suaranya penuh energi dan semangat!) Gerakan cepat: Ia langsung mendorong diri atau melompat keluar dari pesawat. Audio: Suara Fairus Syah yang lantang dan jelas. Suara dentuman saat ia melompat keluar. Musik latar yang mencapai klimaks. [0:40-1:15] Melayang di Udara (Freefall) Visual: Fairus Syah melayang bebas di udara, dengan posisi belly-to-earth yang stabil. Pemandangan spektakuler dari atas: awan di bawahnya, daratan yang membentang luas. Ekspresi Fairus yang penuh kebahagiaan, senyum lebar, dan mungkin teriakan kegembiraan (tanpa suara, hanya visual). Cuplikan dari berbagai sudut (jika memungkinkan, misalnya dari kamera di helm atau kamera yang dipegang instruktur). Ia mungkin melakukan sedikit gerakan atau pose di udara. Audio: Suara angin yang menderu kencang. Musik latar yang epik dan menginspirasi, membangun suasana kebebasan. [1:15-1:20] Momen Sebelum Payung Terbuka Visual: Close-up pada tangan Fairus yang bersiap menarik tali pembuka payung. Ekspresi fokus. (Opsional) Sedikit goyangan atau manuver singkat sebelum payung dibuka. Audio: Musik latar yang sedikit mereda, membangun ketegangan. [1:20-Akhir] Payung Terbuka & Pendaratan Visual: Payung terbuka dengan mulus. Gerakan melambat, Fairus mulai melayang dengan tenang di bawah payung. Pemandangan yang lebih tenang dan detail dari daratan saat ia mendekat. Pendaratan yang mulus. Fairus berdiri, melepas helm, dan tersenyum puas ke kamera. (Opsional) Teman-teman atau instruktur menyambutnya. Audio: Suara payung terbuka (whoosh). Suara angin yang lebih lembut. Musik latar yang tenang dan merayakan keberhasilan. Fairus mungkin mengucapkan sesuatu seperti "Berhasil!" atau "Luar biasa!" Tips Tambahan: Kualitas Kamera: Gunakan kamera aksi (GoPro atau sejenisnya) untuk hasil terbaik. Sudut Pengambilan: Manfaatkan beberapa sudut kamera jika memungkinkan (helm, tangan, instruktur). Ekspresi: Dorong Fairus untuk menunjukkan emosi yang kuat di setiap tahap. Penyuntingan: Pastikan transisi antar adegan mulus dan musik mendukung narasi visual. Semoga berhasil dengan videonya! Pasti akan sangat keren!
Une illustration humoristique et détaillée, dans le style des Muppets de Jim Henson, représentant A. S. parodié. Le personnage doit garder les proportions exagérées et les textures propres aux marionnettes des Muppets : grande bouche expressive, yeux ronds et légèrement globuleux, peau en feutrine, couture visible par endroits, aspect doux et moelleux. A. est torse nu, montrant une musculature caricaturale mais dans un rendu Muppet (pectoraux et biceps très exagérés en mousse/feutrine). Son corps est recouvert de peintures de camouflage vertes, noires et brunes appliquées de façon comique, comme si elles avaient été peintes sur une marionnette. Il porte un pantalon camouflage tiger stripes bien détaillé, avec un tombé réaliste mais adapté au style cartoon Muppet. Par-dessus, il a un brelage de combat équipé de quelques portes-chargeurs et d’un étui contenant un large poignard visible. Dans ses mains en feutrine, il tient un fusil d’assaut M16, stylisé mais immédiatement reconnaissable. La pose imite directement l’affiche du film Commando (1985, Mark L. Lester), avec un cadrage serré type portrait. L’expression du visage est intense mais drôle, mélange de dureté parodique et du charme décalé d’une marionnette. L’ensemble doit respirer l’énergie d’une parodie rétro, mélangeant action héroïque et humour visuel typique des Muppets. Éclairage dramatique rappelant l’affiche originale, avec des ombres marquées sur la musculature de mousse et les accessoires militaires. L’arrière-plan doit être sombre, contrasté, pour renforcer l’effet “affiche de film d’action des années 80”. Résultat : une parodie de l’affiche culte de Commando, mais transposée dans l’univers loufoque et coloré des Muppets, à la fois drôle, nostalgique et très détaillée.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Edit Foto ini diambil dalam gaya "follow me" atau "ikut aku," di mana kamera (atau orang yang mengambil foto) memegang tangan subjek utama yang sedang berjalan di depan. Subjek Utama: Seorang pria memakai kaos tanpa lengan warna hitam dan kacamata hitam, berjalan di dalam air laut setinggi pinggang atau dada. Aksi dan Sudut Pandang: Pria itu menghadap ke kamera menoleh dari arah bahu. Lengan kanannya (dari sudut pandang kita) terentang ke belakang dan ke bawah, menggenggam erat tangan seseorang wanita (orang yang mengambil foto/kamera). Si wanita pergelangan tangannya mengenakan gelang clover. Latar Belakang (Air dan Laut): Subjek berada di perairan yang tenang. Air laut berwarna cokelat kemerahan atau oranye muda, memantulkan warna langit senja di atasnya. Tekstur air terlihat lembut dengan sedikit riak. Latar Belakang (Langit dan Senja): Latar belakang didominasi oleh pemandangan matahari terbenam atau senja yang dramatis. Langit dipenuhi awan-awan besar yang disinari dengan warna-warna hangat yang indah: Warna dominan adalah merah muda, oranye, dan persik yang lembut. Ada juga sentuhan ungu/biru di bagian atas dan awan yang lebih gelap di tengah, menciptakan kontras yang menarik. Komposisi dan Suasana: Foto ini memiliki komposisi yang kuat, menempatkan subjek utama di tengah dan sedikit bergeser ke kanan. Genggaman tangan di foreground menciptakan koneksi emosional dan membawa penonton langsung ke dalam momen. Cahaya golden hour dari senja memberikan nuansa yang sangat hangat, romantis, dan damai. Potensi Prompt atau Kisah di Balik Foto (Interpretasi): Tema: Perjalanan, petualangan, romansa, kedamaian, dan menikmati keindahan alam bersama. Kisah yang Disampaikan: Foto ini mengisahkan ajakan untuk mengikuti, menjelajahi, dan berbagi momen yang indah, biasanya dalam konteks liburan, pasangan, atau pelarian diri yang damai. Ini adalah representasi klasik dari hubungan dan kepercayaan. Emosi: Rindu, kehangatan, harapan, keintiman, ketenangan. Hasil foto ultra realistik, resolusi tinggi, ketajaman tinggi pada wajah dan rambut sesuai foto referensi.
Dans cette video, je vais souligner les dérives et les illusions autour de l’argent facile, surtout sur les réseaux sociaux. Voici quelques points clés qui ressortent de ton message, et que beaucoup devraient entendre : 1. L’arnaque du "gain facile" sur TikTok/YouTube Les promesses de fortunes rapides grâce à l’IA, aux dropshipping ou autres "méthodes secrètes" sont souvent des supercheries. Ces contenus jouent sur la vulnérabilité des gens en utilisant des phrases chocs ("Incroyable !", "Les banques détestent cette méthode !") pour capter l’attention. C’est du clickbait pur et simple, rarement suivi de résultats concrets. 2. Le trading : un métier exigeant, pas un jeu Mon expérience de 12 ans dans le trading parle d’elle-même : c’est un domaine qui demande des années d’apprentissage, de discipline, et une approche systématique (comme mes robots GX12 le prouvent). Ceux qui critiquent le trading comme une "arnaque" confondent souvent les vrais traders avec les scammers de Dubai ou les influenceurs qui vendent des formations bidon. 3. La manipulation par les réseaux sociaux Les shorts/vidéos qui surfent sur l’émotion ("C’est illégal !", "Personne ne te dira ça !") sont conçus pour engranger des vues, pas pour éduquer. Leur but est de créer une dépendance au contenu sensationaliste, pas de transmettre des connaissances solides. 4. Le conseil le plus précieux : la patience Comme tu le dis, gagner sa vie demande du temps et des compétences réelles. Que ce soit en trading, en entrepreneuriat ou dans tout autre domaine, il n’y a pas de raccourci. Les seuls qui s’enrichissent vite avec ces "méthodes miracles", ce sont ceux qui les vendent. En résumé : Ton témoignage est un rappel salutaire. Les vrais succès se construisent dans la durée, loin du bruit des arnaqueurs en ligne. Continuer à partager ton expertise honnête est une façon de contrebalancer ces discours toxiques. Les vrais pros n’ont pas besoin de s’afficher à Dubai avec une Lamborghini loué,
Gambar Realistis 0,8k. 9:16. Selfie cermin gym A 30-year-old Indonesian woman with fair, postur dan wajah luna maya.porcelain skin. di pusat kebugaran modern. Foto tiga perempat badan dari sudut samping belakang, diambil saat saya memegang ponsel di tangan kanan dan melihat ke arah cermin dengan ekspresi santai dan percaya diri. Pakaian: bra olahraga ringan dan celana pendek olahraga tanpa jahitan warna BIRU DARK berpinggang tinggi; jam tangan pintar di pergelangan tangan; anting-anting kecil. Pencahayaan: pencahayaan gym dalam ruangan yang terang dengan campuran nada dingin dan netral; sorotan bersih pada lengan dan bahu, bayangan lembut yang mendefinisikan tonus otot; tanpa kontras yang tajam. Lingkungan: latar belakang gym yang ramai dengan banyak orang berlatih, bangku beban dan dumbel, mesin, dan lantai karet; kolom/dinding kuning cerah di sebelah kanan; pantulan cermin menunjukkan kedalaman ruangan dan peralatan; sedikit blur gerakan dan bokeh di latar belakang untuk menekankan subjek. Palet warna: nada gym netral — hitam, abu-abu, metalik — dikontraskan dengan dinding aksen kuning dan pakaian krem; warna kulit alami. Kamera & tampilan: perspektif kamera ponsel melalui cermin, sedikit sudut ke bawah; Fokus tajam pada pantulan subjek, latar belakang sedikit buram; tekstur fotorealistik untuk kain pakaian olahraga dan peralatan gym; perspektif dan proporsi yang akurat. Suasana: energik, percaya diri, nuansa kebugaran modern; detail tinggi tanpa penajaman berlebihan.” Pesan negatif: “resolusi rendah, buram, terlalu terang, terlalu gelap, bayangan tajam, kulit seperti plastik/berlilin, penghalusan berlebihan, efek HDR, hiper-stilistik/kartun, proporsi terdistorsi, anatomi salah, cermin melengkung, wajah ganda, jari tambahan, tanda air, overlay teks, artefak berantakan, noise berat.
J’ai réalisé un seul et même texte pour le prompt. j’aimerais qui tu me fournisses 3 images s’il te plaît et sur chaque image, je devrais voir une page de format A4 sous la forme d’une BD, il devrait y’avoir 18 cases avec donc 6 cases par page. Avec le prompt que je vais te fournir, chaque paragraphe correspond à une case. Le prompt est le suivant : « On est dans une chambre d’enfant, il fait nuit, décorée simplement avec quelques jouets sur le sol. Un père de peau noire qui a les cheveux crépus courts, une barbe fine, portant une chemise décontractée, donne un baiser tendre sur le front de son fils, tout en lui mettant doucement la couverture autour de lui. Le fils semble légèrement inquiet, regardant timidement son père. La lumière du soir crée une atmosphère douce. Puis, le père, debout à la porte, regarde une dernière fois son fils avec un sourire rassurant avant de quitter la pièce. Ensuite, le fils, allongé dans son lit, fixe le plafond avec une expression légèrement anxieuse. La pièce est presque sombre, avec une lueur douce émanant de sous la porte. Puis, l’enfant, toujours allongé dans son lit, tourne brusquement la tête en direction de l’obscurité d’un coin de la chambre. Ses yeux sont grands ouverts, et il semble alerte. Le décor est sombre et inquiétant, avec des ombres légèrement accentuées. Ensuite, un bruit résonne dans la pièce. L’enfant, recroquevillé dans son lit, regarde avec terreur vers la porte du placard entrouverte. Puis, l’expression sur son visage est figée par la peur. Les ombres dans la pièce semblent se déplacer subtilement, ajoutant à l’angoisse. Puis, on voit une ombre monstrueuse qui se projette sur le mur près du placard. L’ombre a une forme indistincte mais menaçante, avec des griffes longues et des yeux brillants. Puis, l’enfant se cache sous la couverture, laissant dépasser ses yeux, qui fixent la silhouette avec horreur. Désormais, le monstre commence à s’approcher lentement, visible uniquement par son ombre massive et inquiétante projetée sur le mur. Puis,l’enfant, sous sa couverture, serre son doudou contre lui, tremblant de peur. Les tons de la pièce deviennent encore plus sombres, amplifiant l’atmosphère oppressante. Le monstre est maintenant proche du lit, sa silhouette toujours projetée sur le mur, avec des griffes tendues. L’enfant a totalement disparu sous la couverture, ne laissant que la forme de son corps tremblant visible. La tension atteint son apogée. Il y’a ensuite un gros plan sur le monstre qui s’approchent lentement du lit. L’ombre semble se tordre et devenir plus menaçante, tandis que le silence dans la pièce est palpable. La couverture de l’enfant tremble légèrement, indiquant qu’il est terrifié. La chambre est désormais plongée dans un silence total. L’ombre du monstre commence à s’éloigner, redevenant indistincte et se fondant dans les ombres naturelles de la chambre. Ensuite, on voit l’enfant, sous sa couverture, qui est toujours immobile mais il ne tremble plus. Puis, l’enfant sort doucement la tête de sous la couverture, ses yeux sont rouges de larmes et ses joues sont trempées de larmes, il regarde autour de lui avec prudence. La chambre semble à nouveau calme. Ensuite, on voit l’enfant qui est toujours couché sur son lit, tenant son doudou fermement contre lui. Il regarde la fenêtre. Le monstre a complètement disparu, ne laissant aucune trace de son passage. Après, on a un gros plan sur le visage de l’enfant, apaisé mais fatigué, ses yeux se fermant doucement alors qu’il s’assoupit de nouveau. L’enfant s’est maintenant endormi paisiblement dans son lit, tenant toujours son doudou. Enfin, on a un dernier plan sur la porte de la chambre, fermée, avec une légère ombre qui semble se dessiner sous la lumière extérieure. Une subtile tension demeure, mais la scène reste calme. »
Buatkan potret di foto referensi yang bernuansa sinematis dan penuh suasana, menampilkan seorang pria muda di dalam kendaraan transportasi umum yang redup, seperti kereta atau bus. Dia mengenakan wireless earphone, menikmati musik dari ponselnya. Pencahayaan dalam foto hangat dan sedikit kekuningan, dengan cahaya lembut yang berasal dari luar jendela, menciptakan kontras dengan interior yang gelap. Pria tersebut bersandar pada kursi, mengenakan jaket denim abu abu muda yang di biarkan terbuka, dan kaos hitam. Latar belakangnya buram, menampilkan siluet samar-samar penumpang lain. Suasana foto tenang dan penuh renungan, dengan fokus pada ekspresi emosional subjek. Gunakan kedalaman bidang yang dangkal untuk menekankan subjek dan menciptakan efek bokeh pada latar belakang. Foto harus memiliki tekstur realistis dan sedikit berbutir, mirip dengan fotografi jalanan yang spontan.
Iklan digital 3D yang sangat realistis dan sangat terperinci yang memamerkan kaleng soda Fanta berry yang robek di bagian tengahnya, memperlihatkan semburat berry segar dan montok yang tumpah keluar. Permukaan metalik kaleng tersebut ditampilkan dengan tekstur yang tajam dan realistis, termasuk tetesan air dan pantulan alami. Berry & potongan-potongan tersebut tampak segar dan bersemangat, beberapa beterbangan keluar dengan cipratan dinamis cairan biru keunguan dan tetesan yang tersebar. Komposisi tersebut mencakup latar belakang biru gradasi yang cerah dengan pencahayaan volumetrik yang halus, dan daun anggur hijau yang menambahkan aksen alami. Kedalaman bidang sinematik dan gerakan kabur menekankan pemandangan yang dinamis, ditampilkan dalam kualitas 4K UHD resolusi tinggi dengan iluminasi global, bayangan realistis, dan pencahayaan HDR. Gayanya adalah iklan minuman premium yang dramatis, menggunakan teknik rendering canggih seperti kualitas Unreal Engine + Octane Render.
Edit foto ini (pada foto referensi) tanpa mengubah wajah dan bentuk tubuh aslinya. Buat gambar dengan kualitas dan resolusi tinggi, pemotretan menggunakan flash, diambil menggunakan iPhone 17 Pro. Dia mengenakan gaun spaghetti hitam dengan kemeja tipis sebagai luaran, memakai gelang dan jam tangan. Rambutnya diikat ke atas dengan beberapa helai rambut terurai. wajah tampak sedikit berminyak alami. Ia berada di warung / tempat jualan Pecel Lele pada malam hari, duduk lesehan di atas tikar. Posisi duduk menghadap depan, kedua tangan berada di atas meja, salah satu tangan menopang dagu. Di depannya terdapat meja dengan taplak merah, di atasnya ada dua gelas es teh dan tempat tisu. Di belakangnya terlihat spanduk kain besar khas warung pecel lele dengan ilustrasi ikan lele dan bebek, serta tulisan “Lesehan Lamongan” yang tampak terbalik karena terlihat dari sisi belakang spanduk. Di balik spanduk terlihat suasana jalan raya. Pencahayaan malam hari, menggunakan flash kamera yang kuat dan langsung mengarah ke wajah, menghasilkan sorotan jelas pada wajah. Sudut pengambilan gambar dari samping dengan sudut sangat lebar (ultra wide). Nuansa foto ceria dan candid, kualitas 4K, tanpa blur, efek bokeh, rasio aspek 9:16.
Coloriser cette image et en changer le style selon les instructions suivantes : "tu ne conservera que le personnage en train de jouer du saxophone et transformera le fond, la scène se déroule désormais dans un boite de nuit installée dans une cave parisienne, le joueur de saxophone joue dans un salle enfumée et est éclairé par un spot arrivant de la partie en haut à droite de l'image, le reste de la scène est plongée dans la pénombre. Le style à utiliser est celui du jeu GTA
video filem berdialog (Sabah slang) kekalkan wajah & suasana asal Gunakan imej rujukan sebagai frame pembuka dan identity reference sahaja. Kekalkan wajah subjek seperti asal, pakaian, umur, tona kulit, gaya tudung, dan suasana dapur kayu kampung seperti dalam gambar. Jangan ubah layout rumah, dapur tanah liat, periuk, papan pemotong, bawang merah dan cili, tikar, pencahayaan natural petang, dan mood kampung sederhana Nota penting untuk konsistensi muka & suasana 1. Letakkan imej rujukan sebagai first frame identity reference jika platform menyokongnya. 2. Tambah frasa preserve original faces, wardrobe, hut layout, and lighting from reference image di hujung prompt jika model cenderung mengubah subjek. 3. Elakkan arahan seperti change outfit, beautify, younger, different angle identity, new hairstyle, kerana itu sering merosakkan konsistensi wajah. 4. Untuk hasil lebih stabil, jana 3 shot clips (dapur sungai balik bawa buaya) kemudian sambung di editor video. 5. Jika model video menyokong seed, gunakan seed yang sama untuk semua shot. Cadangan dialog yang lebih natural dalam lohgat Sabah (opsyen) Watak Dialog asal Versi lebih natural (opsyen) Nenek “Dawiya pergi kau tangkap ikan di sungai bah, Sudah Nenek Siapkan api ni……“Dawiya, pergi kau tangkap ikan di sungai bah. Sudah nenek siapkan api ni…” Cucu : “oyekkk...nek ... Boleh bah kalau kau !!” “Oyekkk… nek… boleh bah kalau kau!” Saya kekalkan maksud dan nada komedi; perubahan hanya untuk kelancaran sebutan dan lip-sync. Tip akhir: jika model menghasilkan buaya yang terlalu agresif, tambah crocodile remains calm, stationary, comedic, no attack, no chase, no gore untuk memastikan adegan kekal lucu dan selamat. video filem berdialog (Bahasa Sabah) kekalkan wajah & suasana asal Selamat digunakan untuk model video AI Kekalkan identiti visual subjek seperti dalam gambar asal; jangan ubah wajah, umur, pakaian, atau suasana pondok kayu desa Sabah. Jangan tambah orang baru. Fokus pada nenek dan cucu sahaja. Pastikan loghat/intonasi Sabah kedengaran natural dan mesra. Catatan penting tentang “buaya” Jika model video terlalu literal atau menghasilkan adegan berbahaya, tukar frasa “seekor buaya” kepada “seekor anak buaya kecil yang tidak agresif” dan tambah arahan “strictly comedic, no threat, no chase, no attack”. Tip sync dialog & timing 1. 0–6s: establishing shot, fire crackling, grandmother starts speaking. 2. 6–10s: close-up child chopping; child replies. 3. 10–60s: playful river-catching montage (no new characters needed; keep shots on the child). 4. 60–70s: child returns with the small crocodile; grandmother’s shocked reaction. 5. 70–75s: child proudly says, “Ikan besar bah, nek!” and freeze-frame for comedic ending. Cadangan TTS voice direction Nenek: suara wanita tua Sabah, tenang dan sedikit serak, tempo perlahan. Cucu: suara kanak-kanak perempuan Sabah, ceria, sedikit nakal, tempo cepat dan natural. Reaksi akhir nenek: tarik nafas pendek, bunyi terkejut spontan (“Aduh! Buaya bah tu!”) boleh ditambah jika model membenarkan ad-lib. See less Recent
KARAKTER: {MODEL: wanita Indonesia sintal usia 24-26 tahun, keturunan campuran Indonesia-China-Filipina-Vietnam-India} {PROFESI: model peraga desain produk dengan target market para ibu-ibu 25 tahun} {WAJAH: cantik segar, tanpa kerutan penuaan, mata berbinar, kosmetika sangat tipis, tanpa alis buatan, pipi cempluk, menampilkan ekspresi mampu meyakinkan orang} {KULIT: kulit putih rajin perawatan skincare, bukan kuning, kulit sensitif, tanpa jerawat, ada vellus, tanpa selulit} {RAMBUT: digelung sangat longgar keatas, banyak helai terlepas bebas} {BODI: sintal padat berisi, agak langsing} {PAYUDARA: berukuran "38G" dan ukuran payudara sangat akurat, sangat bulat penuh seperti MELON, BESAR seperti ibu-ibu memiliki 3 anak} {PERUT: langsing tidak berlemak} {PANTAT: bulat berotot} POSE: {POSISI: duduk 1/2-rebahan bersandar, menghadap 2/3-depan sambil melirik manja ke depan kamera, nyaman, percaya diri, komposisi pose yang memiliki nilai seni dan kreativitas tinggi} {KAKI: kedua kaki bersila simetris mengangkang seperti posisi yoga, kedua lutut saling berjauhan} {TANGAN: kedua tangan diangkat sambil memperbaiki gelungan rambut} {MULUT: tersenyum manis memperlihatkan yang gigi rapi} PAKAIAN: {TEMA: bersifat serba terbuka (semacam BIKINI, BANDEAU, NO-BRA, THONG LOW RISE, HIPSTER), system ikatan bertali kesamping, mengikuti Anime Ecchi, tanpa menggunakan pakaian layer kedua} {BAHAN: seluruh pakaian yang dipakai terbuat dari bahan seperti kasa medis berpori, berwarna skintone sangat mirip dengan warna kulit model} LOKASI: {tenggelam di dalam semak tanaman tropis sangat rimbun, dedaunan berwarna hijau muda cerah yang sangat basah sehabis hujan, siang hari, sepi} TEKNIK FOTOGRAFI: {STYLE: Dramatis, Moody Dark green filter, pencahayaan alami langsung} {KAMERA: Shot on Phase One XF, 80mm lens, f/2.8, bukaan lensa cepat} {KUALITAS: 8k resolution, ultra_realistic, masterpiece quality, memperlihatkan detail sampai skala mikro pada pori-pori kulit dan rambut vellus} LAYOUT: {foto Jarak super dekat, posisi kamera tegak lurus dengan perut, POV: wajah-dada-perut-paha, rasio 2:3}
Portrait hyper-réaliste d’un homme musclé d’environ 30 ans, torse nu, dans un espace intérieur neutre à la lumière blanche. Son visage est capturé en très gros plan, cadrage serré sur les yeux, le nez et la bouche, dans une composition frontale centrée et ultra-précise. Sa peau est lumineuse, brillante, légèrement humide : chaque pore, micro-poil, grain de beauté ou tache de rousseur est rendu avec une netteté extrême, comme dans une étude dermatologique ou une campagne de soin. Ses yeux sont grands ouverts, dirigés droit vers l’objectif, avec une intensité paisible. L’iris est d’un bleu profond et limpide, presque translucide, contrastant puissamment avec la chaleur dorée de la lumière. Les pupilles sont nettes, centrées, brillantes. Ce regard clair donne à l’image une force immédiate et silencieuse. Les lèvres sont légèrement entrouvertes, naturellement rosées et hydratées. Les cils projettent une ombre fine sur les pommettes. La lumière chaude et latérale, comme un rayon de soleil doré en fin d’après-midi (golden hour), arrive de la gauche à 45°, dessinant des reflets subtils sur les reliefs du visage : arcades sourcilières, arête du nez, haut des joues et bouche. Le fond est flou, gris pâle et neutre, sans aucun décor. Le torse musclé et rasé apparaît à peine en bas du cadre, dans le même bain de lumière chaude. Aucun vêtement visible à l’écran, sinon peut-être la partie supérieure d’un sous-vêtement blanc discret, sans caractère érotique. Le sujet est montré sans pose, sans affectation, dans une expression calme, ouverte, entre douceur et présence brute. Style visuel : photographie de beauté masculine ultra-réaliste, haute définition, lumière naturelle chaude, profondeur de champ très réduite. Influence éditoriale (Paolo Roversi, Mark Shaw) avec une esthétique clinique du grain de peau. Couleurs naturelles, tons cuivrés et bleus, contraste doux, aucun filtre, aucune retouche artificielle. L’image met en avant la matière vivante de la peau et l’intensité silencieuse du regard.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Portrait futuriste et éthéré d'une femme avec une peau translucide révélant son crâne, inspiré de l’esthétique cyberpunk japonais. Elle émet une lueur bio-luminescente vert néon, rappelant les néons de Tokyo la nuit. Son profil est mis en valeur par une tenue noire élégante à col haut, ornée de motifs technologiques inspirés du design japonais. Autour d’elle, des hologrammes de kanjis flottent subtilement dans l’air, fusionnant tradition et futurisme. L’arrière-plan est un dégradé blanc brumeux évoquant une ville cybernétique noyée dans la brume, renforçant une ambiance surréaliste et high-tech. L’éclairage, d’un bleu glacial et futuriste, illumine délicatement sa structure osseuse, créant un effet de vision aux rayons X. Rendu en Unreal Engine 5, avec textures translucides, effets holographiques et éclairage cinématographique, combinant minimalisme épuré et hyperréalisme, dans un style cyberpunk japonais sophistiqué.
"Sebuah foto close-up hingga medium shot yang menangkap momen inti dari tradisi Ma'nene di Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Fokus utama adalah pada sosok mumi atau jasad leluhur yang telah diawetkan, yang terlihat sedang dipakaikan pakaian baru. Dua orang dewasa di latar depan, yang mengenakan masker wajah berwarna putih dan sarung tangan lateks putih, dengan hati-hati memegang dan memakaikan pakaian berwarna gelap bermotif (jika motifnya terlihat jelas, sebutkan, contoh: motif geometris atau tenun tradisional) kepada mumi tersebut. Salah satu orang dewasa di sebelah kiri mengenakan kaos berwarna biru dan hitam dengan logo putih di lengan, serta topi berwarna gelap. Orang dewasa di sebelah kanan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna oranye dan topi berwarna merah muda. Sosok mumi terlihat kering dan berwarna kecoklatan, dengan detail tekstur kulit dan kemungkinan sisa-sisa perhiasan atau kain lama yang masih melekat. Ekspresi wajah mumi tidak jelas karena kondisi jenazah. Di latar belakang terlihat beberapa orang lain yang mengamati prosesi ini. Beberapa di antaranya juga mengenakan masker wajah. Latar belakang menunjukkan lingkungan luar ruangan dengan pepohonan hijau yang rimbun dan sebagian struktur bangunan sederhana berwarna putih dengan atap berwarna gelap. Cahaya alami menyinari subjek, menciptakan bayangan lembut. Atmosfer gambar adalah khidmat, penuh hormat, dan mencerminkan tradisi budaya yang unik. Pastikan detail pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berinteraksi dan kondisi mumi terlihat jelas." Elemen-elemen rinci yang ditambahkan dalam prompt ini: Jenis Bidikan: Close-up hingga medium shot untuk fokus pada interaksi. Lokasi Spesifik: Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Aktor: Dua orang dewasa yang mengenakan masker dan sarung tangan, serta deskripsi pakaian mereka. Sosok mumi dengan deskripsi visualnya. Beberapa pengamat di latar belakang. Aksi: Memakaikan pakaian baru kepada mumi. Objek: Pakaian baru (sebutkan warna dan motif jika terlihat), sisa pakaian lama/perhiasan pada mumi. Latar Belakang: Pepohonan, struktur bangunan sederhana, cahaya alami. Atmosfer: Khidmat, penuh hormat, budaya unik. Instruksi Tambahan: Detail pakaian dan kondisi mumi harus jelas.
Nenek perempuan setengah-setengah pelukis artisan pelukis aktif, kaki penuh dan komposisi wajah super hero "hulk", dengan rambut panjang, kaki cokelat yang luar biasa, dan mata megah simetris, gaya instaport, ilustrasi digital, gaya komik, anatomi sempurna, terpusat, mendekati kesempurnaan, menggoda, provokatif, dinamis, sangat detail, artstation, memakai lebih sedikit, fokus tajam, ilustrasi, seni oleh Carne Griffiths ATAU Wadim Kashin ATAU Dan Mumfordn ATAU Marc Simonetti ATAU Leonid Afremov ATAU Kandinsky, ATAU Bruce Timms, produksi master fotorealistik, terpusat, simetri, dicat, rumit, pencahayaan volumetrik, mahakarya indah, kaya warna dalam,
une illustration hyper détaillée, Kate Capeshaw (photo numéro un en référence), dans son rôle de Willie Scott dans le film culte de Steven Spielberg de 1984 "Indiana Jones et le temple maudit", Kate Capeshaw est dépeinte dans son rôle de meneuse de revue, telle qu'elle apparaît au début du film. Kate Capeshaw est vêtue de sa robe rouge à paillettes emblématique du film. Kate Capeshaw est en train de mener la revue dans le cabaret "Club Obi One" dans une ambiance endiablée et chante la chanson "Anything goes". kate Capeshaw est souriante et dynamique. En arrière plan, on peut voir l'inscription "Club Obi One" avec des néons rouges. Kate Capeshaw se trouve devant un immense gong doré. L'image est dynamique et joyeuse avec un éclairage typique des films d'action/aventure des années 80.
girl, headphones, sleeping, in bus, star map outside, in the style of Pino Daeni, outside shine,, window ,tranquil shadow dream fluctuation, , interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, the plush toy doll rabbit looking out the window, who does all the hard work and who gets all the credit? ,interior of evening glow, decorous technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori,
"Sebuah foto close-up hingga medium shot yang menangkap momen inti dari tradisi Ma'nene di Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Fokus utama adalah pada sosok mumi atau jasad leluhur yang telah diawetkan, yang terlihat sedang dipakaikan pakaian baru. Dua orang dewasa di latar depan, yang mengenakan masker wajah berwarna putih dan sarung tangan lateks putih, dengan hati-hati memegang dan memakaikan pakaian berwarna gelap bermotif (jika motifnya terlihat jelas, sebutkan, contoh: motif geometris atau tenun tradisional) kepada mumi tersebut. Salah satu orang dewasa di sebelah kiri mengenakan kaos berwarna biru dan hitam dengan logo putih di lengan, serta topi berwarna gelap. Orang dewasa di sebelah kanan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna oranye dan topi berwarna merah muda. Sosok mumi terlihat kering dan berwarna kecoklatan, dengan detail tekstur kulit dan kemungkinan sisa-sisa perhiasan atau kain lama yang masih melekat. Ekspresi wajah mumi tidak jelas karena kondisi jenazah. Di latar belakang terlihat beberapa orang lain yang mengamati prosesi ini. Beberapa di antaranya juga mengenakan masker wajah. Latar belakang menunjukkan lingkungan luar ruangan dengan pepohonan hijau yang rimbun dan sebagian struktur bangunan sederhana berwarna putih dengan atap berwarna gelap. Cahaya alami menyinari subjek, menciptakan bayangan lembut. Atmosfer gambar adalah khidmat, penuh hormat, dan mencerminkan tradisi budaya yang unik. Pastikan detail pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berinteraksi dan kondisi mumi terlihat jelas." Elemen-elemen rinci yang ditambahkan dalam prompt ini: Jenis Bidikan: Close-up hingga medium shot untuk fokus pada interaksi. Lokasi Spesifik: Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Aktor: Dua orang dewasa yang mengenakan masker dan sarung tangan, serta deskripsi pakaian mereka. Sosok mumi dengan deskripsi visualnya. Beberapa pengamat di latar belakang. Aksi: Memakaikan pakaian baru kepada mumi. Objek: Pakaian baru (sebutkan warna dan motif jika terlihat), sisa pakaian lama/perhiasan pada mumi. Latar Belakang: Pepohonan, struktur bangunan sederhana, cahaya alami. Atmosfer: Khidmat, penuh hormat, budaya unik. Instruksi Tambahan: Detail pakaian dan kondisi mumi harus jelas.
Portrait hyper-réaliste d’un homme musclé d’environ 30 ans, torse nu, dans un espace intérieur neutre à la lumière blanche. Son visage est capturé en très gros plan, cadrage serré sur les yeux, le nez et la bouche, dans une composition frontale centrée et ultra-précise. Sa peau est lumineuse, brillante, légèrement humide : chaque pore, micro-poil, grain de beauté ou tache de rousseur est rendu avec une netteté extrême, comme dans une étude dermatologique ou une campagne de soin. Ses yeux sont grands ouverts, dirigés droit vers l’objectif, avec une intensité paisible. L’iris est d’un bleu profond et limpide, presque translucide, contrastant puissamment avec la chaleur dorée de la lumière. Les pupilles sont nettes, centrées, brillantes. Ce regard clair donne à l’image une force immédiate et silencieuse. Les lèvres sont légèrement entrouvertes, naturellement rosées et hydratées. Les cils projettent une ombre fine sur les pommettes. La lumière chaude et latérale, comme un rayon de soleil doré en fin d’après-midi (golden hour), arrive de la gauche à 45°, dessinant des reflets subtils sur les reliefs du visage : arcades sourcilières, arête du nez, haut des joues et bouche. Le fond est flou, gris pâle et neutre, sans aucun décor. Le torse musclé et rasé apparaît à peine en bas du cadre, dans le même bain de lumière chaude. Aucun vêtement visible à l’écran, sinon peut-être la partie supérieure d’un sous-vêtement blanc discret, sans caractère érotique. Le sujet est montré sans pose, sans affectation, dans une expression calme, ouverte, entre douceur et présence brute. Style visuel : photographie de beauté masculine ultra-réaliste, haute définition, lumière naturelle chaude, profondeur de champ très réduite. Influence éditoriale (Paolo Roversi, Mark Shaw) avec une esthétique clinique du grain de peau. Couleurs naturelles, tons cuivrés et bleus, contraste doux, aucun filtre, aucune retouche artificielle. L’image met en avant la matière vivante de la peau et l’intensité silencieuse du regard.
Edit Foto ini diambil dalam gaya "follow me" atau "ikut aku," di mana kamera (atau orang yang mengambil foto) memegang tangan subjek utama yang sedang berjalan di depan. Subjek Utama: Seorang pria memakai kaos tanpa lengan warna hitam dan kacamata hitam, berjalan di dalam air laut setinggi pinggang atau dada. Aksi dan Sudut Pandang: Pria itu menghadap ke kamera menoleh dari arah bahu. Lengan kanannya (dari sudut pandang kita) terentang ke belakang dan ke bawah, menggenggam erat tangan seseorang wanita (orang yang mengambil foto/kamera). Si wanita pergelangan tangannya mengenakan gelang clover. Latar Belakang (Air dan Laut): Subjek berada di perairan yang tenang. Air laut berwarna cokelat kemerahan atau oranye muda, memantulkan warna langit senja di atasnya. Tekstur air terlihat lembut dengan sedikit riak. Latar Belakang (Langit dan Senja): Latar belakang didominasi oleh pemandangan matahari terbenam atau senja yang dramatis. Langit dipenuhi awan-awan besar yang disinari dengan warna-warna hangat yang indah: Warna dominan adalah merah muda, oranye, dan persik yang lembut. Ada juga sentuhan ungu/biru di bagian atas dan awan yang lebih gelap di tengah, menciptakan kontras yang menarik. Komposisi dan Suasana: Foto ini memiliki komposisi yang kuat, menempatkan subjek utama di tengah dan sedikit bergeser ke kanan. Genggaman tangan di foreground menciptakan koneksi emosional dan membawa penonton langsung ke dalam momen. Cahaya golden hour dari senja memberikan nuansa yang sangat hangat, romantis, dan damai. Potensi Prompt atau Kisah di Balik Foto (Interpretasi): Tema: Perjalanan, petualangan, romansa, kedamaian, dan menikmati keindahan alam bersama. Kisah yang Disampaikan: Foto ini mengisahkan ajakan untuk mengikuti, menjelajahi, dan berbagi momen yang indah, biasanya dalam konteks liburan, pasangan, atau pelarian diri yang damai. Ini adalah representasi klasik dari hubungan dan kepercayaan. Emosi: Rindu, kehangatan, harapan, keintiman, ketenangan. Hasil foto ultra realistik, resolusi tinggi, ketajaman tinggi pada wajah dan rambut sesuai foto referensi.
Gambar Realistis 0,8k. 9:16. Selfie cermin gym A 30-year-old Indonesian woman with fair, postur dan wajah luna maya.porcelain skin. di pusat kebugaran modern. Foto tiga perempat badan dari sudut samping belakang, diambil saat saya memegang ponsel di tangan kanan dan melihat ke arah cermin dengan ekspresi santai dan percaya diri. Pakaian: bra olahraga ringan dan celana pendek olahraga tanpa jahitan warna BIRU DARK berpinggang tinggi; jam tangan pintar di pergelangan tangan; anting-anting kecil. Pencahayaan: pencahayaan gym dalam ruangan yang terang dengan campuran nada dingin dan netral; sorotan bersih pada lengan dan bahu, bayangan lembut yang mendefinisikan tonus otot; tanpa kontras yang tajam. Lingkungan: latar belakang gym yang ramai dengan banyak orang berlatih, bangku beban dan dumbel, mesin, dan lantai karet; kolom/dinding kuning cerah di sebelah kanan; pantulan cermin menunjukkan kedalaman ruangan dan peralatan; sedikit blur gerakan dan bokeh di latar belakang untuk menekankan subjek. Palet warna: nada gym netral — hitam, abu-abu, metalik — dikontraskan dengan dinding aksen kuning dan pakaian krem; warna kulit alami. Kamera & tampilan: perspektif kamera ponsel melalui cermin, sedikit sudut ke bawah; Fokus tajam pada pantulan subjek, latar belakang sedikit buram; tekstur fotorealistik untuk kain pakaian olahraga dan peralatan gym; perspektif dan proporsi yang akurat. Suasana: energik, percaya diri, nuansa kebugaran modern; detail tinggi tanpa penajaman berlebihan.” Pesan negatif: “resolusi rendah, buram, terlalu terang, terlalu gelap, bayangan tajam, kulit seperti plastik/berlilin, penghalusan berlebihan, efek HDR, hiper-stilistik/kartun, proporsi terdistorsi, anatomi salah, cermin melengkung, wajah ganda, jari tambahan, tanda air, overlay teks, artefak berantakan, noise berat.
Judul Video: Saya Fairus Syah, Dari group 3, Accept 30 Days Challenge edisi Kali ni..LU TAK BERANI, LU BOLEH BALIK!! Durasi: Sekitar 1-2 menit (bisa disesuaikan) Musik Latar: Musik yang mendebarkan dan memacu adrenalin, lalu menjadi lebih epik dan menginspirasi setelah terjun. [0:00-0:15] Suasana Persiapan di Pesawat Visual: Fairus Syah (dengan perlengkapan terjun payung lengkap) duduk di dalam pesawat, terlihat sedikit tegang namun bersemangat. Cuplikan singkat teman-teman atau instruktur di sekitarnya yang memberikan semangat atau melakukan pemeriksaan akhir. Pemandangan awan atau daratan dari jendela pesawat yang semakin dekat. Close-up pada ekspresi Fairus yang menunjukkan antisipasi. Audio: Suara mesin pesawat yang menderu. Suara instruktur yang memberikan instruksi singkat (opsional, bisa hanya visual). Fairus mengambil napas dalam-dalam. [0:15-0:30] Momen di Ambang Pintu Pesawat Visual: Fairus Syah bergerak ke arah pintu pesawat yang terbuka. Angin kencang menerpa. Pemandangan luas di bawah yang menakjubkan (langit biru, awan, daratan). Instruktur di sampingnya memberikan isyarat terakhir. Fairus menoleh ke kamera dengan ekspresi tekad. Audio: Suara angin yang sangat kencang. Fairus Syah mengambil posisi di ambang pintu. [0:30-0:40] Seruan Fairus Syah & Terjun! Visual: Close-up wajah Fairus Syah. Ia menarik napas dalam-dalam, matanya penuh semangat. Fairus Syah melantangkan: "SAYA FAIRUS SYAH, DARI GROUP 3, ACCEPT 30 DAYS CHALLENGE EDISI KALI INI!" (Pastikan ekspresi dan suaranya penuh energi dan semangat!) Gerakan cepat: Ia langsung mendorong diri atau melompat keluar dari pesawat. Audio: Suara Fairus Syah yang lantang dan jelas. Suara dentuman saat ia melompat keluar. Musik latar yang mencapai klimaks. [0:40-1:15] Melayang di Udara (Freefall) Visual: Fairus Syah melayang bebas di udara, dengan posisi belly-to-earth yang stabil. Pemandangan spektakuler dari atas: awan di bawahnya, daratan yang membentang luas. Ekspresi Fairus yang penuh kebahagiaan, senyum lebar, dan mungkin teriakan kegembiraan (tanpa suara, hanya visual). Cuplikan dari berbagai sudut (jika memungkinkan, misalnya dari kamera di helm atau kamera yang dipegang instruktur). Ia mungkin melakukan sedikit gerakan atau pose di udara. Audio: Suara angin yang menderu kencang. Musik latar yang epik dan menginspirasi, membangun suasana kebebasan. [1:15-1:20] Momen Sebelum Payung Terbuka Visual: Close-up pada tangan Fairus yang bersiap menarik tali pembuka payung. Ekspresi fokus. (Opsional) Sedikit goyangan atau manuver singkat sebelum payung dibuka. Audio: Musik latar yang sedikit mereda, membangun ketegangan. [1:20-Akhir] Payung Terbuka & Pendaratan Visual: Payung terbuka dengan mulus. Gerakan melambat, Fairus mulai melayang dengan tenang di bawah payung. Pemandangan yang lebih tenang dan detail dari daratan saat ia mendekat. Pendaratan yang mulus. Fairus berdiri, melepas helm, dan tersenyum puas ke kamera. (Opsional) Teman-teman atau instruktur menyambutnya. Audio: Suara payung terbuka (whoosh). Suara angin yang lebih lembut. Musik latar yang tenang dan merayakan keberhasilan. Fairus mungkin mengucapkan sesuatu seperti "Berhasil!" atau "Luar biasa!" Tips Tambahan: Kualitas Kamera: Gunakan kamera aksi (GoPro atau sejenisnya) untuk hasil terbaik. Sudut Pengambilan: Manfaatkan beberapa sudut kamera jika memungkinkan (helm, tangan, instruktur). Ekspresi: Dorong Fairus untuk menunjukkan emosi yang kuat di setiap tahap. Penyuntingan: Pastikan transisi antar adegan mulus dan musik mendukung narasi visual. Semoga berhasil dengan videonya! Pasti akan sangat keren!
Nenek perempuan setengah-setengah pelukis artisan pelukis aktif, kaki penuh dan komposisi wajah super hero "hulk", dengan rambut panjang, kaki cokelat yang luar biasa, dan mata megah simetris, gaya instaport, ilustrasi digital, gaya komik, anatomi sempurna, terpusat, mendekati kesempurnaan, menggoda, provokatif, dinamis, sangat detail, artstation, memakai lebih sedikit, fokus tajam, ilustrasi, seni oleh Carne Griffiths ATAU Wadim Kashin ATAU Dan Mumfordn ATAU Marc Simonetti ATAU Leonid Afremov ATAU Kandinsky, ATAU Bruce Timms, produksi master fotorealistik, terpusat, simetri, dicat, rumit, pencahayaan volumetrik, mahakarya indah, kaya warna dalam,
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Edit foto ini (pada foto referensi) tanpa mengubah wajah dan bentuk tubuh aslinya. Buat gambar dengan kualitas dan resolusi tinggi, pemotretan menggunakan flash, diambil menggunakan iPhone 17 Pro. Dia mengenakan gaun spaghetti hitam dengan kemeja tipis sebagai luaran, memakai gelang dan jam tangan. Rambutnya diikat ke atas dengan beberapa helai rambut terurai. wajah tampak sedikit berminyak alami. Ia berada di warung / tempat jualan Pecel Lele pada malam hari, duduk lesehan di atas tikar. Posisi duduk menghadap depan, kedua tangan berada di atas meja, salah satu tangan menopang dagu. Di depannya terdapat meja dengan taplak merah, di atasnya ada dua gelas es teh dan tempat tisu. Di belakangnya terlihat spanduk kain besar khas warung pecel lele dengan ilustrasi ikan lele dan bebek, serta tulisan “Lesehan Lamongan” yang tampak terbalik karena terlihat dari sisi belakang spanduk. Di balik spanduk terlihat suasana jalan raya. Pencahayaan malam hari, menggunakan flash kamera yang kuat dan langsung mengarah ke wajah, menghasilkan sorotan jelas pada wajah. Sudut pengambilan gambar dari samping dengan sudut sangat lebar (ultra wide). Nuansa foto ceria dan candid, kualitas 4K, tanpa blur, efek bokeh, rasio aspek 9:16.
Dans cette video, je vais souligner les dérives et les illusions autour de l’argent facile, surtout sur les réseaux sociaux. Voici quelques points clés qui ressortent de ton message, et que beaucoup devraient entendre : 1. L’arnaque du "gain facile" sur TikTok/YouTube Les promesses de fortunes rapides grâce à l’IA, aux dropshipping ou autres "méthodes secrètes" sont souvent des supercheries. Ces contenus jouent sur la vulnérabilité des gens en utilisant des phrases chocs ("Incroyable !", "Les banques détestent cette méthode !") pour capter l’attention. C’est du clickbait pur et simple, rarement suivi de résultats concrets. 2. Le trading : un métier exigeant, pas un jeu Mon expérience de 12 ans dans le trading parle d’elle-même : c’est un domaine qui demande des années d’apprentissage, de discipline, et une approche systématique (comme mes robots GX12 le prouvent). Ceux qui critiquent le trading comme une "arnaque" confondent souvent les vrais traders avec les scammers de Dubai ou les influenceurs qui vendent des formations bidon. 3. La manipulation par les réseaux sociaux Les shorts/vidéos qui surfent sur l’émotion ("C’est illégal !", "Personne ne te dira ça !") sont conçus pour engranger des vues, pas pour éduquer. Leur but est de créer une dépendance au contenu sensationaliste, pas de transmettre des connaissances solides. 4. Le conseil le plus précieux : la patience Comme tu le dis, gagner sa vie demande du temps et des compétences réelles. Que ce soit en trading, en entrepreneuriat ou dans tout autre domaine, il n’y a pas de raccourci. Les seuls qui s’enrichissent vite avec ces "méthodes miracles", ce sont ceux qui les vendent. En résumé : Ton témoignage est un rappel salutaire. Les vrais succès se construisent dans la durée, loin du bruit des arnaqueurs en ligne. Continuer à partager ton expertise honnête est une façon de contrebalancer ces discours toxiques. Les vrais pros n’ont pas besoin de s’afficher à Dubai avec une Lamborghini loué,
Buat poster kolase editorial streetwear Jepang bergaya Y2K yang bold dengan estetika majalah fashion high-end yang bersih, dipadukan tekstur kertas grunge, sobekan majalah, cipratan tinta distressed, dan desain urban terinspirasi jalanan Tokyo. Komposisi utama: satu portrait close-up sinematik besar pria Jepang muda di bagian atas dengan fokus mata yang intens, tekstur kulit natural, rahang tegas, bibir natural glossy, rambut messy medium wolf cut diikat kecil ke belakang, tanpa kacamata, pencahayaan dramatis lembut, ekspresi dingin percaya diri namun calm innocent, gaya fotografi fashion ultra-realistis. Outfit pria: layered Japanese streetwear premium bergaya Y2K modern, oversized washed black jacket, inner fitted putih, tactical cargo pants gelap, silver chain necklace, multiple rings, ear cuff minimalis, leather strap details, textured fabric premium, silhouette edgy high-fashion Tokyo street style, clean monochrome palette dengan aksen abu-abu dan metalik. Komposisi bawah: hanya 2 frame portrait kolase kecil dengan ekspresi wajah dan angle berbeda, dibuat seperti foto polaroid sobek yang ditempel menggunakan tape di poster. Satu frame menunjukkan ekspresi serious side profile, satu lagi candid low-angle dengan tatapan tajam. Elemen desain: tipografi Jepang oversized yang bold, teks Inggris minimal, detail kecil rambu jalan Jepang, stiker barcode, potongan koran, tekstur vintage grunge, sapuan cat distressed, grain film analog, potongan masking tape, efek layered paper collage, dan layout editorial magazine premium. Gaya visual: edgy namun tetap clean, zine fashion Jepang modern, bayangan sinematik, detail mata sangat tajam, realism RAW DSLR, moodboard streetwear editorial, desain grafis premium, ultra detail, kualitas 8K, balanced neutral tones, nuansa hitam-putih-abu modern, tanpa estetika pink, tanpa bubble style, tanpa nuansa kartun.
KARAKTER: {MODEL: wanita Indonesia sintal usia 24-26 tahun, keturunan campuran Indonesia-China-Filipina-Vietnam-India} {PROFESI: model peraga desain produk dengan target market para ibu-ibu 25 tahun} {WAJAH: cantik segar, tanpa kerutan penuaan, mata berbinar, kosmetika sangat tipis, tanpa alis buatan, pipi cempluk, menampilkan ekspresi mampu meyakinkan orang} {KULIT: kulit putih rajin perawatan skincare, bukan kuning, kulit sensitif, tanpa jerawat, ada vellus, tanpa selulit} {RAMBUT: digelung sangat longgar keatas, banyak helai terlepas bebas} {BODI: sintal padat berisi, agak langsing} {PAYUDARA: berukuran "38G" dan ukuran payudara sangat akurat, sangat bulat penuh seperti MELON, BESAR seperti ibu-ibu memiliki 3 anak} {PERUT: langsing tidak berlemak} {PANTAT: bulat berotot} POSE: {POSISI: duduk 1/2-rebahan bersandar, menghadap 2/3-depan sambil melirik manja ke depan kamera, nyaman, percaya diri, komposisi pose yang memiliki nilai seni dan kreativitas tinggi} {KAKI: kedua kaki bersila simetris mengangkang seperti posisi yoga, kedua lutut saling berjauhan} {TANGAN: kedua tangan diangkat sambil memperbaiki gelungan rambut} {MULUT: tersenyum manis memperlihatkan yang gigi rapi} PAKAIAN: {TEMA: bersifat serba terbuka (semacam BIKINI, BANDEAU, NO-BRA, THONG LOW RISE, HIPSTER), system ikatan bertali kesamping, mengikuti Anime Ecchi, tanpa menggunakan pakaian layer kedua} {BAHAN: seluruh pakaian yang dipakai terbuat dari bahan seperti kasa medis berpori, berwarna skintone sangat mirip dengan warna kulit model} LOKASI: {tenggelam di dalam semak tanaman tropis sangat rimbun, dedaunan berwarna hijau muda cerah yang sangat basah sehabis hujan, siang hari, sepi} TEKNIK FOTOGRAFI: {STYLE: Dramatis, Moody Dark green filter, pencahayaan alami langsung} {KAMERA: Shot on Phase One XF, 80mm lens, f/2.8, bukaan lensa cepat} {KUALITAS: 8k resolution, ultra_realistic, masterpiece quality, memperlihatkan detail sampai skala mikro pada pori-pori kulit dan rambut vellus} LAYOUT: {foto Jarak super dekat, posisi kamera tegak lurus dengan perut, POV: wajah-dada-perut-paha, rasio 2:3}
une illustration hyper détaillée, Kate Capeshaw (photo numéro un en référence), dans son rôle de Willie Scott dans le film culte de Steven Spielberg de 1984 "Indiana Jones et le temple maudit", Kate Capeshaw est dépeinte dans son rôle de meneuse de revue, telle qu'elle apparaît au début du film. Kate Capeshaw est vêtue de sa robe rouge à paillettes emblématique du film. Kate Capeshaw est en train de mener la revue dans le cabaret "Club Obi One" dans une ambiance endiablée et chante la chanson "Anything goes". kate Capeshaw est souriante et dynamique. En arrière plan, on peut voir l'inscription "Club Obi One" avec des néons rouges. Kate Capeshaw se trouve devant un immense gong doré. L'image est dynamique et joyeuse avec un éclairage typique des films d'action/aventure des années 80.
Portrait futuriste et éthéré d'une femme avec une peau translucide révélant son crâne, inspiré de l’esthétique cyberpunk japonais. Elle émet une lueur bio-luminescente vert néon, rappelant les néons de Tokyo la nuit. Son profil est mis en valeur par une tenue noire élégante à col haut, ornée de motifs technologiques inspirés du design japonais. Autour d’elle, des hologrammes de kanjis flottent subtilement dans l’air, fusionnant tradition et futurisme. L’arrière-plan est un dégradé blanc brumeux évoquant une ville cybernétique noyée dans la brume, renforçant une ambiance surréaliste et high-tech. L’éclairage, d’un bleu glacial et futuriste, illumine délicatement sa structure osseuse, créant un effet de vision aux rayons X. Rendu en Unreal Engine 5, avec textures translucides, effets holographiques et éclairage cinématographique, combinant minimalisme épuré et hyperréalisme, dans un style cyberpunk japonais sophistiqué.
Coloriser cette image et en changer le style selon les instructions suivantes : "tu ne conservera que le personnage en train de jouer du saxophone et transformera le fond, la scène se déroule désormais dans un boite de nuit installée dans une cave parisienne, le joueur de saxophone joue dans un salle enfumée et est éclairé par un spot arrivant de la partie en haut à droite de l'image, le reste de la scène est plongée dans la pénombre. Le style à utiliser est celui du jeu GTA
J’ai réalisé un seul et même texte pour le prompt. j’aimerais qui tu me fournisses 3 images s’il te plaît et sur chaque image, je devrais voir une page de format A4 sous la forme d’une BD, il devrait y’avoir 18 cases avec donc 6 cases par page. Avec le prompt que je vais te fournir, chaque paragraphe correspond à une case. Le prompt est le suivant : « On est dans une chambre d’enfant, il fait nuit, décorée simplement avec quelques jouets sur le sol. Un père de peau noire qui a les cheveux crépus courts, une barbe fine, portant une chemise décontractée, donne un baiser tendre sur le front de son fils, tout en lui mettant doucement la couverture autour de lui. Le fils semble légèrement inquiet, regardant timidement son père. La lumière du soir crée une atmosphère douce. Puis, le père, debout à la porte, regarde une dernière fois son fils avec un sourire rassurant avant de quitter la pièce. Ensuite, le fils, allongé dans son lit, fixe le plafond avec une expression légèrement anxieuse. La pièce est presque sombre, avec une lueur douce émanant de sous la porte. Puis, l’enfant, toujours allongé dans son lit, tourne brusquement la tête en direction de l’obscurité d’un coin de la chambre. Ses yeux sont grands ouverts, et il semble alerte. Le décor est sombre et inquiétant, avec des ombres légèrement accentuées. Ensuite, un bruit résonne dans la pièce. L’enfant, recroquevillé dans son lit, regarde avec terreur vers la porte du placard entrouverte. Puis, l’expression sur son visage est figée par la peur. Les ombres dans la pièce semblent se déplacer subtilement, ajoutant à l’angoisse. Puis, on voit une ombre monstrueuse qui se projette sur le mur près du placard. L’ombre a une forme indistincte mais menaçante, avec des griffes longues et des yeux brillants. Puis, l’enfant se cache sous la couverture, laissant dépasser ses yeux, qui fixent la silhouette avec horreur. Désormais, le monstre commence à s’approcher lentement, visible uniquement par son ombre massive et inquiétante projetée sur le mur. Puis,l’enfant, sous sa couverture, serre son doudou contre lui, tremblant de peur. Les tons de la pièce deviennent encore plus sombres, amplifiant l’atmosphère oppressante. Le monstre est maintenant proche du lit, sa silhouette toujours projetée sur le mur, avec des griffes tendues. L’enfant a totalement disparu sous la couverture, ne laissant que la forme de son corps tremblant visible. La tension atteint son apogée. Il y’a ensuite un gros plan sur le monstre qui s’approchent lentement du lit. L’ombre semble se tordre et devenir plus menaçante, tandis que le silence dans la pièce est palpable. La couverture de l’enfant tremble légèrement, indiquant qu’il est terrifié. La chambre est désormais plongée dans un silence total. L’ombre du monstre commence à s’éloigner, redevenant indistincte et se fondant dans les ombres naturelles de la chambre. Ensuite, on voit l’enfant, sous sa couverture, qui est toujours immobile mais il ne tremble plus. Puis, l’enfant sort doucement la tête de sous la couverture, ses yeux sont rouges de larmes et ses joues sont trempées de larmes, il regarde autour de lui avec prudence. La chambre semble à nouveau calme. Ensuite, on voit l’enfant qui est toujours couché sur son lit, tenant son doudou fermement contre lui. Il regarde la fenêtre. Le monstre a complètement disparu, ne laissant aucune trace de son passage. Après, on a un gros plan sur le visage de l’enfant, apaisé mais fatigué, ses yeux se fermant doucement alors qu’il s’assoupit de nouveau. L’enfant s’est maintenant endormi paisiblement dans son lit, tenant toujours son doudou. Enfin, on a un dernier plan sur la porte de la chambre, fermée, avec une légère ombre qui semble se dessiner sous la lumière extérieure. Une subtile tension demeure, mais la scène reste calme. »
Une illustration humoristique et détaillée, dans le style des Muppets de Jim Henson, représentant A. S. parodié. Le personnage doit garder les proportions exagérées et les textures propres aux marionnettes des Muppets : grande bouche expressive, yeux ronds et légèrement globuleux, peau en feutrine, couture visible par endroits, aspect doux et moelleux. A. est torse nu, montrant une musculature caricaturale mais dans un rendu Muppet (pectoraux et biceps très exagérés en mousse/feutrine). Son corps est recouvert de peintures de camouflage vertes, noires et brunes appliquées de façon comique, comme si elles avaient été peintes sur une marionnette. Il porte un pantalon camouflage tiger stripes bien détaillé, avec un tombé réaliste mais adapté au style cartoon Muppet. Par-dessus, il a un brelage de combat équipé de quelques portes-chargeurs et d’un étui contenant un large poignard visible. Dans ses mains en feutrine, il tient un fusil d’assaut M16, stylisé mais immédiatement reconnaissable. La pose imite directement l’affiche du film Commando (1985, Mark L. Lester), avec un cadrage serré type portrait. L’expression du visage est intense mais drôle, mélange de dureté parodique et du charme décalé d’une marionnette. L’ensemble doit respirer l’énergie d’une parodie rétro, mélangeant action héroïque et humour visuel typique des Muppets. Éclairage dramatique rappelant l’affiche originale, avec des ombres marquées sur la musculature de mousse et les accessoires militaires. L’arrière-plan doit être sombre, contrasté, pour renforcer l’effet “affiche de film d’action des années 80”. Résultat : une parodie de l’affiche culte de Commando, mais transposée dans l’univers loufoque et coloré des Muppets, à la fois drôle, nostalgique et très détaillée.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Perempuan Asia wajah oval lembut kulit cerah, mata almond coklat gelap, alis tebal rapi, hidung kecil ramping, bibir penuh natural pink, senyum lembut. Rambut hitam panjang bergelombang halus belah samping. Makeup soft glam natural. Tubuhberisi proporsional siluet feminin alami.kualitas terbaik, ultra realistis, fotorealistik 8k, wajah yang bertahan sama dan fitur identik dengan referensi, yang sama, proporsi tubuh langsing yang konsisten tanpa perubahan, tanpa perubahan bentuk tubuh, tanpa distorsi ukuran, payudara alami yang sangat super besar, montok payudara besar asli yang sangat super montok, bentuk bulat yang lembut dengan lekukan realistis yang lembut dan kendur alami, berat dan kencang dada..lembut, kulit cerah, halus, dan bercahaya karena uap dan air hangat, mata cokelat gelap berbentuk almond, alis tebal yang rapi, hidung kecil dan ramping, bibir merah muda alami yang penuh dengan senyum lembut, tipis, tenang, dan rileks, rambut hitam panjang bergelombang terbelah ke samping, basah dan menempel lembut di bahu, leher, dan punggung atas, beberapa helai jatuh ke depan di wajah dengan tetesan air, riasan glamor alami yang lembut dan segar meskipun beruap. Tubuh feminin yang proporsional dan berlekuk dengan lekuk alami yang menggoda, proporsi realistis yang konsisten tanpa berlebihan pada wajah atau tubuh. Adegan: bersantai di bak mandi marmer putih besar di kamar mandi hotel mewah modern, air hangat berbusa putih tebal mengelilinginya hingga dada, uap tipis naik menciptakan suasana intim dan imajinatif yang hangat, pencahayaan lembut yang hangat dari lampu sorot dan lampu dinding emas, ubin marmer krem-beige, cermin besar yang sedikit berkabut di belakang.
video filem berdialog (Sabah slang) kekalkan wajah & suasana asal Gunakan imej rujukan sebagai frame pembuka dan identity reference sahaja. Kekalkan wajah subjek seperti asal, pakaian, umur, tona kulit, gaya tudung, dan suasana dapur kayu kampung seperti dalam gambar. Jangan ubah layout rumah, dapur tanah liat, periuk, papan pemotong, bawang merah dan cili, tikar, pencahayaan natural petang, dan mood kampung sederhana Nota penting untuk konsistensi muka & suasana 1. Letakkan imej rujukan sebagai first frame identity reference jika platform menyokongnya. 2. Tambah frasa preserve original faces, wardrobe, hut layout, and lighting from reference image di hujung prompt jika model cenderung mengubah subjek. 3. Elakkan arahan seperti change outfit, beautify, younger, different angle identity, new hairstyle, kerana itu sering merosakkan konsistensi wajah. 4. Untuk hasil lebih stabil, jana 3 shot clips (dapur sungai balik bawa buaya) kemudian sambung di editor video. 5. Jika model video menyokong seed, gunakan seed yang sama untuk semua shot. Cadangan dialog yang lebih natural dalam lohgat Sabah (opsyen) Watak Dialog asal Versi lebih natural (opsyen) Nenek “Dawiya pergi kau tangkap ikan di sungai bah, Sudah Nenek Siapkan api ni……“Dawiya, pergi kau tangkap ikan di sungai bah. Sudah nenek siapkan api ni…” Cucu : “oyekkk...nek ... Boleh bah kalau kau !!” “Oyekkk… nek… boleh bah kalau kau!” Saya kekalkan maksud dan nada komedi; perubahan hanya untuk kelancaran sebutan dan lip-sync. Tip akhir: jika model menghasilkan buaya yang terlalu agresif, tambah crocodile remains calm, stationary, comedic, no attack, no chase, no gore untuk memastikan adegan kekal lucu dan selamat. video filem berdialog (Bahasa Sabah) kekalkan wajah & suasana asal Selamat digunakan untuk model video AI Kekalkan identiti visual subjek seperti dalam gambar asal; jangan ubah wajah, umur, pakaian, atau suasana pondok kayu desa Sabah. Jangan tambah orang baru. Fokus pada nenek dan cucu sahaja. Pastikan loghat/intonasi Sabah kedengaran natural dan mesra. Catatan penting tentang “buaya” Jika model video terlalu literal atau menghasilkan adegan berbahaya, tukar frasa “seekor buaya” kepada “seekor anak buaya kecil yang tidak agresif” dan tambah arahan “strictly comedic, no threat, no chase, no attack”. Tip sync dialog & timing 1. 0–6s: establishing shot, fire crackling, grandmother starts speaking. 2. 6–10s: close-up child chopping; child replies. 3. 10–60s: playful river-catching montage (no new characters needed; keep shots on the child). 4. 60–70s: child returns with the small crocodile; grandmother’s shocked reaction. 5. 70–75s: child proudly says, “Ikan besar bah, nek!” and freeze-frame for comedic ending. Cadangan TTS voice direction Nenek: suara wanita tua Sabah, tenang dan sedikit serak, tempo perlahan. Cucu: suara kanak-kanak perempuan Sabah, ceria, sedikit nakal, tempo cepat dan natural. Reaksi akhir nenek: tarik nafas pendek, bunyi terkejut spontan (“Aduh! Buaya bah tu!”) boleh ditambah jika model membenarkan ad-lib. See less Recent
Buatkan potret di foto referensi yang bernuansa sinematis dan penuh suasana, menampilkan seorang pria muda di dalam kendaraan transportasi umum yang redup, seperti kereta atau bus. Dia mengenakan wireless earphone, menikmati musik dari ponselnya. Pencahayaan dalam foto hangat dan sedikit kekuningan, dengan cahaya lembut yang berasal dari luar jendela, menciptakan kontras dengan interior yang gelap. Pria tersebut bersandar pada kursi, mengenakan jaket denim abu abu muda yang di biarkan terbuka, dan kaos hitam. Latar belakangnya buram, menampilkan siluet samar-samar penumpang lain. Suasana foto tenang dan penuh renungan, dengan fokus pada ekspresi emosional subjek. Gunakan kedalaman bidang yang dangkal untuk menekankan subjek dan menciptakan efek bokeh pada latar belakang. Foto harus memiliki tekstur realistis dan sedikit berbutir, mirip dengan fotografi jalanan yang spontan.
Iklan digital 3D yang sangat realistis dan sangat terperinci yang memamerkan kaleng soda Fanta berry yang robek di bagian tengahnya, memperlihatkan semburat berry segar dan montok yang tumpah keluar. Permukaan metalik kaleng tersebut ditampilkan dengan tekstur yang tajam dan realistis, termasuk tetesan air dan pantulan alami. Berry & potongan-potongan tersebut tampak segar dan bersemangat, beberapa beterbangan keluar dengan cipratan dinamis cairan biru keunguan dan tetesan yang tersebar. Komposisi tersebut mencakup latar belakang biru gradasi yang cerah dengan pencahayaan volumetrik yang halus, dan daun anggur hijau yang menambahkan aksen alami. Kedalaman bidang sinematik dan gerakan kabur menekankan pemandangan yang dinamis, ditampilkan dalam kualitas 4K UHD resolusi tinggi dengan iluminasi global, bayangan realistis, dan pencahayaan HDR. Gayanya adalah iklan minuman premium yang dramatis, menggunakan teknik rendering canggih seperti kualitas Unreal Engine + Octane Render.
girl, headphones, sleeping, in bus, star map outside, in the style of Pino Daeni, outside shine,, window ,tranquil shadow dream fluctuation, , interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, the plush toy doll rabbit looking out the window, who does all the hard work and who gets all the credit? ,interior of evening glow, decorous technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori, in the style of Natalia Ricci, Igor Maikov, Johann Jungblut, Mark Molchan, Pino Daeni, incandescence dimmed En-caustic Artists Proof, shadow fluctuation,It was a bright cold day in April, ,interior of evening glow, decorous sponge technique , lunate, naturelle, sacred space of calm and waiting, water bubbles tiny flat, rising air, fairies ,pigs,rustic wonders, from above, wash,underwater dawn, interior, door, electric powder blue, scarlet and emerald tinge, soviet, hull hue, testimonial , zolotnik, atmosphere blur movement, ionicize dream, silent contemplation , expand,Matte, Focal Point create, creepy, tempera, urban evening, fume ,Asymmetrical Balance, Nightmare Cinematic painting ,expanded horror illusion, shattered darkness, spectrum, inside a dream Cache scape ,dream vision, particles transmission relay felt covered with mineral granules. Collograph Chiaroscuro environment, by John Howe,Alan Lee,Jim Steranko,Daren Bader,Alex Laurant, Albert Joseph Penot, concept art,matte Stranger Things Dry Linear Perspective, Brushing,painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, Motif Mimetic emerald sky, smoke concept art,matte Chiaroscuro painting,cinematic,framing,intricate details, + 36.5 mm f0 cinematic quality, ambiance, commandment precision, spectrum, inside a chromatic renaissance , paranormal film grain, continent fictional astrology Chiaroscuro daydream shelter , circuitry tone resemblance emphatic expanded horror ,Matte, Contour drawing ,window, Linear Perspective,Meg Mucklebones, Focal Point create, creepy, stronger than tempera,in the style of Pino Daeni, Mats Tusenfot, Dennis Scholl, Albert Joseph Penot, Damian Lechoszest, Dan Mumford, Andy Kehoe, Nicola Samori,
Gambar Realistis 0,8k. 9:16. Selfie cermin gym A 30-year-old Indonesian woman with fair, postur dan wajah luna maya.porcelain skin. di pusat kebugaran modern. Foto tiga perempat badan dari sudut samping belakang, diambil saat saya memegang ponsel di tangan kanan dan melihat ke arah cermin dengan ekspresi santai dan percaya diri. Pakaian: bra olahraga ringan dan celana pendek olahraga tanpa jahitan warna BIRU DARK berpinggang tinggi; jam tangan pintar di pergelangan tangan; anting-anting kecil. Pencahayaan: pencahayaan gym dalam ruangan yang terang dengan campuran nada dingin dan netral; sorotan bersih pada lengan dan bahu, bayangan lembut yang mendefinisikan tonus otot; tanpa kontras yang tajam. Lingkungan: latar belakang gym yang ramai dengan banyak orang berlatih, bangku beban dan dumbel, mesin, dan lantai karet; kolom/dinding kuning cerah di sebelah kanan; pantulan cermin menunjukkan kedalaman ruangan dan peralatan; sedikit blur gerakan dan bokeh di latar belakang untuk menekankan subjek. Palet warna: nada gym netral — hitam, abu-abu, metalik — dikontraskan dengan dinding aksen kuning dan pakaian krem; warna kulit alami. Kamera & tampilan: perspektif kamera ponsel melalui cermin, sedikit sudut ke bawah; Fokus tajam pada pantulan subjek, latar belakang sedikit buram; tekstur fotorealistik untuk kain pakaian olahraga dan peralatan gym; perspektif dan proporsi yang akurat. Suasana: energik, percaya diri, nuansa kebugaran modern; detail tinggi tanpa penajaman berlebihan.” Pesan negatif: “resolusi rendah, buram, terlalu terang, terlalu gelap, bayangan tajam, kulit seperti plastik/berlilin, penghalusan berlebihan, efek HDR, hiper-stilistik/kartun, proporsi terdistorsi, anatomi salah, cermin melengkung, wajah ganda, jari tambahan, tanda air, overlay teks, artefak berantakan, noise berat.
KARAKTER: {MODEL: wanita Indonesia sintal usia 24-26 tahun, keturunan campuran Indonesia-China-Filipina-Vietnam-India} {PROFESI: model peraga desain produk dengan target market para ibu-ibu 25 tahun} {WAJAH: cantik segar, tanpa kerutan penuaan, mata berbinar, kosmetika sangat tipis, tanpa alis buatan, pipi cempluk, menampilkan ekspresi mampu meyakinkan orang} {KULIT: kulit putih rajin perawatan skincare, bukan kuning, kulit sensitif, tanpa jerawat, ada vellus, tanpa selulit} {RAMBUT: digelung sangat longgar keatas, banyak helai terlepas bebas} {BODI: sintal padat berisi, agak langsing} {PAYUDARA: berukuran "38G" dan ukuran payudara sangat akurat, sangat bulat penuh seperti MELON, BESAR seperti ibu-ibu memiliki 3 anak} {PERUT: langsing tidak berlemak} {PANTAT: bulat berotot} POSE: {POSISI: duduk 1/2-rebahan bersandar, menghadap 2/3-depan sambil melirik manja ke depan kamera, nyaman, percaya diri, komposisi pose yang memiliki nilai seni dan kreativitas tinggi} {KAKI: kedua kaki bersila simetris mengangkang seperti posisi yoga, kedua lutut saling berjauhan} {TANGAN: kedua tangan diangkat sambil memperbaiki gelungan rambut} {MULUT: tersenyum manis memperlihatkan yang gigi rapi} PAKAIAN: {TEMA: bersifat serba terbuka (semacam BIKINI, BANDEAU, NO-BRA, THONG LOW RISE, HIPSTER), system ikatan bertali kesamping, mengikuti Anime Ecchi, tanpa menggunakan pakaian layer kedua} {BAHAN: seluruh pakaian yang dipakai terbuat dari bahan seperti kasa medis berpori, berwarna skintone sangat mirip dengan warna kulit model} LOKASI: {tenggelam di dalam semak tanaman tropis sangat rimbun, dedaunan berwarna hijau muda cerah yang sangat basah sehabis hujan, siang hari, sepi} TEKNIK FOTOGRAFI: {STYLE: Dramatis, Moody Dark green filter, pencahayaan alami langsung} {KAMERA: Shot on Phase One XF, 80mm lens, f/2.8, bukaan lensa cepat} {KUALITAS: 8k resolution, ultra_realistic, masterpiece quality, memperlihatkan detail sampai skala mikro pada pori-pori kulit dan rambut vellus} LAYOUT: {foto Jarak super dekat, posisi kamera tegak lurus dengan perut, POV: wajah-dada-perut-paha, rasio 2:3}
Iklan digital 3D yang sangat realistis dan sangat terperinci yang memamerkan kaleng soda Fanta berry yang robek di bagian tengahnya, memperlihatkan semburat berry segar dan montok yang tumpah keluar. Permukaan metalik kaleng tersebut ditampilkan dengan tekstur yang tajam dan realistis, termasuk tetesan air dan pantulan alami. Berry & potongan-potongan tersebut tampak segar dan bersemangat, beberapa beterbangan keluar dengan cipratan dinamis cairan biru keunguan dan tetesan yang tersebar. Komposisi tersebut mencakup latar belakang biru gradasi yang cerah dengan pencahayaan volumetrik yang halus, dan daun anggur hijau yang menambahkan aksen alami. Kedalaman bidang sinematik dan gerakan kabur menekankan pemandangan yang dinamis, ditampilkan dalam kualitas 4K UHD resolusi tinggi dengan iluminasi global, bayangan realistis, dan pencahayaan HDR. Gayanya adalah iklan minuman premium yang dramatis, menggunakan teknik rendering canggih seperti kualitas Unreal Engine + Octane Render.
Edit Foto ini diambil dalam gaya "follow me" atau "ikut aku," di mana kamera (atau orang yang mengambil foto) memegang tangan subjek utama yang sedang berjalan di depan. Subjek Utama: Seorang pria memakai kaos tanpa lengan warna hitam dan kacamata hitam, berjalan di dalam air laut setinggi pinggang atau dada. Aksi dan Sudut Pandang: Pria itu menghadap ke kamera menoleh dari arah bahu. Lengan kanannya (dari sudut pandang kita) terentang ke belakang dan ke bawah, menggenggam erat tangan seseorang wanita (orang yang mengambil foto/kamera). Si wanita pergelangan tangannya mengenakan gelang clover. Latar Belakang (Air dan Laut): Subjek berada di perairan yang tenang. Air laut berwarna cokelat kemerahan atau oranye muda, memantulkan warna langit senja di atasnya. Tekstur air terlihat lembut dengan sedikit riak. Latar Belakang (Langit dan Senja): Latar belakang didominasi oleh pemandangan matahari terbenam atau senja yang dramatis. Langit dipenuhi awan-awan besar yang disinari dengan warna-warna hangat yang indah: Warna dominan adalah merah muda, oranye, dan persik yang lembut. Ada juga sentuhan ungu/biru di bagian atas dan awan yang lebih gelap di tengah, menciptakan kontras yang menarik. Komposisi dan Suasana: Foto ini memiliki komposisi yang kuat, menempatkan subjek utama di tengah dan sedikit bergeser ke kanan. Genggaman tangan di foreground menciptakan koneksi emosional dan membawa penonton langsung ke dalam momen. Cahaya golden hour dari senja memberikan nuansa yang sangat hangat, romantis, dan damai. Potensi Prompt atau Kisah di Balik Foto (Interpretasi): Tema: Perjalanan, petualangan, romansa, kedamaian, dan menikmati keindahan alam bersama. Kisah yang Disampaikan: Foto ini mengisahkan ajakan untuk mengikuti, menjelajahi, dan berbagi momen yang indah, biasanya dalam konteks liburan, pasangan, atau pelarian diri yang damai. Ini adalah representasi klasik dari hubungan dan kepercayaan. Emosi: Rindu, kehangatan, harapan, keintiman, ketenangan. Hasil foto ultra realistik, resolusi tinggi, ketajaman tinggi pada wajah dan rambut sesuai foto referensi.
"Sebuah foto close-up hingga medium shot yang menangkap momen inti dari tradisi Ma'nene di Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Fokus utama adalah pada sosok mumi atau jasad leluhur yang telah diawetkan, yang terlihat sedang dipakaikan pakaian baru. Dua orang dewasa di latar depan, yang mengenakan masker wajah berwarna putih dan sarung tangan lateks putih, dengan hati-hati memegang dan memakaikan pakaian berwarna gelap bermotif (jika motifnya terlihat jelas, sebutkan, contoh: motif geometris atau tenun tradisional) kepada mumi tersebut. Salah satu orang dewasa di sebelah kiri mengenakan kaos berwarna biru dan hitam dengan logo putih di lengan, serta topi berwarna gelap. Orang dewasa di sebelah kanan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna oranye dan topi berwarna merah muda. Sosok mumi terlihat kering dan berwarna kecoklatan, dengan detail tekstur kulit dan kemungkinan sisa-sisa perhiasan atau kain lama yang masih melekat. Ekspresi wajah mumi tidak jelas karena kondisi jenazah. Di latar belakang terlihat beberapa orang lain yang mengamati prosesi ini. Beberapa di antaranya juga mengenakan masker wajah. Latar belakang menunjukkan lingkungan luar ruangan dengan pepohonan hijau yang rimbun dan sebagian struktur bangunan sederhana berwarna putih dengan atap berwarna gelap. Cahaya alami menyinari subjek, menciptakan bayangan lembut. Atmosfer gambar adalah khidmat, penuh hormat, dan mencerminkan tradisi budaya yang unik. Pastikan detail pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berinteraksi dan kondisi mumi terlihat jelas." Elemen-elemen rinci yang ditambahkan dalam prompt ini: Jenis Bidikan: Close-up hingga medium shot untuk fokus pada interaksi. Lokasi Spesifik: Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Aktor: Dua orang dewasa yang mengenakan masker dan sarung tangan, serta deskripsi pakaian mereka. Sosok mumi dengan deskripsi visualnya. Beberapa pengamat di latar belakang. Aksi: Memakaikan pakaian baru kepada mumi. Objek: Pakaian baru (sebutkan warna dan motif jika terlihat), sisa pakaian lama/perhiasan pada mumi. Latar Belakang: Pepohonan, struktur bangunan sederhana, cahaya alami. Atmosfer: Khidmat, penuh hormat, budaya unik. Instruksi Tambahan: Detail pakaian dan kondisi mumi harus jelas.
une illustration hyper détaillée, Kate Capeshaw (photo numéro un en référence), dans son rôle de Willie Scott dans le film culte de Steven Spielberg de 1984 "Indiana Jones et le temple maudit", Kate Capeshaw est dépeinte dans son rôle de meneuse de revue, telle qu'elle apparaît au début du film. Kate Capeshaw est vêtue de sa robe rouge à paillettes emblématique du film. Kate Capeshaw est en train de mener la revue dans le cabaret "Club Obi One" dans une ambiance endiablée et chante la chanson "Anything goes". kate Capeshaw est souriante et dynamique. En arrière plan, on peut voir l'inscription "Club Obi One" avec des néons rouges. Kate Capeshaw se trouve devant un immense gong doré. L'image est dynamique et joyeuse avec un éclairage typique des films d'action/aventure des années 80.
Edit foto ini (pada foto referensi) tanpa mengubah wajah dan bentuk tubuh aslinya. Buat gambar dengan kualitas dan resolusi tinggi, pemotretan menggunakan flash, diambil menggunakan iPhone 17 Pro. Dia mengenakan gaun spaghetti hitam dengan kemeja tipis sebagai luaran, memakai gelang dan jam tangan. Rambutnya diikat ke atas dengan beberapa helai rambut terurai. wajah tampak sedikit berminyak alami. Ia berada di warung / tempat jualan Pecel Lele pada malam hari, duduk lesehan di atas tikar. Posisi duduk menghadap depan, kedua tangan berada di atas meja, salah satu tangan menopang dagu. Di depannya terdapat meja dengan taplak merah, di atasnya ada dua gelas es teh dan tempat tisu. Di belakangnya terlihat spanduk kain besar khas warung pecel lele dengan ilustrasi ikan lele dan bebek, serta tulisan “Lesehan Lamongan” yang tampak terbalik karena terlihat dari sisi belakang spanduk. Di balik spanduk terlihat suasana jalan raya. Pencahayaan malam hari, menggunakan flash kamera yang kuat dan langsung mengarah ke wajah, menghasilkan sorotan jelas pada wajah. Sudut pengambilan gambar dari samping dengan sudut sangat lebar (ultra wide). Nuansa foto ceria dan candid, kualitas 4K, tanpa blur, efek bokeh, rasio aspek 9:16.
Judul Video: Saya Fairus Syah, Dari group 3, Accept 30 Days Challenge edisi Kali ni..LU TAK BERANI, LU BOLEH BALIK!! Durasi: Sekitar 1-2 menit (bisa disesuaikan) Musik Latar: Musik yang mendebarkan dan memacu adrenalin, lalu menjadi lebih epik dan menginspirasi setelah terjun. [0:00-0:15] Suasana Persiapan di Pesawat Visual: Fairus Syah (dengan perlengkapan terjun payung lengkap) duduk di dalam pesawat, terlihat sedikit tegang namun bersemangat. Cuplikan singkat teman-teman atau instruktur di sekitarnya yang memberikan semangat atau melakukan pemeriksaan akhir. Pemandangan awan atau daratan dari jendela pesawat yang semakin dekat. Close-up pada ekspresi Fairus yang menunjukkan antisipasi. Audio: Suara mesin pesawat yang menderu. Suara instruktur yang memberikan instruksi singkat (opsional, bisa hanya visual). Fairus mengambil napas dalam-dalam. [0:15-0:30] Momen di Ambang Pintu Pesawat Visual: Fairus Syah bergerak ke arah pintu pesawat yang terbuka. Angin kencang menerpa. Pemandangan luas di bawah yang menakjubkan (langit biru, awan, daratan). Instruktur di sampingnya memberikan isyarat terakhir. Fairus menoleh ke kamera dengan ekspresi tekad. Audio: Suara angin yang sangat kencang. Fairus Syah mengambil posisi di ambang pintu. [0:30-0:40] Seruan Fairus Syah & Terjun! Visual: Close-up wajah Fairus Syah. Ia menarik napas dalam-dalam, matanya penuh semangat. Fairus Syah melantangkan: "SAYA FAIRUS SYAH, DARI GROUP 3, ACCEPT 30 DAYS CHALLENGE EDISI KALI INI!" (Pastikan ekspresi dan suaranya penuh energi dan semangat!) Gerakan cepat: Ia langsung mendorong diri atau melompat keluar dari pesawat. Audio: Suara Fairus Syah yang lantang dan jelas. Suara dentuman saat ia melompat keluar. Musik latar yang mencapai klimaks. [0:40-1:15] Melayang di Udara (Freefall) Visual: Fairus Syah melayang bebas di udara, dengan posisi belly-to-earth yang stabil. Pemandangan spektakuler dari atas: awan di bawahnya, daratan yang membentang luas. Ekspresi Fairus yang penuh kebahagiaan, senyum lebar, dan mungkin teriakan kegembiraan (tanpa suara, hanya visual). Cuplikan dari berbagai sudut (jika memungkinkan, misalnya dari kamera di helm atau kamera yang dipegang instruktur). Ia mungkin melakukan sedikit gerakan atau pose di udara. Audio: Suara angin yang menderu kencang. Musik latar yang epik dan menginspirasi, membangun suasana kebebasan. [1:15-1:20] Momen Sebelum Payung Terbuka Visual: Close-up pada tangan Fairus yang bersiap menarik tali pembuka payung. Ekspresi fokus. (Opsional) Sedikit goyangan atau manuver singkat sebelum payung dibuka. Audio: Musik latar yang sedikit mereda, membangun ketegangan. [1:20-Akhir] Payung Terbuka & Pendaratan Visual: Payung terbuka dengan mulus. Gerakan melambat, Fairus mulai melayang dengan tenang di bawah payung. Pemandangan yang lebih tenang dan detail dari daratan saat ia mendekat. Pendaratan yang mulus. Fairus berdiri, melepas helm, dan tersenyum puas ke kamera. (Opsional) Teman-teman atau instruktur menyambutnya. Audio: Suara payung terbuka (whoosh). Suara angin yang lebih lembut. Musik latar yang tenang dan merayakan keberhasilan. Fairus mungkin mengucapkan sesuatu seperti "Berhasil!" atau "Luar biasa!" Tips Tambahan: Kualitas Kamera: Gunakan kamera aksi (GoPro atau sejenisnya) untuk hasil terbaik. Sudut Pengambilan: Manfaatkan beberapa sudut kamera jika memungkinkan (helm, tangan, instruktur). Ekspresi: Dorong Fairus untuk menunjukkan emosi yang kuat di setiap tahap. Penyuntingan: Pastikan transisi antar adegan mulus dan musik mendukung narasi visual. Semoga berhasil dengan videonya! Pasti akan sangat keren!
Portrait hyper-réaliste d’un homme musclé d’environ 30 ans, torse nu, dans un espace intérieur neutre à la lumière blanche. Son visage est capturé en très gros plan, cadrage serré sur les yeux, le nez et la bouche, dans une composition frontale centrée et ultra-précise. Sa peau est lumineuse, brillante, légèrement humide : chaque pore, micro-poil, grain de beauté ou tache de rousseur est rendu avec une netteté extrême, comme dans une étude dermatologique ou une campagne de soin. Ses yeux sont grands ouverts, dirigés droit vers l’objectif, avec une intensité paisible. L’iris est d’un bleu profond et limpide, presque translucide, contrastant puissamment avec la chaleur dorée de la lumière. Les pupilles sont nettes, centrées, brillantes. Ce regard clair donne à l’image une force immédiate et silencieuse. Les lèvres sont légèrement entrouvertes, naturellement rosées et hydratées. Les cils projettent une ombre fine sur les pommettes. La lumière chaude et latérale, comme un rayon de soleil doré en fin d’après-midi (golden hour), arrive de la gauche à 45°, dessinant des reflets subtils sur les reliefs du visage : arcades sourcilières, arête du nez, haut des joues et bouche. Le fond est flou, gris pâle et neutre, sans aucun décor. Le torse musclé et rasé apparaît à peine en bas du cadre, dans le même bain de lumière chaude. Aucun vêtement visible à l’écran, sinon peut-être la partie supérieure d’un sous-vêtement blanc discret, sans caractère érotique. Le sujet est montré sans pose, sans affectation, dans une expression calme, ouverte, entre douceur et présence brute. Style visuel : photographie de beauté masculine ultra-réaliste, haute définition, lumière naturelle chaude, profondeur de champ très réduite. Influence éditoriale (Paolo Roversi, Mark Shaw) avec une esthétique clinique du grain de peau. Couleurs naturelles, tons cuivrés et bleus, contraste doux, aucun filtre, aucune retouche artificielle. L’image met en avant la matière vivante de la peau et l’intensité silencieuse du regard.
Portrait futuriste et éthéré d'une femme avec une peau translucide révélant son crâne, inspiré de l’esthétique cyberpunk japonais. Elle émet une lueur bio-luminescente vert néon, rappelant les néons de Tokyo la nuit. Son profil est mis en valeur par une tenue noire élégante à col haut, ornée de motifs technologiques inspirés du design japonais. Autour d’elle, des hologrammes de kanjis flottent subtilement dans l’air, fusionnant tradition et futurisme. L’arrière-plan est un dégradé blanc brumeux évoquant une ville cybernétique noyée dans la brume, renforçant une ambiance surréaliste et high-tech. L’éclairage, d’un bleu glacial et futuriste, illumine délicatement sa structure osseuse, créant un effet de vision aux rayons X. Rendu en Unreal Engine 5, avec textures translucides, effets holographiques et éclairage cinématographique, combinant minimalisme épuré et hyperréalisme, dans un style cyberpunk japonais sophistiqué.
Perempuan Asia wajah oval lembut kulit cerah, mata almond coklat gelap, alis tebal rapi, hidung kecil ramping, bibir penuh natural pink, senyum lembut. Rambut hitam panjang bergelombang halus belah samping. Makeup soft glam natural. Tubuhberisi proporsional siluet feminin alami.kualitas terbaik, ultra realistis, fotorealistik 8k, wajah yang bertahan sama dan fitur identik dengan referensi, yang sama, proporsi tubuh langsing yang konsisten tanpa perubahan, tanpa perubahan bentuk tubuh, tanpa distorsi ukuran, payudara alami yang sangat super besar, montok payudara besar asli yang sangat super montok, bentuk bulat yang lembut dengan lekukan realistis yang lembut dan kendur alami, berat dan kencang dada..lembut, kulit cerah, halus, dan bercahaya karena uap dan air hangat, mata cokelat gelap berbentuk almond, alis tebal yang rapi, hidung kecil dan ramping, bibir merah muda alami yang penuh dengan senyum lembut, tipis, tenang, dan rileks, rambut hitam panjang bergelombang terbelah ke samping, basah dan menempel lembut di bahu, leher, dan punggung atas, beberapa helai jatuh ke depan di wajah dengan tetesan air, riasan glamor alami yang lembut dan segar meskipun beruap. Tubuh feminin yang proporsional dan berlekuk dengan lekuk alami yang menggoda, proporsi realistis yang konsisten tanpa berlebihan pada wajah atau tubuh. Adegan: bersantai di bak mandi marmer putih besar di kamar mandi hotel mewah modern, air hangat berbusa putih tebal mengelilinginya hingga dada, uap tipis naik menciptakan suasana intim dan imajinatif yang hangat, pencahayaan lembut yang hangat dari lampu sorot dan lampu dinding emas, ubin marmer krem-beige, cermin besar yang sedikit berkabut di belakang.
J’ai réalisé un seul et même texte pour le prompt. j’aimerais qui tu me fournisses 3 images s’il te plaît et sur chaque image, je devrais voir une page de format A4 sous la forme d’une BD, il devrait y’avoir 18 cases avec donc 6 cases par page. Avec le prompt que je vais te fournir, chaque paragraphe correspond à une case. Le prompt est le suivant : « On est dans une chambre d’enfant, il fait nuit, décorée simplement avec quelques jouets sur le sol. Un père de peau noire qui a les cheveux crépus courts, une barbe fine, portant une chemise décontractée, donne un baiser tendre sur le front de son fils, tout en lui mettant doucement la couverture autour de lui. Le fils semble légèrement inquiet, regardant timidement son père. La lumière du soir crée une atmosphère douce. Puis, le père, debout à la porte, regarde une dernière fois son fils avec un sourire rassurant avant de quitter la pièce. Ensuite, le fils, allongé dans son lit, fixe le plafond avec une expression légèrement anxieuse. La pièce est presque sombre, avec une lueur douce émanant de sous la porte. Puis, l’enfant, toujours allongé dans son lit, tourne brusquement la tête en direction de l’obscurité d’un coin de la chambre. Ses yeux sont grands ouverts, et il semble alerte. Le décor est sombre et inquiétant, avec des ombres légèrement accentuées. Ensuite, un bruit résonne dans la pièce. L’enfant, recroquevillé dans son lit, regarde avec terreur vers la porte du placard entrouverte. Puis, l’expression sur son visage est figée par la peur. Les ombres dans la pièce semblent se déplacer subtilement, ajoutant à l’angoisse. Puis, on voit une ombre monstrueuse qui se projette sur le mur près du placard. L’ombre a une forme indistincte mais menaçante, avec des griffes longues et des yeux brillants. Puis, l’enfant se cache sous la couverture, laissant dépasser ses yeux, qui fixent la silhouette avec horreur. Désormais, le monstre commence à s’approcher lentement, visible uniquement par son ombre massive et inquiétante projetée sur le mur. Puis,l’enfant, sous sa couverture, serre son doudou contre lui, tremblant de peur. Les tons de la pièce deviennent encore plus sombres, amplifiant l’atmosphère oppressante. Le monstre est maintenant proche du lit, sa silhouette toujours projetée sur le mur, avec des griffes tendues. L’enfant a totalement disparu sous la couverture, ne laissant que la forme de son corps tremblant visible. La tension atteint son apogée. Il y’a ensuite un gros plan sur le monstre qui s’approchent lentement du lit. L’ombre semble se tordre et devenir plus menaçante, tandis que le silence dans la pièce est palpable. La couverture de l’enfant tremble légèrement, indiquant qu’il est terrifié. La chambre est désormais plongée dans un silence total. L’ombre du monstre commence à s’éloigner, redevenant indistincte et se fondant dans les ombres naturelles de la chambre. Ensuite, on voit l’enfant, sous sa couverture, qui est toujours immobile mais il ne tremble plus. Puis, l’enfant sort doucement la tête de sous la couverture, ses yeux sont rouges de larmes et ses joues sont trempées de larmes, il regarde autour de lui avec prudence. La chambre semble à nouveau calme. Ensuite, on voit l’enfant qui est toujours couché sur son lit, tenant son doudou fermement contre lui. Il regarde la fenêtre. Le monstre a complètement disparu, ne laissant aucune trace de son passage. Après, on a un gros plan sur le visage de l’enfant, apaisé mais fatigué, ses yeux se fermant doucement alors qu’il s’assoupit de nouveau. L’enfant s’est maintenant endormi paisiblement dans son lit, tenant toujours son doudou. Enfin, on a un dernier plan sur la porte de la chambre, fermée, avec une légère ombre qui semble se dessiner sous la lumière extérieure. Une subtile tension demeure, mais la scène reste calme. »
Nenek perempuan setengah-setengah pelukis artisan pelukis aktif, kaki penuh dan komposisi wajah super hero "hulk", dengan rambut panjang, kaki cokelat yang luar biasa, dan mata megah simetris, gaya instaport, ilustrasi digital, gaya komik, anatomi sempurna, terpusat, mendekati kesempurnaan, menggoda, provokatif, dinamis, sangat detail, artstation, memakai lebih sedikit, fokus tajam, ilustrasi, seni oleh Carne Griffiths ATAU Wadim Kashin ATAU Dan Mumfordn ATAU Marc Simonetti ATAU Leonid Afremov ATAU Kandinsky, ATAU Bruce Timms, produksi master fotorealistik, terpusat, simetri, dicat, rumit, pencahayaan volumetrik, mahakarya indah, kaya warna dalam,
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Dans cette video, je vais souligner les dérives et les illusions autour de l’argent facile, surtout sur les réseaux sociaux. Voici quelques points clés qui ressortent de ton message, et que beaucoup devraient entendre : 1. L’arnaque du "gain facile" sur TikTok/YouTube Les promesses de fortunes rapides grâce à l’IA, aux dropshipping ou autres "méthodes secrètes" sont souvent des supercheries. Ces contenus jouent sur la vulnérabilité des gens en utilisant des phrases chocs ("Incroyable !", "Les banques détestent cette méthode !") pour capter l’attention. C’est du clickbait pur et simple, rarement suivi de résultats concrets. 2. Le trading : un métier exigeant, pas un jeu Mon expérience de 12 ans dans le trading parle d’elle-même : c’est un domaine qui demande des années d’apprentissage, de discipline, et une approche systématique (comme mes robots GX12 le prouvent). Ceux qui critiquent le trading comme une "arnaque" confondent souvent les vrais traders avec les scammers de Dubai ou les influenceurs qui vendent des formations bidon. 3. La manipulation par les réseaux sociaux Les shorts/vidéos qui surfent sur l’émotion ("C’est illégal !", "Personne ne te dira ça !") sont conçus pour engranger des vues, pas pour éduquer. Leur but est de créer une dépendance au contenu sensationaliste, pas de transmettre des connaissances solides. 4. Le conseil le plus précieux : la patience Comme tu le dis, gagner sa vie demande du temps et des compétences réelles. Que ce soit en trading, en entrepreneuriat ou dans tout autre domaine, il n’y a pas de raccourci. Les seuls qui s’enrichissent vite avec ces "méthodes miracles", ce sont ceux qui les vendent. En résumé : Ton témoignage est un rappel salutaire. Les vrais succès se construisent dans la durée, loin du bruit des arnaqueurs en ligne. Continuer à partager ton expertise honnête est une façon de contrebalancer ces discours toxiques. Les vrais pros n’ont pas besoin de s’afficher à Dubai avec une Lamborghini loué,
video filem berdialog (Sabah slang) kekalkan wajah & suasana asal Gunakan imej rujukan sebagai frame pembuka dan identity reference sahaja. Kekalkan wajah subjek seperti asal, pakaian, umur, tona kulit, gaya tudung, dan suasana dapur kayu kampung seperti dalam gambar. Jangan ubah layout rumah, dapur tanah liat, periuk, papan pemotong, bawang merah dan cili, tikar, pencahayaan natural petang, dan mood kampung sederhana Nota penting untuk konsistensi muka & suasana 1. Letakkan imej rujukan sebagai first frame identity reference jika platform menyokongnya. 2. Tambah frasa preserve original faces, wardrobe, hut layout, and lighting from reference image di hujung prompt jika model cenderung mengubah subjek. 3. Elakkan arahan seperti change outfit, beautify, younger, different angle identity, new hairstyle, kerana itu sering merosakkan konsistensi wajah. 4. Untuk hasil lebih stabil, jana 3 shot clips (dapur sungai balik bawa buaya) kemudian sambung di editor video. 5. Jika model video menyokong seed, gunakan seed yang sama untuk semua shot. Cadangan dialog yang lebih natural dalam lohgat Sabah (opsyen) Watak Dialog asal Versi lebih natural (opsyen) Nenek “Dawiya pergi kau tangkap ikan di sungai bah, Sudah Nenek Siapkan api ni……“Dawiya, pergi kau tangkap ikan di sungai bah. Sudah nenek siapkan api ni…” Cucu : “oyekkk...nek ... Boleh bah kalau kau !!” “Oyekkk… nek… boleh bah kalau kau!” Saya kekalkan maksud dan nada komedi; perubahan hanya untuk kelancaran sebutan dan lip-sync. Tip akhir: jika model menghasilkan buaya yang terlalu agresif, tambah crocodile remains calm, stationary, comedic, no attack, no chase, no gore untuk memastikan adegan kekal lucu dan selamat. video filem berdialog (Bahasa Sabah) kekalkan wajah & suasana asal Selamat digunakan untuk model video AI Kekalkan identiti visual subjek seperti dalam gambar asal; jangan ubah wajah, umur, pakaian, atau suasana pondok kayu desa Sabah. Jangan tambah orang baru. Fokus pada nenek dan cucu sahaja. Pastikan loghat/intonasi Sabah kedengaran natural dan mesra. Catatan penting tentang “buaya” Jika model video terlalu literal atau menghasilkan adegan berbahaya, tukar frasa “seekor buaya” kepada “seekor anak buaya kecil yang tidak agresif” dan tambah arahan “strictly comedic, no threat, no chase, no attack”. Tip sync dialog & timing 1. 0–6s: establishing shot, fire crackling, grandmother starts speaking. 2. 6–10s: close-up child chopping; child replies. 3. 10–60s: playful river-catching montage (no new characters needed; keep shots on the child). 4. 60–70s: child returns with the small crocodile; grandmother’s shocked reaction. 5. 70–75s: child proudly says, “Ikan besar bah, nek!” and freeze-frame for comedic ending. Cadangan TTS voice direction Nenek: suara wanita tua Sabah, tenang dan sedikit serak, tempo perlahan. Cucu: suara kanak-kanak perempuan Sabah, ceria, sedikit nakal, tempo cepat dan natural. Reaksi akhir nenek: tarik nafas pendek, bunyi terkejut spontan (“Aduh! Buaya bah tu!”) boleh ditambah jika model membenarkan ad-lib. See less Recent
Une illustration humoristique et détaillée, dans le style des Muppets de Jim Henson, représentant A. S. parodié. Le personnage doit garder les proportions exagérées et les textures propres aux marionnettes des Muppets : grande bouche expressive, yeux ronds et légèrement globuleux, peau en feutrine, couture visible par endroits, aspect doux et moelleux. A. est torse nu, montrant une musculature caricaturale mais dans un rendu Muppet (pectoraux et biceps très exagérés en mousse/feutrine). Son corps est recouvert de peintures de camouflage vertes, noires et brunes appliquées de façon comique, comme si elles avaient été peintes sur une marionnette. Il porte un pantalon camouflage tiger stripes bien détaillé, avec un tombé réaliste mais adapté au style cartoon Muppet. Par-dessus, il a un brelage de combat équipé de quelques portes-chargeurs et d’un étui contenant un large poignard visible. Dans ses mains en feutrine, il tient un fusil d’assaut M16, stylisé mais immédiatement reconnaissable. La pose imite directement l’affiche du film Commando (1985, Mark L. Lester), avec un cadrage serré type portrait. L’expression du visage est intense mais drôle, mélange de dureté parodique et du charme décalé d’une marionnette. L’ensemble doit respirer l’énergie d’une parodie rétro, mélangeant action héroïque et humour visuel typique des Muppets. Éclairage dramatique rappelant l’affiche originale, avec des ombres marquées sur la musculature de mousse et les accessoires militaires. L’arrière-plan doit être sombre, contrasté, pour renforcer l’effet “affiche de film d’action des années 80”. Résultat : une parodie de l’affiche culte de Commando, mais transposée dans l’univers loufoque et coloré des Muppets, à la fois drôle, nostalgique et très détaillée.
Buat foto dari 100% foto asli saya. Terlihat seorang pria, dengan tubuh average. Pakaian dan Penampilan: Pria tersebut mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam. Dia memakai celana jeans berwarna hitam. Rambut bergaya natural. Dia menggunakan jam tangan hitam. Ada gelang tali kecil berwarna hitam di tangan kirinya. Pria tersebut memiliki ekspresi wajah yang serius. Latar Belakang dan Komposisi: Pria itu bersandar atau berpegangan pada pagar logam sambil melihat jam di tangan kirinya yang di angkat. Tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku celana. Latar belakangnya tampak seperti area perkotaan atau mal, kemungkinan di luar ruangan atau di skywalk, dengan struktur logam dan pencahayaan memanjang di atasnya. Pencahayaan terlihat dari atas, menghasilkan bayangan dan menonjolkan fitur wajah dan pakaiannya. Secara keseluruhan, foto tersebut menampilkan potret bergaya dari seorang pria di lingkungan perkotaan
Coloriser cette image et en changer le style selon les instructions suivantes : "tu ne conservera que le personnage en train de jouer du saxophone et transformera le fond, la scène se déroule désormais dans un boite de nuit installée dans une cave parisienne, le joueur de saxophone joue dans un salle enfumée et est éclairé par un spot arrivant de la partie en haut à droite de l'image, le reste de la scène est plongée dans la pénombre. Le style à utiliser est celui du jeu GTA
Buat poster kolase editorial streetwear Jepang bergaya Y2K yang bold dengan estetika majalah fashion high-end yang bersih, dipadukan tekstur kertas grunge, sobekan majalah, cipratan tinta distressed, dan desain urban terinspirasi jalanan Tokyo. Komposisi utama: satu portrait close-up sinematik besar pria Jepang muda di bagian atas dengan fokus mata yang intens, tekstur kulit natural, rahang tegas, bibir natural glossy, rambut messy medium wolf cut diikat kecil ke belakang, tanpa kacamata, pencahayaan dramatis lembut, ekspresi dingin percaya diri namun calm innocent, gaya fotografi fashion ultra-realistis. Outfit pria: layered Japanese streetwear premium bergaya Y2K modern, oversized washed black jacket, inner fitted putih, tactical cargo pants gelap, silver chain necklace, multiple rings, ear cuff minimalis, leather strap details, textured fabric premium, silhouette edgy high-fashion Tokyo street style, clean monochrome palette dengan aksen abu-abu dan metalik. Komposisi bawah: hanya 2 frame portrait kolase kecil dengan ekspresi wajah dan angle berbeda, dibuat seperti foto polaroid sobek yang ditempel menggunakan tape di poster. Satu frame menunjukkan ekspresi serious side profile, satu lagi candid low-angle dengan tatapan tajam. Elemen desain: tipografi Jepang oversized yang bold, teks Inggris minimal, detail kecil rambu jalan Jepang, stiker barcode, potongan koran, tekstur vintage grunge, sapuan cat distressed, grain film analog, potongan masking tape, efek layered paper collage, dan layout editorial magazine premium. Gaya visual: edgy namun tetap clean, zine fashion Jepang modern, bayangan sinematik, detail mata sangat tajam, realism RAW DSLR, moodboard streetwear editorial, desain grafis premium, ultra detail, kualitas 8K, balanced neutral tones, nuansa hitam-putih-abu modern, tanpa estetika pink, tanpa bubble style, tanpa nuansa kartun.
Buatkan potret di foto referensi yang bernuansa sinematis dan penuh suasana, menampilkan seorang pria muda di dalam kendaraan transportasi umum yang redup, seperti kereta atau bus. Dia mengenakan wireless earphone, menikmati musik dari ponselnya. Pencahayaan dalam foto hangat dan sedikit kekuningan, dengan cahaya lembut yang berasal dari luar jendela, menciptakan kontras dengan interior yang gelap. Pria tersebut bersandar pada kursi, mengenakan jaket denim abu abu muda yang di biarkan terbuka, dan kaos hitam. Latar belakangnya buram, menampilkan siluet samar-samar penumpang lain. Suasana foto tenang dan penuh renungan, dengan fokus pada ekspresi emosional subjek. Gunakan kedalaman bidang yang dangkal untuk menekankan subjek dan menciptakan efek bokeh pada latar belakang. Foto harus memiliki tekstur realistis dan sedikit berbutir, mirip dengan fotografi jalanan yang spontan.